Data ekonomi yang kuat, meredakan kekhawatiran perdagangan mendorong Wall Street naik
Thursday, 5 September 2019 23:16 WIB | MARKET UPDATE |DOW JONESS & P 500NasdaqSahamASWallstreet

Saham AS mencapai tertinggi satu bulan pada hari Kamis di tengah harapan penurunan eskalasi perdagangan setelah Washington dan Beijing sepakat untuk mengadakan pembicaraan tingkat tinggi bulan depan, sementara data ekonomi AS yang kuat meredakan beberapa kekhawatiran akan perlambatan ekonomi.

Tiga indeks utama Wall Street menyentuh level tertinggi sejak 1 Agustus dan indeks acuan S&P 500 melewati rata-rata pergerakan 50 hari, indikator utama untuk momentum jangka pendek.

Kementerian Perdagangan China mengatakan tim perdagangannya akan melakukan pertemuan kembali dengan rekan-rekan AS mereka pada pertengahan September untuk pembicaraan Oktober.

Saham teknologi memberikan dorongan terbesar untuk S&P 500, naik 2,05%, sementara sektor keuangan melonjak 2,31%, terbesar di antara 11 sektor S&P utama.

Bank yang sensitif terhadap suku bunga melonjak 3%, menyusul kenaikan dalam imbal hasil obligasi AS.

Pada pukul 11:41 ET, Dow Jones Industrial Average naik 446,46 poin, atau 1,69% ke level 26.801,93, S&P 500 naik 41,58 poin, atau 1,42%, ke level 2.979,36 dan Nasdaq Composite naik 132,80 poin, atau 1,66%, pada level 8,109.68.(Arl)

Sumber : Reuters

RELATED NEWS

Kekhawatiran Virus Corona Masih Berlanjut, Saham Tokyo Ditutup Lebih Rendah
Monday, 17 February 2020 13:26 WIB

Saham Tokyo ditutup lebih rendah pada hari Senin di tengah kekhawatiran atas penyebaran virus Corona baru di negara itu dan kontraksi triwulanan terburuk ekonomi dalam lebih dari lima tahun. Indeks acuan Nikkei 225 merosot 0,69 persen, atau 164,35 poin, berakhir pada 23.523,24, sedangkan indeks Top...

Saham-Saham di Hong Kong Dibuka Lebih Rendah
Monday, 17 February 2020 09:09 WIB

Saham-saham Hong Kong dibuka lebih rendah pada hari Senin ketika angka kematian dari virus corona baru China melonjak dan kekhawatiran semakin mendalam tentang potensi kejatuhan ekonomi dari epidemi. Indeks Hang Seng turun 0,18 persen, atau 48,89 poin, menjadi 27.766,71 pada awal perdagangan. Inde...

Saham Asia Turun Dari Tertingginya 3-Minggu Seiring Kembalinya Kekhawatiran Virus Corona
Monday, 17 February 2020 08:21 WIB

Saham Asia turundari tertingginya tiga minggu pada hari Senin karena investor mengkaji kondisi jangka pendek pada pertumbuhan global dari wabah virus corona yang menyebar cepat di Cina, meskipun ekspektasi stimulus kebijakan lebih lanjut membantu membendung kerugian. Perdagangan diperkirakan akan r...

Saham Tokyo Dibuka Turun Terkait Kekhawatiran Virus yang Masih Berlangsung
Monday, 17 February 2020 07:37 WIB

Saham Tokyo dibuka lebih rendah pada hari Senin karena kekhawatiran atas penyebaran global virus corona baru yang masih berlangsung. Indeks acuan Nikkei 225 turun 0,81 persen atau 191,88 poin menjadi 23.495,71 pada awal perdagangan, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 0,85 persen atau 14,4...

Saham Hong Kong Akhiri Pekan Ini Lebih Tinggi seiring Berkurangnya Korban Virus (Review)
Saturday, 15 February 2020 04:30 WIB

Saham-saham Hong Kong naik tipis pada hari Jumat, karena korban kematian harian dan jumlah korban infeksi di episentrum wabah coronavirus kembali ke tingkat yang lebih rendah, menyusul lonjakan dramatis pada hari sebelumnya. Pada penutupan perdagangan, indeks Hang Seng naik 0,3% pada level 27.815,6...

ANOTHER NEWS
Kekhawatiran Virus Corona Masih Berlanjut, Saham Tokyo Ditutup Lebih Rendah
Monday, 17 February 2020 13:26 WIB Saham Tokyo ditutup lebih rendah pada hari Senin di tengah kekhawatiran atas penyebaran virus Corona baru di negara itu dan kontraksi triwulanan terburuk ekonomi dalam lebih dari lima tahun. Indeks acuan Nikkei 225 merosot 0,69 persen, atau 164,35...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.