Dow catatkan penurunan terpanjang dalam 7 pekan terkait yield obligasi pemerintah
Tuesday, 24 April 2018 03:27 WIB | MARKET UPDATE |DOW JONESS & P 500 Standard & Poor's 500Saham ASNasdaq

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir di wilayah negatif untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Senin, membukukan tren penurunan terpanjang sejak awal Maret, seiring Wall Street bergumul dengan yeild obligasi pemerintah yang meningkat.

Dow ditutup sekitar 14 poin, atau kurang dari 0,1%, lebih rendah di level 24,448. Empat penurunan berturut-turut membuat indeks ini mencatatkan penurunan harian terpanjang sejak periode yang sama yang berakhir pada 2 Maret, menurut data FactSet. Indeks S & P 500 sementara itu, ditutup hampir tidak berubah di level 2.670, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq menyelesaikan sesi dengan penurunan 0,3% ke level 7.128.

Kenaikan dalam suku bunga AS, terutama yield Treasury 10-tahun mendekati 3%, terjadi seiring para pedagang semakin mulai menaikkan perkiraan mereka untuk empat kenaikan suku bunga pada 2018 dari Federal Reserve, bukan tiga seperti yang diindikasikan oleh pembuat kebijakan sebelumnya.

Dalam berita perusahaan, saham Box Inc melonjak hampir 11% setelah Venture kapitalis, Chamath Palihapitiya, mengatakan saham perusahaan penyimpanan cloud memiliki ruang untuk berjalan lebih tinggi dan bahwa perusahaan akan mendapat manfaat dari kemajuan dalam program kecerdasan buatan. Secara terpisah, saham Alcoa Corp merosot 12% setelah Departemen Keuangan mengatakan telah memperpanjang periode pengurangan untuk berurusan dengan perusahaan Rusia Rusal, perusahaan industri pertambangan logam utama. (sdm)

Sumber: Marketwatch

RELATED NEWS

Saham Hong Kong Turun Lebih Dari 3% Pada Pembukaan
Monday, 26 August 2019 08:49 WIB

Saham-saham Hong Kong merosot lebih dari tiga persen dalam beberapa menit pertama pembukaan Senin setelah Donald Trump meningkatkan intensitas perang perdagangannya dengan China, sementara kota itu dilanda protes keras baru pada akhir pekan. Indeks Hang Seng turun 3,27 persen, atau 857,33 poin, men...

Bursa Asia Jatuh, Obligasi Meningkat Seiring Kekhawatiran Perdagangan
Monday, 26 August 2019 07:44 WIB

Saham Asia berada pada zona merah pada hari Senin karena kejadian terbaru dalam perang perdagangan Sino-AS menggoyahkan kepercayaan terhadap ekonomi dunia dan mengirim investor ke zona aman obligasi, emas dan yen Jepang. Hasil pada benchmark 10-year Treasury debt turun ke level terendah sejak perte...

Nikkei Tokyo Dibuka Turun 2,6% Seiring Kenaikan Yen Pada Kekhawatiran Perdagangan
Monday, 26 August 2019 07:28 WIB

Indeks utama Nikkei Tokyo jatuh sebanyak 2,6 persen pada pembukaan Senin seiring pelonjakan yen terhadap dolar karena meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Cina. Nikkei 225 turun 2,56 persen, atau 529,86 poin, menjadi 20.181,05 pada awal perdagangan, sementara indeks Topix yang lebih luas kehilang...

Saham HK mengakhiri minggu ini dengan catatan positif (Review)
Saturday, 24 August 2019 04:05 WIB

Saham Hong Kong mengakhiri minggu dengan kenaikan pada hari Jumat karena investor melihat ke depan untuk pidato kunci di kemudian hari oleh bos Federal Reserve Jerome Powell berharap petunjuk tentang penurunan suku bunga lebih lanjut. Indeks Hang Seng melonjak 0,50 persen, atau 130,61 poin, ke leve...

Saham Dow ditutup turun lebih dari 600 poin
Saturday, 24 August 2019 04:02 WIB

Saham AS mengakhiri hari perdagangan denagn penurunan tajam setelah Presiden Trump meningkatkan retorika perang perdagangan pada Jumat, dengan cuitan-nya bahwa "dengan ini ia memerintahkan" perusahaan AS "untuk segera mulai mencari alternatif diluar China. Saham Dow Jones Industrial Average turun 6...

ANOTHER NEWS
Emas Sentuh Level Tertingginya Lebih Dari 6-Tahun
Monday, 26 August 2019 09:38 WIB Harga emas melonjak ke lelve tertingginya yang baru dalam enam tahun pada hari Senin karena pengumuman tarif baru dalam peningkatan perang perdagangan Sino-AS membuat pasar ekuitas jatuh, dan investor bergegas untuk aset safe-haven. Spot emas...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.