Nikkei sedikit berubah terkait komentar Trump; Pembicaraan AS-Cina jadi fokus
Tuesday, 21 August 2018 10:27 WIB | MARKET UPDATE |Nikkei 225Saham JepangIndeks acuan Nikkei 225Topix JepangJapan Topix

Nikkei Jepang sedikit berubah pada Selasa pagi seiring yen yang lebih kuat melukai sentimen risiko, dengan saham siklikal seperti shippers, saham mesin dan mobil melemah.

Nikkei sedikit berubah di level 22,192.45 pada jam istirahat perdagangan. Indeks Topix yang lebih luas kehilangan 0,3 persen ke level 1,687.87.

Saham yang turun melebihi jumlah yang naik sebesar 1.519 dibandingkan 492.

Dolar turun 0,18 persen ke level ¥ 109,87, setelah jatuh ke bawah tingkat psikologis 110 yen yang signifikan untuk pertama kalinya sejak 28 Juni setelah Presiden AS Donald Trump dikatakan mengeluhkan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Analis mengatakan bahwa pasar Jepang mengharapkan perdagangan musim panas ringan lainnya pada hari Selasa setelah volume dan omset Topix menyentuh level terendah sejak awal April pada hari Senin.

Terhadap latar belakang perselisihan perdagangan global, Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada hari Senin bahwa China memanipulasi yuan.

Pecundang terbesar hari ini termasuk saham pengirim, dengan Mitsui OSK Lines jatuh 1 persen dan Kawasaki Kisen turun 0,9 persen.

Saham elektronik juga melemah, dengan Panasonic kehilangan 2,0 persen, Alpen Electric terperosok 2,7 persen dan Taiyo Yuden tergelincir 2,1 persen.

Subaru Corp turun 0,9 persen dan Mazda Motor merosot 0,7 persen. (Sdm)

Sumber: Reuters

 

RELATED NEWS

Nikkei turun pasca komentar suku bunga Fed; saham terkait chip menguat
Wednesday, 26 June 2019 10:02 WIB

Saham Nikkei Jepang jatuh pada Rabu setelah ketua Federal Reserve AS mendorong kembali pada tekanan dari Presiden Donald Trump untuk memangkas suku bunga, tetapi saham terkait chip menguat. Rata-rata saham Nikkei turun 0,5% menjadi 21.086,00 poin pada tengah hari. Investor juga menunggu hasil KTT ...

Saham Hong Kong membangun penurunan pada pembukaan
Wednesday, 26 June 2019 09:07 WIB

Hong Kong melanjutkan penurunan dalam beberapa menit pertama di Rabu ini ketika ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan mengenai prospek ekonomi yang lemah untuk ekonomi AS, sementara para pedagang juga resah atas kebuntuan AS-Iran. Indeks Hang Seng turun sebanyak 0,50%, atau 139,82 poin...

Kekhawatiran geopolitik tekan saham Tokyo di pembukaan
Wednesday, 26 June 2019 07:25 WIB

Saham Tokyo dibuka lebih rendah pada hari Rabu, melanjutkan penurunan di Wall Street karena investor beralih ke aset safe haven di tengah ketegangan antara AS dan Iran serta menjelang KTT G20 pekan ini. Indeks acuan Nikkei 225 turun 0,51% atau 108,58 poin pada 21.085,23 pada awal perdagangan, semen...

Bursa Saham Hong Kong Turun Lebih Dari Satu Persen (Review)
Wednesday, 26 June 2019 03:58 WIB

Bursa saham Hong Kong turun lebih dari satu persen pada Selasa ini, dilanda oleh kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan antara Iran-AS dan seiring para investor menunggu hasil pembicaraan penting perdagangan minggu ini antara Donald Trump dan Xi Jinping. Indeks Hang Seng merosot 1,15 persen, ata...

Nasdaq catat penurunan beruntun 3 hari pasca Powell menekankan sikap wait-and-see ' pada suku bunga
Wednesday, 26 June 2019 03:25 WIB

Saham AS merosot lebih rendah pada Selasa pasca Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral masih memantau ekonomi untuk tanda-tanda kelemahan dan akan berusaha untuk menghindari reaksi spontan dalam hal pemotongan suku bunga acuan. Dow Jones Industrial Average melemah hampir 0,7%, ...

ANOTHER NEWS
Emas Jeda Pasca Reli Ke Level Enam Tahun Tertinggi
Wednesday, 26 June 2019 11:19 WIB Emas tertahan pasca melonjak ke level tertinggi enam tahun. Harga emas spot turun sebanyak 1,3% menjadi $1.405,05 per ons, dan diperdagangkan pada $1.407,68 pada jam 11:24 pagi di Singapura. Harga menyentuh level $1,439.21 pada hari Selasa, yang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.