Saham-Saham Energi Memimpin Penguatan Bursa Jepang
Tuesday, 11 October 2016 08:08 WIB | MARKET UPDATE |Nikkei 225Saham JepangIndeksTopix

Bursa saham Jepang dibuka naik, menyusul reli global, minyak diperdagangkan mendekati level penutupan tertinggi dalam 16 bulan dan Hillary Clinton tampaknya memperketat cengkeramannya pada pemilihan presiden AS bulan November mendatang.

Indeks Topix naik 0,5 persen ke 1,357.60 pada pukul 09:05 pagi di Tokyo, yang dipimpin oleh saham-saham energi. Indeks Nikkei 225 menguat 0,8% persen ke level 16,986.15. Saham-saham kembali diperdagangkan setelah liburan di Jepang pada hari Senin, ketika ekuitas global menguat dan setelah debat presiden AS kedua menambahkan spekulasi bahwa Clinton akan menang atas Donald Trump. Yen memangkas keuntungan terhadap dolar pada Senin kemarin setelah pada hari Jumat melonjak 0,9 persen. Dua produsen minyak mentah terbesar dunia, Arab Saudi dan Rusia, mengatakan mereka siap untuk bekerja sama untuk membatasi produksi.

Sementara itu, bank sentral Jepang masih memiliki ruang untuk meningkatkan stimulus moneter dan tidak bermaksud untuk mengurangi program pembelian obligasi segera, Gubernur Haruhiko Kuroda mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Television pada hari Sabtu.(frk)

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS

Ekuitas Asia Turun, Terkait Kekhawatiran Atas Pertumbuhan dan Perang Perdagangan
Wednesday, 23 January 2019 08:43 WIB

Saham Asia melemah pada hari Rabu di tengah meningkatnya tanda-tanda perlambatan pertumbuhan global dan kekhawatiran atas perang perdagangan antara Sino-AS yang belum terselesaikan. Indeks Nikkei Jepang turun sebanyak 0,7 persen sementara Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang merosot ...

Bursa Tokyo Dibuka Lebih Rendah Karena Munculnya Kembali Kekhawatiran Perang Dagang
Wednesday, 23 January 2019 07:45 WIB

Bursa saham Tokyo dibuka lebih rendah pada hari Rabu ditengah kekhawatiran atas perang perdagangan antara AS-China muncul kembali. Indeks acuan Nikkei 225 turun sebesar 0,80 persen atau 164,15 poin ke level 20.458,76 pada awal perdagangan, sementara Indeks Topix yang lebih luas melemah 0,69 persen,...

Saham Hong Kong dan Shanghai turun tajam pada penutupan (Review)
Wednesday, 23 January 2019 04:41 WIB

Saham-saham Hong Kong berubah negatif pada hari Selasa setelah rally baru-baru ini seiring aksi ambil untung, sementara pedagang juga ketakutan dengan laporan yang mengatakan Tiongkok dan AS sedang berjuang untuk membuat kemajuan pada bagian dari pembicaraan perdagangan mereka. Indeks Hang Seng mer...

Dow Catatkan Penurunan sekitar 300 poin Pada Penutupan Perdagangan
Wednesday, 23 January 2019 04:40 WIB

Saham AS ditutup melemah tajam pada hari Selasa, mengawali hari pasca liburnya dengan kerugian, setelah kekhawatiran atas ekonomi global mendapatkan momentum. S&P 500 turun 1,4% menjadi berakhir di sekitar 2.633. Dow Jones Industrial Average turun 299 poin, atau 1,2%, berakhir di dekat 24.408, ...

Dow jatuh 200 poin di tengah kekhawatiran melambatnya ekonomi global
Tuesday, 22 January 2019 23:26 WIB

Saham AS jatuh pada hari Selasa, yang merupakan hari perdagangan pertama di pekan ini, karena data yang lemah dari China serta perkiraan pertumbuhan global yang lebih rendah dari Dana Moneter Internasional memperbaharui kekhawatiran ekonomi global melambat. Dow Jones Industrial Average turun 200 po...

ANOTHER NEWS
Ekuitas Asia Turun, Terkait Kekhawatiran Atas Pertumbuhan dan Perang Perdagangan
Wednesday, 23 January 2019 08:43 WIB Saham Asia melemah pada hari Rabu di tengah meningkatnya tanda-tanda perlambatan pertumbuhan global dan kekhawatiran atas perang perdagangan antara Sino-AS yang belum terselesaikan. Indeks Nikkei Jepang turun sebanyak 0,7 persen sementara Indeks...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.