Harga Emas Masih Bisa Mengejutkan Dengan 'Akhir yang Kuat' di 2017
Friday, 17 November 2017 03:30 WIB | GOLD CORNER |Gold OutlookGold Corner

Para bears emas berwaspada, harga bisa mengakhiri tahun dengan "akhir yang kuat" tahun ini, kata seorang analis.

"Saya tetap konstruktif di GLD dalam waktu dekat, mengharapkan akhir yang kuat untuk tahun ini," Boris Mikanikrezai, analis logam mulia di FastMarkets, menulis dalam sebuah wawancara dengan Seeking Alpha pada hari Rabu.

Saat membentuk analisisnya, Mikanikrezai melihat posisi spekulatif neto pada kepemilikan Comex dan exchange-traded fund (ETF).

"Emas terlihat memiliki beberapa tekanan ke atas dengan latar belakang makro yang semakin bersahabat bagi kompleks precious metals," katanya.

Data CFTC terbaru menunjukkan bahwa money managers menaikkan posisi net long mereka untuk pertama kalinya dalam delapan minggu antara 31 Oktober-7 November, sementara harga emas spot naik 0,6% dari $ 1,270 per ons menjadi $ 1,278, kata ahli strategi tersebut.

"Posisi net long fund - di 483,96 ton pada 7 November - naik 13,46 ton atau 3% dari minggu sebelumnya (b / b). Ini didorong secara eksklusif oleh akumulasi yang panjang (+14,54 ton w / w) dan diimbangi sedikit oleh beberapa penguatan kembali yang berumur pendek (+1,09 ton w / w), "katanya.

Bagian lain dari analisis Mikanikrezai mengungkapkan bahwa investor ETF tidak melompat pada kesempatan untuk meningkatkan kepemilikan emas mereka antara 3-10 November, "meskipun terdapat dorongan makro yang bersahabat."

Menurut strategist, "pasar GLD tetap berada dalam mode 'buy on the dips'."

GLD merupakan simbol ticker dari ETF yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Shares, yang diperdagangkan di New York Stock Exchange.

Pada hari Rabu, harga emas menghentikan semua kenaikan semalam seiring indeks dolar AS naik dari posisi terendah hariannya.

"Sejumlah laporan penting AS yang dirilis hari ini memberikan pengangkatan singkat pada harga logam mulia. Namun, pengaruh bearish greenback terbukti terlalu kuat hari ini, "kata Jim Wyckoff, analis teknis senior Kitco. (Sdm)

Sumber: Kitco News

RELATED NEWS

TD Securities: Jika Fed Sinyalkan Inflasi yang Lemah, Emas Bisa Bergerak Kembali ke $ 1.300
Tuesday, 12 December 2017 18:10 WIB

Setelah sesi perdagangan yang mengecewakan, satu bank melihat emas bisa mengakhiri pekan ini dengan catatan positif, dengan harga mungkin bergerak naik ke level $ 1.300 per ounce jika Federal Reserve pada hari Rabu nanti mengisyaratkan inflasi yang lemah. "Jika inflasi mengecewakan atau Fed mengkom...

Emas Keluar dari 'Kutukan Desember' Namun Perak Tidak Demikian - Analis
Tuesday, 5 December 2017 19:58 WIB

Emas tidak mungkin mengakhiri tahun ini di level terendah tahunan, meski tidak akan mampu melepaskan diri dari kutukan Desember seluruhnya, menurut seorang analis komoditas. Sejak 2013, emas telah mengukir pola akhir tahun yang cukup dikenal dengan harga jatuh ke atau mendekati posisi terendah tahu...

Analis: Harga emas sentuh $ 1.300? Tergantung pada Senat AS
Tuesday, 28 November 2017 14:59 WIB

Semua mata tertuju pada Capitol Hill minggu ini untuk pemungutan suara reformasi pajak di Senat AS. Menurut salah satu analis, lanskap politik bisa menentukan apakah emas akan melaju ke atas level $ 1.300 per ounce. Dalam sebuah catatan penelitian Senin, Jonathan Butler, analis logam mulia di Mitsu...

Saxo Bank: Inilah Peluang Terbaik Emas untuk Tembus $ 1.300
Friday, 24 November 2017 02:42 WIB

Pedagang emas harus bersabar seiring pasar tetap terjebak dalam kisaran perdagangan yang sempit, menurut seorang analis komoditas yang melihat potensi pertumbuhan harga lebih tinggi menjelang akhir tahun. Ole Hansen, pimpinan strategi komoditas di Saxo Bank, mengatakan bahwa kurva yield yang lebih ...

Apa yang Emas Lakukan di saat Trump Bercuit di Twitter?
Thursday, 9 November 2017 22:04 WIB

Ketika Presiden Donald Trump bercuit di Twitter, pasar mendengarkan. Kami melihat ini di saat dia berkicau di Twitter untuk menyerang Nordstrom yang menghilangkan spot untuk lini busana putrinya. Saham department store tersebut turun sebanyak 1% dalam satu menit setelah tweet tersebut diposting. N...

ANOTHER NEWS
Minyak Memperpanjang Kenaikan Menuju $58 Saat Pengebor AS Memangkas Jumlah Rig
Monday, 18 December 2017 13:49 WIB Minyak memperpanjang kenaikan ke level $58 per barel karena pengebor asal AS menargetkan mengurangi jumlah rig minyak mentah untuk pertama kalinya dalam empat minggu. Minyak berjangka menambahkan 0,5 persen di New York setelah naik 0,5 persen pada...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.