Bloomberg Intelligence: Bersiaplah, 'Breakout Besar untuk Emas' akan Datang
Monday, 2 April 2018 11:37 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Rally emas kemungkinan akan terjadi di bulan April, kata analis strategi komoditas Bloomberg Intelligence Mike McGlone, menambahkan bahwa tidak banyak yang mengerti bagaimana itu bisa terjadi.

"Sesuatu yang tidak biasa harus terjadi untuk menjadi penggerak utama emas untuk mencegah babak berikutnya dari reli harga," kata McGlone dalam sebuah catatan yang diterbitkan pada hari Kamis. œKenaikan suku bunga Fed pada bulan Maret memberi lampu hijau bagi emas untuk bergerak lebih tinggi di musim semi. Pemulihan baru dalam volatilitas VIX dan inflasi, ditambah dolar yang menurun, menguntungkan emas. 

Catatan Bloomberg dirilis setelah harga emas turun ke sekitar level $ 1,325 pada hari Rabu, diikuti oleh sesi perdagangan yang tidak menarik pada hari Kamis.

Logam akan memulai perdagangan bulan April dengan pijakan yang solid, terutama jika dibandingkan dengan pasar saham yang "goyah", kata McGlone.

"Emas yang sudah sangat terkompresi bersiap untuk menembus level resistensi, sementara industri logam kemungkinan akan pulih dari tes support paling signifikan yang baru muncul di pasar bull," tulis analis tersebut. "Permintaan logam primer vs supply drivers semakin menguntungkan emas seiring juga penurunan dolar."

Satu-satunya elemen yang dapat membalikkan tren bullish emas adalah pemulihan dalam inflasi dan pembalikan dalam volatilitas pasar saham, yang keduanya tidak mungkin terjadi, McGlone menambahkan.

Analis emas lainnya tampaknya setuju dengan ekspektasi reli McGlone, mengatakan kepada Kitco News pada hari Kamis untuk tidak kehilangan kepercayaan pada logam kuning, yang diharapkan akhirnya akan menembus level $ 1.400.

œSaya berharap dolar AS akan kehilangan 5% lagi tahun ini dan itu akan menjadi bullish untuk emas, kata Bill Baruch, presiden Blue Line Futures. (Sdm)

Sumber: Kitco News

RELATED NEWS

Celah Bearish Muncul Di Pasar Bullish Emas
Monday, 19 August 2019 15:16 WIB

Setelah tiga minggu berturut-turut mengalami penguatan, retakan mulai muncul di lapisan bullish emas, terutama di kalangan analis Wall Street, menurut hasil terbaru dari Survei Emas Mingguan Kitco News. Ini telah menjadi minggu yang bergejolak untuk logam mulia karena resesi terburuk dan level tere...

Wall Street, Main Street Tetap Bullish Pada Emas, Tapi Kehati-hatian Meningkat
Monday, 12 August 2019 12:41 WIB

Pasar tetap tegas terhadap bullish pada emas. Tapi, melihat berita utama, logam kuning mulai terlihat overbought, menurut beberapa analis. Pasar emas berada di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari tiga tahun terakhir seiring harga diperdagangkan di dekat level tertinggi baru dala...

Survei Emas Menunjukkan Bullish Berada Dalam Kendali Penuh
Monday, 5 August 2019 13:19 WIB

Bearish emas memiliki kesempatan untuk mengendalikan pasar tetapi gagal, dan sekarang bullish berada dalam kendali penuh karena Wall Street dan Main Street berharap untuk melihat harga yang lebih tinggi dalam waktu dekat karena ketidakpastian mendominasi pasar keuangan. "Bearish mencoba menembus pa...

Wall St., Main St .: Emas Akan Bersinar Selama Pekan Pertemuan FOMC
Monday, 29 July 2019 14:29 WIB

Wall Street dan Main Street keduanya melihat harga emas untuk naik minggu ini, dengan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) diperkirakan akan memangkas suku bunga AS, menurut survei emas mingguan Kitco News. Responden Wall Street mengutip sikap dovish The Fed, momentum grafik teknis dalam emas dan ke...

Wall St., Main St. Melihat Harga Emas Mempertahankan Momentum Kenaikan
Monday, 22 July 2019 13:24 WIB

Wall Street dan Main melihat emas akan menjaga kenaikannya baru-baru ini, menurut survei emas mingguan Kitco News. Emas telah mencapai level tertinggi baru dalam enam tahun di layar perdagangan setelah sikap dovish yang terbaru dari pejabat Federal Reserve pada Kamis pekan lalu. "Emas tidak hanya ...

ANOTHER NEWS
Korsel Batalkan Perjanjian Berbagi Data Intelijen Militer dengan Jepang
Thursday, 22 August 2019 23:24 WIB Di tengah meruncingnya perselisihan sengit dengan Jepang, Korea Selatan memutuskan untuk membatalkan perjanjian berbagi data intelijen militer dengan Tokyo. Hal ini membuka perpecahan baru dalam kerjasama keamanan trilateral di antara Amerika...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.