Indeks Berjangka AS Menurun Karena Investor Gagal Mengalahkan Kekhawatiran akan Kemunduran
Tuesday, 14 November 2017 18:59 WIB | MARKET UPDATE |

Indeks saham berjangka AS berjuang untuk membuat kenaikan pada hari Selasa, karena kekhawatiran akan kemunduran terus membayangi investor, yang terus mengawasi berita tentang rencana reformasi pajak AS.

Sementara itu, para bank sentral mulai fokus, karena Ketua Federal Reserve Janet Yellen bergabung dengan rekan-rekannya dari Eropa dan Jepang di sebuah diskusi di Frankfurt. Komentar diharapkan dari pembicara Fed lainnya, karena investor mendengarkan petunjuk mengenai jalur suku bunga AS.

Indeks S & P 500 berjangka turun 3,65 poin ke level 2.578, sementara Dow Jones Industrial Average berjangka melemah 14 poin berada di level 23.392. Indeks Nasdaq-100 berjangka merosot 1,5 poin berada di level 6.310,50.

Pada hari Senin, indeks utama AS membukukan kenaikan moderat, terkait ketidakpastian mengenai undang-undang pemotongan pajak Republik terus berlanjut dan seiring saham blue-chip General Electric Co mencapai level terendahnya di lebih dari lima tahun terakhir. Indeks S & P 500 ditutup naik 0,1 % ke level 2.584,84, sementara Indeks Dow menguat 17,49 poin menjadi berakhir pada level 23,439.70. Indeks Nasdaq Composite naik 0,1 % menjadi berakhir pada level 6.757,60. (knc)

Sumber : Market Watch

RELATED NEWS

Saham Hong Kong dan China Menguat Pasca sell-off (Review)
Saturday, 25 November 2017 06:00 WIB

Saham Hong Kong kembali menguat pada hari Jumat dari kerugian hari sebelumnya, sementara saham Shanghai naik tipis setelah penurunan tajam, namun para pedagang tetap mengawasi tindakan keras China terhadap investasi spekulatif. Indeks Hang Seng menguat 0,53 persen atau 158,38 poin, ditutup pada lev...

Bursa AS ditutup menguat; S&P 500, Nasdaq berakhir dengan membukukan rekor
Saturday, 25 November 2017 01:22 WIB

Bursa saham AS ditutup menguat pada hari Jumat, dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite berakhir di semua waktu tertinggi sepanjang masa. Ketiga indeks acuan utama tersebut membukukan kenaikan mingguan pertama mereka dalam tiga minggu terakhir. Indeks S&P 500 naik 5,34 poin atau 0,2% menjadi 2....

Eropa berakhir beragam karena masih adanya ketidakpastian politik
Saturday, 25 November 2017 00:13 WIB

Saham-saham Eropa mengalami sedikit tekanan pada hari Jumat, di tengah tingkat likuiditas yang lebih rendah karena liburan Thanksgiving. Indeks European STOXX 600 tergelincir 0,13 persen pada penutupan perdagangan ke level 386,63, setelah berfluktuasi antara keuntungan dan kerugian selama perdagang...

S & P 500, Nasdaq Dibuka di Level Tertinggi Intradaynya Untuk Mengawali Black Friday
Friday, 24 November 2017 21:47 WIB

Indeks saham AS dibuka sedikit lebih tinggi, diperdagangkan di atau dekat wilayah rekornya, dalam sesi yang akan dipersingkat, karena investor fokus pada retailers di Black Friday. Dow Jones Industrial Average naik 37 poin atau 0,2% menjadi 23.566, indeks S & P 500 naik 0,2% pada 2.602, menyent...

Indeks Berjangka AS Menuju Gain Mingguan, Dengan Retailers Berfokus Pada Black Friday
Friday, 24 November 2017 18:39 WIB

Indeks saham berjangka AS bergerak lebih tinggi pada hari Jumat, dalam apa yang akan menjadi sesi singkat yang cenderung didominasi oleh retailer seperti Wal-Mart Stores Inc. saat belanja liburan Black Friday dimulai. Indeks berjangka S & P 500 naik 3,9 poin atau 0,1% menjadi 2.598,50, sementar...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong dan China Menguat Pasca sell-off (Review)
Saturday, 25 November 2017 06:00 WIB Saham Hong Kong kembali menguat pada hari Jumat dari kerugian hari sebelumnya, sementara saham Shanghai naik tipis setelah penurunan tajam, namun para pedagang tetap mengawasi tindakan keras China terhadap investasi spekulatif. Indeks Hang Seng...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.