Saham Apple, Boeing Memimpin Wall Street Lebih Tinggi
Wednesday, 23 October 2019 23:41 WIB | MARKET UPDATE |Saham ASWall Street

Wall Street naik tipis pada hari Rabu, dipimpin oleh kenaikan saham Boeing dan Apple, bahkan ketika pendapatan yang lemah dari Caterpillar dan Texas Instruments meningkatkan kekhawatiran tentang dampak perang dagang antara AS-China terhadap pertumbuhan global.

Saham Apple Inc naik 1,2% setelah Morgan Stanley mengatakan layanan streaming video pembuat iPhone yang akan segera diluncurkan, Apple TV +, dapat meningkatkan pendapatan layanannya.

Saham Boeing menguat 2%, mengangkat indeks blue-chip Dow Jones, setelah pembuat rencana terbesar dunia itu menegaskan kembali batas waktu untuk pengembalian 737 MAX ke layanan, karena investor melihat melewati penurunan 53% dalam laba kuartalan.

S&P 500 telah melayang di dekat rekor tertingginya minggu ini setelah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan perdagangan antara dua ekonomi utama dunia.

Investor sekarang menunggu hasil dari perusahaan teknologi besar, dengan Microsoft Corp yang dijadwalkan untuk melaporkan setelah penutupan pasar.

Pada pukul 12:09 siang waktu ET, Dow Jones Industrial Average naik 24,58 poin, atau 0,09%, pada level 26.812,68, sedangkan S&P 500 menguat 2,74 poin, atau 0,09%, ke level 2.998,73. Indeks Nasdaq Composite lebih tinggi 0,83 poin, atau 0,01%, pada level 8.105,12. Kenaikan 1,6% di Facebook mendorong indeks teknologi berat setelah CEO Mark Zuckerberg berusaha meyakinkan anggota parlemen AS tentang mata uang digital yang direncanakan, Libra. (knc)

Sumber : Reuters

RELATED NEWS

Saham Jepang jatuh seiring Trump mengancam tarif lebih banyak di Cina
Wednesday, 20 November 2019 10:08 WIB

Saham Jepang jatuh pada hari Rabu pasca Presiden AS Donald Trump mengatakan dia akan menaikkan tarif impor Cina jika tidak ada kesepakatan dicapai dengan Beijing untuk mengakhiri perang dagang. Pada 02:05 GMT indeks Nikkei turun 0,83% ke level 23.096,61. Komentar Trump, yang ia katakan pada hari S...

Saham HongKong dibuka melemah
Wednesday, 20 November 2019 08:58 WIB

Saham Hong Kong memulai perdagangan lebih rendah pada hari Rabu menyusul kenaikan besar selama dua hari dan seiring para investor menjadi gelisah karena kurangnya berita yang solid pada pembicaraan perdagangan China-AS. Indeks Hang Seng turun 0,58 persen, atau 157,01 poin, ke level 26.936,79. Inde...

Saham Asia turun seiring Trump mengancam menaikan tarif kepada China
Wednesday, 20 November 2019 07:47 WIB

Saham Asia diperdagangkan lebih rendah pada Rabu pagi seiring Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif barang-barang China jika kedua kekuatan ekonomi itu tidak mencapai kesepakatan. Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang sedikit lebih rendah pada awal perdagangan. Itu terjadi pasca data...

Saham Tokyo dibuka melemah seiring penguatan yen
Wednesday, 20 November 2019 07:36 WIB

Saham Tokyo dibuka lebih rendah pada hari Rabu seiring pasar terbebani oleh melemahnya saham di Wall Street dan yen yang lebih tinggi terhadap dolar dengan ketidakpastian yang masih tersisa terkait pembicaraan perdagangan AS-Cina. Indeks acuan Nikkei 225 turun 0,40 persen atau 93,29 poin ke level 2...

Saham Hong Kong berakhir dengan reli kuat lainnya (Review)
Wednesday, 20 November 2019 04:23 WIB

Saham Hong Kong mencatat reli besar lainnya pada Selasa ini karena investor tetap yakin dengan kesepakatan perdagangan China-AS, sementara demonstrasi di kota tersebut pada pekan lalu menunjukkan tanda-tanda mereda. Indeks Hang Seng naik 1,55 persen, atau 412,71 poin, menjadi 27.093,80, setelah mel...

ANOTHER NEWS
Saham Jepang jatuh seiring Trump mengancam tarif lebih banyak di Cina
Wednesday, 20 November 2019 10:08 WIB Saham Jepang jatuh pada hari Rabu pasca Presiden AS Donald Trump mengatakan dia akan menaikkan tarif impor Cina jika tidak ada kesepakatan dicapai dengan Beijing untuk mengakhiri perang dagang. Pada 02:05 GMT indeks Nikkei turun 0,83% ke level...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.