Wall Street jatuh menyusul meningkatnya perang perdagangan AS-Cina
Wednesday, 11 July 2018 23:29 WIB | MARKET UPDATE |DOW JONESS & P 500 Standard & Poor's 500Saham ASNasdaq

Saham AS tergelincir pada hari Rabu, dipimpin oleh saham industri, setelah ancaman Washington untuk mengenakan tarif tambahan senilai $ 200 miliar pada barang Cina meningkatkan kekhawatiran perang perdagangan.

Pejabat AS pada hari Selasa mengeluarkan daftar ribuan impor Cina yang administrasi Trump ingin targetkan dengan tarif baru. Sebagai tanggapan, Cina menuduh Amerika Serikat melakukan intimidasi dan memperingatkan akan menyerang balik.

Hambatan terbesar pada blue-chip Dow adalah Boeing, 3M, Caterpillar dan Chevron. Saham mereka turun antara 1,2 persen dan 2 persen.

Sepuluh dari 11 sektor utama S & P 500 juga bergerak lebih rendah. Sektor industri S & P jatuh 1,21 persen, menjadikannya penurunan terbesar dan hambatan pada indeks S & P.

Dow Jones Industrial Average turun 159,29 poin, atau 0,64 persen, ke level 24.760,37, S & P 500 kehilangan 15,20 poin, atau 0,54 persen ke level 2.778,64 dan Nasdaq Composite terperosok 43,01 poin, atau 0,55 persen, ke level 7,716.19.

Namun, penurunan di indeks belum setajam apa yang mereka alami pada akhir Maret dan awal April ketika retorika perdagangan yang meningkat antara Cina dan Amerika Serikat menyebabkan S & P jatuh lebih dari 2 persen dalam empat sesi.

Sumber: Reuters

RELATED NEWS

Bursa Tokyo Dibuka Lebih Tinggi Dengan Fokus Beralih ke Pertemuan Fed AS
Monday, 17 December 2018 07:41 WIB

Bursa saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada hari Senin karena fokus investor bergeser dari kekhawatiran tentang ekonomi global, yang membebani Wall Street, ke pertemuan Federal Reserve AS pekan ini. Indeks acuan Nikkei 225 naik sebesar 0,18 persen atau 39,06 poin ke level 21.413,89 pada awal perdaga...

Saham Hong Kong menutup pekan ini dengan penurunan tajam (Review)
Saturday, 15 December 2018 04:16 WIB

Saham-saham Hong Kong jatuh pada Jumat ini yang dikarenakan rilisan data terbaru menunjukkan pelemahan lebih lanjut pada ekonomi China sementara investor juga menguangkan keuntungan menyusul pekan yang positif secara luas. Indeks Hang Seng turun 1,62%, atau 429,56 poin, menjadi 26.094,79. Indeks S...

Saham AS Turun Terkait Kekhawatiran di China, Dow Berakhir di Wilayah Koreksi
Saturday, 15 December 2018 04:11 WIB

Saham mengakhiri pekan ini dengan sebuah catatan negatif pada hari Jumat, jatuh tajam di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan global setelah data ekonomi China yang lebih lemah dari perkiraan. Indeks Dow Jones Industrial Average turun sekitar 496 poin atau 2%, untuk berakhir di dekat 24.101, men...

Saham Eropa Ditutup Turun Di Tengah Ketakutan Pertumbuhan Global
Friday, 14 December 2018 23:51 WIB

Saham Eropa ditutup lebih rendah pada Jumat karena data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Stoxx 600 pan-Eropa ditutup sementara turun 0,72 persen di 346.82, dengan hampir semua sektor dan bursa utama di wilayah negatif. Fokus ...

Saham AS Jatuh Bersama Minyak Mentah Seiring Menguatnya Treasuries
Friday, 14 December 2018 23:41 WIB

Volatilitas terus berlangsung di pasar keuangan, dengan saham AS menghapus kenaikan mingguan dan Treasuries yang menguat bersama dengan yen, karena meningkatnya kekhawatiran atas kesehatan ekonomi global membayangi perkembangan perdagangan yang positif dan tanda-tanda kekuatan pada konsumen Amerika....

ANOTHER NEWS
Bursa Tokyo Dibuka Lebih Tinggi Dengan Fokus Beralih ke Pertemuan Fed AS
Monday, 17 December 2018 07:41 WIB Bursa saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada hari Senin karena fokus investor bergeser dari kekhawatiran tentang ekonomi global, yang membebani Wall Street, ke pertemuan Federal Reserve AS pekan ini. Indeks acuan Nikkei 225 naik sebesar 0,18 persen...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.