Wall St. dan Main St. Lihat Harga Emas Lebih Tinggi
Monday, 18 June 2018 17:03 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Wall Street dan Main Street keduanya melihat harga emas untuk naik minggu ini, berdasarkan survei mingguan Kitco News.

Logam ini berada dalam rentang perdagangan terbatas untuk sebagian besar pekan lalu sebelum jatuh dengan komoditas lain pada hari Jumat di tengah penguatan dolar AS seiring kembali meningkatnya kekhawatiran perang perdagangan AS-Cina. Peristiwa berita penting lainnya minggu lalu adalah KTT Korea Utara-AS., kenaikan suku bunga 25-basis poin oleh Federal Reserve, ditambah pengumuman Bank Sentral Eropa bahwa pelonggaran kuantitatif akan berakhir ketika tahun 2018 berakhir meskipun suku bunga kemungkinan tidak akan naik sampai akhir musim panas 2019.

Enam belas profesional pasar mengambil bagian dalam survei. Ada 10 suara, atau 63%, menyerukan harga emas naik. Ada empat suara, atau 25%, menyerukan emas jatuh, sementara dua pemilih, atau 13%, melihat pergerakan pasar ke samping (sideways).

Sementara itu, 1.081 pemilih mengambil bagian dalam survei online Main Street. Sebanyak 683 responden, atau 63%, memperkirakan bahwa harga emas akan lebih tinggi dalam seminggu. 306 pemilih lainnya, atau 28%, mengatakan emas akan jatuh, sementara 95, atau 8%, melihat pergerakan sideways.

 "Saya bullish pada emas untuk minggu ini karena sejumlah alasan," kata Colin Cieszynski, kepala strategi pasar di SIA Wealth Management. "Rasanya bagi saya seperti penurunan emas baru-baru ini telah mengambil jalurnya, indikator momentum seperti RSI [Relative Strength Index] telah berbalik ke atas. Saham emas dan perak menguat, yang mana sering menjadi indikator utama untuk emas. Berita tentang The Fed sudah keluar sehingga membuat saya bertanya-tanya apa yang diperlukan untuk mendorong USD [dolar AS] lebih tinggi dalam jangka pendek. "

Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group, dan Daniel Pavilonis, broker komoditas senior dengan RJO Futures, keduanya melihat emas naik seiring kekhawatiran inflasi. Keduanya mengutip kemampuan logam untuk maju pada hari Kamis bahkan meski dolar AS memiliki pola yang lebih kuat.

Mark Leibovit, editor dari VR Gold Letter, juga mengatakan emas akan bergerak lebih tinggi. œPola sepertinya telah dimulai lebih awal. Bullish untuk beberapa minggu ke depan, katanya.

Adrian Day, pimpinan dan chief executive officer dari Adrian Day Asset Management, juga bullish pada emas.

"Pasar emas telah cukup jelas telah mendiskon tingkat suku bunga Federal Reserve," kata Day. "Memang, ini telah menjadi pola sejak kenaikan pertama pada akhir 2015: emas jatuh menjelang kenaikan suku bunga, dan kemudian segera rally setelah itu,"

Jim Wyckoff, analis teknikal senior dari Kitco, berkomentar bahwa "teknisi telah membaik dan penghindaran risiko telah meningkat sedikit terlambat minggu lalu."

Sementara itu, Ralph Preston, pimpinan Heritage West Financial, adalah salah satu peserta Wall Street yang melihat harga lebih rendah.

"Harga secara teknis terbatasi di zona $ 1,350 dalam basis bulanan / kuartalan, mengisyaratkan bahwa logam ini belum siap untuk rally secara berkelanjutan," kata Preston. œKita mungkin melihat lonjakan lebih tinggi pada peristiwa geopolitik; namun, saya tidak melihat harga menahan kenaikan signifikan dalam menghadapi penguatan dolar AS. 

David Madden, analis pasar di CMC Markets, mengatakan dia bearish pada emas dalam waktu dekat seiring logam ini tidak mampu menembus  leveldi atas MA 200-hari.

Kevin Grady, presiden Phoenix Futures and Options, mengatakan dia netral pada harga emas untuk minggu ini, menempatkan resistensi sekitar $ 1,313 dan $ 1,320.

"Saya tidak akan mempertimbangkan membeli emas sampai saya melihat penyelesaian yang meyakinkan di atas area $ 1.320 itu," kata Grady. (Sdm)

Sumber: Kitco News

RELATED NEWS

Wall St, Main St. Perkirakan Emas Terus Bersinar
Monday, 10 December 2018 13:04 WIB

Wall Street dan Main Street keduanya melihat emas untuk membangun pergerakan minggu lalu untuk bergerak lebih tinggi selama minggu depan, berdasarkan survei emas Kitco News. Pengamat memperkirakan laporan yang lebih lemah dari perkiraan pada payroll nonfarm AS akan terus menawarkan dukungan kepada ...

Bisakah Emas Atasi Kutukan Desember?
Tuesday, 4 December 2018 12:00 WIB

Seorang analis komoditas mengatakan dia sedang menunggu untuk melihat apakah pasar emas dapat mengalahkan kutukan Desember seiring pasar memulai bulan dengan catatan yang kuat, diperdagangkan tepat di bawah level resisten kritis $ 1.240 per ounce. Dalam tiga tahun terakhir, Desember bukanlah bulan ...

Emas Terlihat Baik Pada 2019 Tetapi Butuh Inflasi Untuk Tembus $ 1.300 - IHS Markit
Tuesday, 27 November 2018 05:37 WIB

Meskipun pasar emas dapat diperdagangkan di atas kisaran enam bulan saat ini pada tahun 2019, investor seharusnya tidak mengharapkan harga untuk menembus orbit mereka, menurut salah satu perusahaan riset internasional. Dalam wawancara telepon dengan Kitco News, KC Chang, ekonom senior di IHS Markit...

Emas Baru Saja Memulai - Scotiabank
Tuesday, 20 November 2018 05:51 WIB

Meskipun pasar emas tidak mampu mempertahankan momentum Oktober-nya, satu bank Kanada belum siap untuk menyerah pada logam mulia ini. Analis di Scotiabank mengatakan bahwa mereka melihat potensi lebih lanjut untuk logam kuning seiring bank melihat gelombang sentimen risk-off membentang sampai pasar...

Harga Emas Mungkin Jatuh Lebih Jauh Seiring Berlanjutnya Pemulihan Dolar AS
Monday, 12 November 2018 16:36 WIB

Harga emas turun bahkan meski imbal hasil obligasi mengikuti pergerakan lebih rendah saham dan jalur kenaikan suku bunga acuan yang tersirat dalam berjangka Fed Funds mendatar pada hari Jumat. Dolar AS kembali menemukan daya tarik havennya terhadap latar belakang risk-off, dan kenaikannya menggerogo...

ANOTHER NEWS
Bursa Tokyo Dibuka Lebih Tinggi Dengan Fokus Beralih ke Pertemuan Fed AS
Monday, 17 December 2018 07:41 WIB Bursa saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada hari Senin karena fokus investor bergeser dari kekhawatiran tentang ekonomi global, yang membebani Wall Street, ke pertemuan Federal Reserve AS pekan ini. Indeks acuan Nikkei 225 naik sebesar 0,18 persen...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.