Dow berusaha hindari penurunan beruntun terpanjangnya dalam 40 thn
Friday, 22 June 2018 23:53 WIB | MARKET UPDATE |DOW JONES Standard & Poor's 500Saham AS

Saham AS naik pada perdagangan sore di Jumat ini, sebagian rebound datang dari tekanan lemahnya perdagangan, meskipun indeks utama tetap di jalur untuk penurunan mingguan.

Sejauh hari ini saham energi mencatat kenaikan terbesar, yang melonjak setelah OPEC mencapai kesepakatan untuk meningkatkan outputnya, meskipun tidak sebanyak yang diharapkan.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 125 poin, atau 0,5%, menjadi 24.586. Indeks blue-chip rata-rata turun selama delapan hari beruntun, yang terpanjang sejak Maret 2017. Jika Indeks blue-chip ditutup lebih rendah pada hari Jumat, mereka melanjutkan penurunan untuk hari kesembilan, yang akan menjadi penurunan beruntun terpanjang sejak 1978.

Indeks S&P 500 bertambah 0,5%, atau 13 poin, menjadi 2,763. Kenaikan hari ini sangat luas, dengan sembilan dari 11 sektor S&P 500 utama lebih tinggi pada hari tersebut. Sektor energi sejauh hari ini mencatat gain terbesar, melonjak 2,9%, sebuah langkah yang mengikuti kenaikan tajam harga minyak mentah.

Indeks Nasdaq Composite tidak berubah berada pada level 7,712.

Untuk pekan ini, Dow turun 1,9%, di jalur untuk penurunan mingguan kedua berturut-turut. S & P telah kehilangan 0,7% dan Nasdaq turun 0,5%, yang terancam untuk mengakhiri kenaikan beruntun empat pekannya.(yds)

Sumber: Marketwatch

RELATED NEWS

Bursa Saham Hong Kong Mendatar Saat Pembukaan Perdagangan
Friday, 23 August 2019 09:17 WIB

Bursa saham Hong Kong dibuka sedikit lebih tinggi pada hari Jumat menyusul kerugian besar sehari sebelumnya dan beberapa jam sebelum pidato kunci oleh bos Federal Reserve Jerome Powell di kemudian hari. Indeks Hang Seng naik tipis 9,16 poin ke level 26.057,88 pada pembukaan. Indeks Shanghai Compos...

Bursa Tokyo Datar Menjelang Pidato Ketua Fed Powell
Friday, 23 August 2019 07:39 WIB

Bursa Tokyo bergerak mendatar pada Jumat ini seiring para investor menunggu petunjuk utama oleh ketua Federal Reserve AS, yang telah mendapat tekanan dari Gedung Putih untuk menurunkan suku bunga. Indeks acuan Nikkei 225 turun tipis, tergelincir 0,01 persen atau 2,41 poin ke level 20.625,60 pada aw...

Saham Boeing Mendorong Dow, Sementara Investor Menunggu Pidato Powell
Friday, 23 August 2019 04:03 WIB

Investor berspekulasi besar pada Boeing untuk saat ini, dan Dow Jones Industrial Average menerima keuntungan dari hal tersebut pada hari Kamis. Dow mengakhiri hari dengan kenaikan 0,2%, atau sekitar 50 poin. Tetapi saham Boeing naik lebih dari 4,3% dan menambahkan hampir 98 poin ke indeks blue-chip...

Saham HongKong berakhir dengan penurunan tajam (review)
Friday, 23 August 2019 03:07 WIB

Saham Hong Kong melemah pada hari Kamis seiring harapan untuk penurunan suku bunga AS dibayangi oleh kekhawatiran terkait ekonomi kota dan dampak protes yang sekarang memasuki bulan ketiga mereka. Indeks Hang Seng turun 0,84 persen, atau 221,32 poin, ke level 26.048,72. Indeks Shanghai Composite b...

Saham AS jatuh seiring ketidakpastian penurunan suku bunga September
Thursday, 22 August 2019 23:18 WIB

Saham lebih rendah pada Kamis ini, yang menghentikan kenaikan sebelumnya karena investor bertanya-tanya apakah Federal Reserve akan memangkas suku bunga bulan depan. Indeks S&P 500 turun 0,3%. Nasdaq Composite diperdagangkan 0,7% lebih rendah. Dow Jones Industrial Average memangkas di sekitar g...

ANOTHER NEWS
Bursa Saham Hong Kong Mendatar Saat Pembukaan Perdagangan
Friday, 23 August 2019 09:17 WIB Bursa saham Hong Kong dibuka sedikit lebih tinggi pada hari Jumat menyusul kerugian besar sehari sebelumnya dan beberapa jam sebelum pidato kunci oleh bos Federal Reserve Jerome Powell di kemudian hari. Indeks Hang Seng naik tipis 9,16 poin ke...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.