Reli Saham Hong Kong Terhenti Oleh Ketakutan Protes Baru
Friday, 30 August 2019 15:49 WIB | MARKET UPDATE |HANG SENGSahamHongkongIndeks Shanghai Composite

Perusahaan-perusahaan properti menderita kerugian besar di Hong Kong pada hari Jumat ketika penangkapan tokoh-tokoh pro-demokrasi menghentikan reli awal pada Indeks Hang Seng, dipicu oleh kekhawatiran akan kekerasan baru di kota itu.

Berita penangkapan itu membayangi kenaikan luas di pasar Asia lainnya yang datang setelah China mengatakan tidak akan membalas terhadap tarif terbaru AS, yang meningkatkan harapan untuk meredakan ketegangan perdagangan antara raksasa ekonomi.

Pada hari Jumat polisi menahan Joshua Wong dan Agnes Chow sehari sebelum unjuk rasa massa lain yang direncanakan pada ulang tahun kelima penolakan Beijing atas permintaan hak pilih universal di kota, yang memicu Gerakan Payung pada 2014.

Beberapa jam sebelumnya, juru kampanye kemerdekaan vokal lainnya ditahan di bandara Hong Kong.

Penangkapan itu merupakan tanda "penyebaran 'teror putih' terhadap pengunjuk rasa Hong Kong", kata Issac Cheng dari partai Demosisto, yang didirikan bersama oleh Wong, menggunakan istilah bagi upaya China untuk memecah-belah gerakan protes.

Perkembangan terakhir telah menimbulkan kekhawatiran bahwa protes berbulan-bulan dan semakin keras akan berlanjut untuk beberapa waktu atau bahkan dapat melihat pemerintah memberlakukan undang-undang darurat.

Indeks Hang Seng berakhir naik sebesar 0,08 persen, atau 21,23 poin, pada level 25.724,73.

Indeks Shanghai Composite turun 0,16 persen, atau 4,68 poin, ke level 2.886,24 dan Indeks Shenzhen Composite, yang melacak saham di bursa kedua China, lebih rendah 0,74 persen, atau 11,83 poin, ke level 1.579,25. (knc)

Sumber : AFP

RELATED NEWS

Saham Asia turun seiring Trump mengancam menaikan tarif kepada China
Wednesday, 20 November 2019 07:47 WIB

Saham Asia diperdagangkan lebih rendah pada Rabu pagi seiring Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif barang-barang China jika kedua kekuatan ekonomi itu tidak mencapai kesepakatan. Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang sedikit lebih rendah pada awal perdagangan. Itu terjadi pasca data...

Saham Tokyo dibuka melemah seiring penguatan yen
Wednesday, 20 November 2019 07:36 WIB

Saham Tokyo dibuka lebih rendah pada hari Rabu seiring pasar terbebani oleh melemahnya saham di Wall Street dan yen yang lebih tinggi terhadap dolar dengan ketidakpastian yang masih tersisa terkait pembicaraan perdagangan AS-Cina. Indeks acuan Nikkei 225 turun 0,40 persen atau 93,29 poin ke level 2...

Saham Hong Kong berakhir dengan reli kuat lainnya (Review)
Wednesday, 20 November 2019 04:23 WIB

Saham Hong Kong mencatat reli besar lainnya pada Selasa ini karena investor tetap yakin dengan kesepakatan perdagangan China-AS, sementara demonstrasi di kota tersebut pada pekan lalu menunjukkan tanda-tanda mereda. Indeks Hang Seng naik 1,55 persen, atau 412,71 poin, menjadi 27.093,80, setelah mel...

Saham AS Ditutup Bervariasi seiring Nasdaq Catatkan Penutupan Tertinggi Ketiga Sepanjang Waktu
Wednesday, 20 November 2019 04:20 WIB

Saham A.S. berakhir dengan bervariasi pada hari Selasa, karena investor berjuang untuk mengabaikan kekhawatiran tentang prospek kesepakatan perdagangan AS-China dan berurusan dengan laporan pendapatan yang mengecewakan. S&P 500 turun 2 poin, atau 0,1%, berakhir di level 3.120. Dow Jones Industr...

Bursa Eropa Ditutup Lebih Rendah Di Tengah Kekhawatiran Terkait Pembicaraan Perdagangan AS-China
Tuesday, 19 November 2019 23:44 WIB

Pasar Eropa berakhir lebih rendah ke wilayah negatif pada Selasa sore, di tengah ketidakpastian dan pesimisme atas hasil pembicaraan perdagangan antara AS dan China. Indeks Pan-Eropa Stoxx 600 ditutup 0,2% lebih rendah pada level 405,05 selama perdagangan sore, setelah sebelumnya mencapai level ter...

ANOTHER NEWS
Saham Asia turun seiring Trump mengancam menaikan tarif kepada China
Wednesday, 20 November 2019 07:47 WIB Saham Asia diperdagangkan lebih rendah pada Rabu pagi seiring Presiden AS Donald Trump mengancam akan menaikkan tarif barang-barang China jika kedua kekuatan ekonomi itu tidak mencapai kesepakatan. Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang sedikit lebih...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.