Dow Jatuh 280 Points, Menuju Harian Terburuknya Dalam 3 Bulan Terakhir
Thursday, 4 October 2018 23:26 WIB | MARKET UPDATE |DOW JONESS & P 500Saham AS

Dow Jones Industrial Average dalam aksi hari Kamis berada di jalur untuk hari terburuk dalam lebih dari tiga bulan terakhir karena para investor bereaksi terhadap lonjakan baru-baru ini dalam imbal hasil obligasi pemerintah.

Dow turun sekitar 280 poin, atau 1,1%, ke level 26.548, pada pengecekan terakhir, turun dengan kenaikan yang kuat, sehari setelah mencatatkan rekornya ke-15 pada 2018. Penurunan terbesar itu akan menandai penurunan satu hari pertama pada saham blue-chip sejak sekitar 25 Juni lalu, menurut data FactSet.

Kemerosotan ini terjadi karena imbal hasil Treasury dengan tenor 10-tahun telah mencapai hingga level tujuh tahun tertinggi di angka 3,21%, menyebabkan investor di saham untuk menilai kembali banding komparatif dari ekuitas, dianggap aset berisiko, terhadap apa yang disebut utang pemerintah bebas risiko.

Terlebih lagi, peningkatan suku bunga menjadi biaya pinjaman yang lebih tinggi bagi perusahaan. Hanya sektor keuangan, termasuk bank besar yang diperdagangkan lebih tinggi pada Kamis pagi di antara sektor pada indeks S & P 500.

Sementara itu, Indeks Nasdaq Composite turun 1,7% pada level 7.886, turun tajam, sedangkan Indeks S & P 500 diperdagangkan 1% lebih rendah ke level 2.897. (knc)

Sumber : Market Watch

RELATED NEWS

Saham berjangka AS menuju ke pembukaan yang lebih tinggi
Monday, 19 August 2019 15:58 WIB

Saham berjangka AS menuju pada pembukaan yang lebih tinggi pada Senin pagi. Pada sekitar pukul 04:39 waktu timur AS, Saham Dow berjangka naik 198 poin, menunjukkan pembukaan positif lebih dari 224,99 poin. Pada S&P Berjangka dan Nasdaq keduanya juga lebih tinggi. Wall Street mengakhiri sesi Ju...

Saham Hong Kong berakhir dengan keuntungan besar
Monday, 19 August 2019 15:27 WIB

Saham Hong Kong melonjak lebih dari dua persen pada hari Senin pasca kenaikan dari Wall Street seiring investor menyambut baik komentar positif pada pembicaraan perdagangan oleh penasihat perdagangan Donald Trump. Indeks Hang Seng menguat 2,17 persen atau 557,62 poin berakhir pada level 26.291,84. ...

Bursa China Mengalami Kenaikan Terbesar Sejak Awal Juli pada Pembaruan Suku Bunga
Monday, 19 August 2019 14:57 WIB

Bursa China melonjak lebih dari 2% pada hari Senin, yang terbaik sejak awal Juli lalu, karena para investor menyambut stimulus terbaru Beijing untuk menopang perekonomian yang tertekan keras oleh perang dagang tanpa akhir dengan Amerika Serikat. Indeks CSI300 naik 2,2% ke level 3.791,09 poin, sedan...

Saham Eropa Dibuka Lebih Tinggi Seiring Tumbuhnya Harapan Kebijakan Stimulus
Monday, 19 August 2019 14:30 WIB

Saham Eropa dibuka lebih tinggi pada hari Senin karena harapan muncul untuk stimulus dari bank sentral dan langkah-langkah fiskal dari ekonomi utama seperti China dan Jerman. Indeks Pan-European Stoxx 600 melonjak 0,8% ke level 372.97 pada pembukaan, dengan sektor sumber daya dasar menguat 1,8% kar...

Bursa Tokyo Ditutup Lebih Tinggi Mengikuti Gain di Wall St
Monday, 19 August 2019 13:36 WIB

Bursa saham Tokyo ditutup lebih tinggi pada hari Senin, mengikuti reli di Wall Street dengan semua mata tertuju pada peristiwa penting pekan ini termasuk pidato utama oleh ketua Federal Reserve AS. Indeks acuan Nikkei 225 naik 0,71 persen, atau 144,35 poin, menjadi berakhir pada level 20.563,16, se...

ANOTHER NEWS
Saham berjangka AS menuju ke pembukaan yang lebih tinggi
Monday, 19 August 2019 15:58 WIB Saham berjangka AS menuju pada pembukaan yang lebih tinggi pada Senin pagi. Pada sekitar pukul 04:39 waktu timur AS, Saham Dow berjangka naik 198 poin, menunjukkan pembukaan positif lebih dari 224,99 poin. Pada S&P Berjangka dan Nasdaq...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.