Saham Jepang Turun seiring Trump Pertimbangkan Tarif Tambahan untuk China
Friday, 6 April 2018 14:09 WIB | MARKET UPDATE |Nikkei 225Saham JepangIndeks acuan Nikkei 225Topix JepangJapan Topix

Saham Jepang berakhir lebih rendah setelah berayun antara di antara untung dan rugi seiring investor mempertimbangkan perintah Presiden Donald Trump ke pemerintahannya untuk mempertimbangkan pengenaan tarif tambahan $ 100 miliar pada impor Cina.

Topix turun 0,3% untuk ditutup di level 1,719.30 di Tokyo setelah gain 0,4% pada pembukaan; indeks itu menguat 0,2% untuk minggu ini sementara Nikkei 225 kehilangan 0,4% ke level 21.567,52; namun naik 0,5% untuk pekan 30 Maret. Yen menguat 0,1% ke level 107,31 per dolar setelah jatuh 1,4% dalam tiga hari terakhir.

Saham pembuat elektronik menjadi hambatan terbesar pada indeks Topix, sementara saham pengecer menjadi pendorong terbesar untuk indeks. Takeda Pharmaceutical Co jatuh 5 persen setelah Chief Executive Officer Christophe Weber mengatakan kepada analis bahwa dia sedang mempertimbangkan kesepakatan untuk semua Shire Plc. Seven & i Holdings Co. naik 3,4 persen setelah memperkirakan pertumbuhan laba.

Yen menguat terhadap dolar, menghentikan penurunan tiga harinya setelah perintah Trump merusak optimisme baru-baru ini bahwa ketegangan perdagangan antara AS dan China mereda. (Sdm)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Saham Hong Kong akhiri pekan ini dengan gain besar (Review)
Saturday, 23 March 2019 04:40 WIB

Saham-saham Hong Kong akhiri pekan ini dengan catatan positif pada Jumat ini, yang mengambil isyarat dari reli Wall Street, dengan investor sekarang menungu pembicaraan perdagangan tingkat tinggi abatar China-AS pekan depan. Indeks Hang Seng naik 0,14%, atau 41,80 poin, menjadi ditutup pada level 2...

Saham AS Berakhir Turun Tajam seiring Meningkatnya Kekhawatiran Pertumbuhan Global
Saturday, 23 March 2019 04:14 WIB

Saham AS turun tajam dan berakhir di dekat posisi terendah sesi Jumat karena putaran data ekonomi yang mengecewakan dari Eropa dan inversi kurva imbal hasil keuangan AS memicu kekhawatiran atas pertumbuhan global. Dow Jones Industrial Average turun sekitar 460 poin, atau 1,8%, berakhir di level 25....

Saham AS Turun Seiring Pasar Obligasi Meningkatkan Sinyal Resesi
Saturday, 23 March 2019 00:08 WIB

Saham AS turun tajam pada Jumat ini setelah putaran suram dari data ekonomi makro di Eropa dan Amerika Serikat memicu meningkatkan kekhawatiran pertumbuhan global sementara kurva hasil yang diawasi ketat berbalik arah untuk pertama kalinya sejak 2007 silam, memicu kekhawatiran resesi. Dow Jones Ind...

Bursa Eropa Ditutup Turun Tajam seiring Data Lemah Memicu Kekhawatiran
Saturday, 23 March 2019 00:04 WIB

Saham Eropa tergelincir pada Jumat karena data ekonomi yang lebih buruk dari perkiraan mengintensifkan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global. Indeks Pan-European Stoxx 600 turun 1,29 persen ke level 375,78, dengan semua sektor dan bursa berubah negatif. Ekuitas awalnya positif di awal...

Saham AS turun pasca data Eropa yang lemah pada kekhawatiran pertumbuhan
Friday, 22 March 2019 20:53 WIB

Saham AS jatuh pada awal perdagangan pada Jumat ini, setelah putaran suram dari data Eropa menggarisbawahi kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi global. Dow Jones Industrial Average turun 118 poin, atau 0,5%, menjadi 25.845, sementara indeks S&P 500 turun 11 poin, atau 0,4% menjadi 2.843. N...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong akhiri pekan ini dengan gain besar (Review)
Saturday, 23 March 2019 04:40 WIB Saham-saham Hong Kong akhiri pekan ini dengan catatan positif pada Jumat ini, yang mengambil isyarat dari reli Wall Street, dengan investor sekarang menungu pembicaraan perdagangan tingkat tinggi abatar China-AS pekan depan. Indeks Hang Seng naik...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.