Sentimen Data AS, Nikkei 225 Perpanjang Level 6 Tahun Tertingginya
Tuesday, 24 December 2013 15:10 WIB | MARKET UPDATE |Nikkei 225Saham

Bloomberg (24/12) -- Indeks Nikkei 225 Stock Average perpanjang level enam tahun tertingginya sejalan dengan data menunjukkan bahwa ekonomi AS mengalami pemulihan. Indeka acuan tersebut naik diatas 16,000 untuk pertama kalinya sejak tahun 2007 sebelum pangkas gain.

Mitsubishi Motors Corp. naik tajam pada indeks Nikkei 225 pasca menaikkan perkiraan labanya. NKSJ Holdings Inc. naik sebesar 1.8% pasca Nomura Holdings Inc. mendorong target harganya pada asuransi. Japan Tobacco Inc. turun sebesar 2.2%.

Indeks Nikkei 225 naik sebesar 0.1% ke level 15,889.33 di Tokyo, level penutupan tertingginya sejak Desember 2007. Indeks acuan tersebut memangkas gain pasca mengalami kenaikan sebesar 1% ke level 16,029.65 pada sesi pagi hari. Indeks Topix tergelincir sebesar 0.3% ke level 1,257.55. Yen melemah sebesar 0.1% ditransaksikan pada level 104.22 per dolar. Bursa Jepang tutup kemarin dikarenakan adanya libur nasional.

Kontrak berjangka pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah pada hari ini. Indeks acuan ekuitas tersebut naik sebesar 0.5% kemarin. Sementara bursa Jepang tutup, data menunjukkan belanja konsumen AS naik di bulan November, kenaikan tajam dalam lima bulan terakhir dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga mengalami kenaikan tajam dari perkiraan sebelumnya. (bgs)

RELATED NEWS

Ekuitas Asia Turun, Terkait Kekhawatiran Atas Pertumbuhan dan Perang Perdagangan
Wednesday, 23 January 2019 08:43 WIB

Saham Asia melemah pada hari Rabu di tengah meningkatnya tanda-tanda perlambatan pertumbuhan global dan kekhawatiran atas perang perdagangan antara Sino-AS yang belum terselesaikan. Indeks Nikkei Jepang turun sebanyak 0,7 persen sementara Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang merosot ...

Bursa Tokyo Dibuka Lebih Rendah Karena Munculnya Kembali Kekhawatiran Perang Dagang
Wednesday, 23 January 2019 07:45 WIB

Bursa saham Tokyo dibuka lebih rendah pada hari Rabu ditengah kekhawatiran atas perang perdagangan antara AS-China muncul kembali. Indeks acuan Nikkei 225 turun sebesar 0,80 persen atau 164,15 poin ke level 20.458,76 pada awal perdagangan, sementara Indeks Topix yang lebih luas melemah 0,69 persen,...

Saham Hong Kong dan Shanghai turun tajam pada penutupan (Review)
Wednesday, 23 January 2019 04:41 WIB

Saham-saham Hong Kong berubah negatif pada hari Selasa setelah rally baru-baru ini seiring aksi ambil untung, sementara pedagang juga ketakutan dengan laporan yang mengatakan Tiongkok dan AS sedang berjuang untuk membuat kemajuan pada bagian dari pembicaraan perdagangan mereka. Indeks Hang Seng mer...

Dow Catatkan Penurunan sekitar 300 poin Pada Penutupan Perdagangan
Wednesday, 23 January 2019 04:40 WIB

Saham AS ditutup melemah tajam pada hari Selasa, mengawali hari pasca liburnya dengan kerugian, setelah kekhawatiran atas ekonomi global mendapatkan momentum. S&P 500 turun 1,4% menjadi berakhir di sekitar 2.633. Dow Jones Industrial Average turun 299 poin, atau 1,2%, berakhir di dekat 24.408, ...

Dow jatuh 200 poin di tengah kekhawatiran melambatnya ekonomi global
Tuesday, 22 January 2019 23:26 WIB

Saham AS jatuh pada hari Selasa, yang merupakan hari perdagangan pertama di pekan ini, karena data yang lemah dari China serta perkiraan pertumbuhan global yang lebih rendah dari Dana Moneter Internasional memperbaharui kekhawatiran ekonomi global melambat. Dow Jones Industrial Average turun 200 po...

ANOTHER NEWS
Ekspor Jepang Merosot Saat Pertumbuhan Ekonomi Melambat di Tiongkok
Wednesday, 23 January 2019 09:01 WIB Ekspor Jepang turun untuk kedua kalinya dalam empat bulan terakhir pada bulan Desember karena melemahnya permintaan dari China dan risiko perang dagang menutupi pandangan. Nilai ekspor turun 3,8 persen dari tahun sebelumnya, menurut laporan dari...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.