Analis: Harga emas sentuh $ 1.300? Tergantung pada Senat AS
Tuesday, 28 November 2017 14:59 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Semua mata tertuju pada Capitol Hill minggu ini untuk pemungutan suara reformasi pajak di Senat AS. Menurut salah satu analis, lanskap politik bisa menentukan apakah emas akan melaju ke atas level $ 1.300 per ounce.

Dalam sebuah catatan penelitian Senin, Jonathan Butler, analis logam mulia di Mitsubishi, mengatakan ketidakpastian politik AS mewakili potensi terbesar pasar emas, dengan fokus pada pemungutan suara untuk reformasi pajak minggu ini dan plafon hutang minggu depan.

"Prospek untuk emas dan logam mulia adalah bahwa berita makroekonomi dapat memberikan headwinds jangka pendek, namun gambaran jangka panjang umumnya didukung dengan potensi kenaikan substansial dalam beberapa minggu mendatang jika pemerintah AS gagal menyetujui reformasi pajak ataupun plafon hutang, "katanya.

Komentar Butler datang seiring harga emas tetap berada dalam jarak sentuh $ 1.300 per ounce. Emas berjangka Desember diperdagangkan terakhir di level $ 1,294.10 per ounce, naik 0,53% pada Senin siang. Emas mendapat keuntungan dari penurunan dolar AS, yang diperdagangkan mendekati level terendah dua bulan, serta kurva yield yang datar, dengan spread antara obligasi 2 tahun dan 10 tahun turun menjadi 57 basis poin, ysang merupakan level terendah baru multi-tahun.

Ketidakpastian atas pemungutan suara sangat tinggi, dengan banyak orang mengharapkan untuk melihat pertempuran yang sengit seiring Partai Republik hanya memiliki mayoritas ramping di Senat. Partai Republik hanya bisa kehilangan dua suara dari partai mereka sendiri atas undang-undang tersebut.

Mengeruhkan situasi politik minggu ini yakni Kantor Anggaran Kongres, yang hari Minggu kembali menegaskan temuannya bahwa undang-undang yang diusulkan tersebut akan menaikkan hutang nasional sebesar $ 1,4 triliun dolar; Namun, kantor bipartisan tersebut tidak memberikan angka pasti.

"Kegagalan dalam menyetujui reformasi pajak atau plafon utang bisa merusak aset berisiko, dan terutama untuk dolar AS sementara hal itu mendukung emas sebagai lindung nilai risiko," kata Butler. "Jika berhasil, kita akan bisa melihat kembalinya perdagangan ˜Trumpflation™ - memberikan dorongan pada ekuitas dan merusak emas." (sdm)

Sumber: Kitco News

RELATED NEWS

TD Securities: Jika Fed Sinyalkan Inflasi yang Lemah, Emas Bisa Bergerak Kembali ke $ 1.300
Tuesday, 12 December 2017 18:10 WIB

Setelah sesi perdagangan yang mengecewakan, satu bank melihat emas bisa mengakhiri pekan ini dengan catatan positif, dengan harga mungkin bergerak naik ke level $ 1.300 per ounce jika Federal Reserve pada hari Rabu nanti mengisyaratkan inflasi yang lemah. "Jika inflasi mengecewakan atau Fed mengkom...

Emas Keluar dari 'Kutukan Desember' Namun Perak Tidak Demikian - Analis
Tuesday, 5 December 2017 19:58 WIB

Emas tidak mungkin mengakhiri tahun ini di level terendah tahunan, meski tidak akan mampu melepaskan diri dari kutukan Desember seluruhnya, menurut seorang analis komoditas. Sejak 2013, emas telah mengukir pola akhir tahun yang cukup dikenal dengan harga jatuh ke atau mendekati posisi terendah tahu...

Saxo Bank: Inilah Peluang Terbaik Emas untuk Tembus $ 1.300
Friday, 24 November 2017 02:42 WIB

Pedagang emas harus bersabar seiring pasar tetap terjebak dalam kisaran perdagangan yang sempit, menurut seorang analis komoditas yang melihat potensi pertumbuhan harga lebih tinggi menjelang akhir tahun. Ole Hansen, pimpinan strategi komoditas di Saxo Bank, mengatakan bahwa kurva yield yang lebih ...

Harga Emas Masih Bisa Mengejutkan Dengan 'Akhir yang Kuat' di 2017
Friday, 17 November 2017 03:30 WIB

Para bears emas berwaspada, harga bisa mengakhiri tahun dengan "akhir yang kuat" tahun ini, kata seorang analis. "Saya tetap konstruktif di GLD dalam waktu dekat, mengharapkan akhir yang kuat untuk tahun ini," Boris Mikanikrezai, analis logam mulia di FastMarkets, menulis dalam sebuah wawancara den...

Apa yang Emas Lakukan di saat Trump Bercuit di Twitter?
Thursday, 9 November 2017 22:04 WIB

Ketika Presiden Donald Trump bercuit di Twitter, pasar mendengarkan. Kami melihat ini di saat dia berkicau di Twitter untuk menyerang Nordstrom yang menghilangkan spot untuk lini busana putrinya. Saham department store tersebut turun sebanyak 1% dalam satu menit setelah tweet tersebut diposting. N...

ANOTHER NEWS
Minyak Memperpanjang Kenaikan Menuju $58 Saat Pengebor AS Memangkas Jumlah Rig
Monday, 18 December 2017 13:49 WIB Minyak memperpanjang kenaikan ke level $58 per barel karena pengebor asal AS menargetkan mengurangi jumlah rig minyak mentah untuk pertama kalinya dalam empat minggu. Minyak berjangka menambahkan 0,5 persen di New York setelah naik 0,5 persen pada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.