Kurdi kuasai kota Suriah dekat markas ISIS di Raqqa
Wednesday, 24 June 2015 02:09 WIB | SECURITY |Global

Pejuang Kurdi di Suriah utara mengatakan telah menguasai kota penting dari kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS, hanya 30 km dari markas milisi tersebut di Raqqa.

Jurubicara Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) menyatakan Ain Issa dan desa-desa di sekitarnya sekarang "sepenuhnya " dikuasai.

Hal ini terjadi setelah sebuah markas militer di luar kota dikuasai pada hari Senin malam (22 Juni).

YPG menguasai kota Tal Abyad di perbatasan Turki minggu, sehingga memotong jalur pasokan ISIS.

Kelompok jihadis tersebut mengalami serangkaian kekalahan dari pasukan Kurdi sejak terpaksa mundur dari kota Kobane pada bulan Januari setelah konflik selama empat bulan.

Pergerakan maju Kurdi yang terjadi begitu cepat ke arah Raqqa terus berlanjut pada hari Senin dengan direbutnya Brigade 93, sebuah markas yang dikuasai ISIS dari militer Suriah tahun lalu.

Kelompok pengamat Suriah yang bermarkas di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, melaporkan YPG dan pejuang pemberontak Suriah menguasai markas tersebut sebelum mengarah ke selatan menuju Ain Issa, dengan dukungan serangan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat.

Ain Issa berada di perempatan jalan utama dari Raqqa ke daerah kekuasaan ISIS lainnya di provinsi Aleppo, ke barat, dan provinsi Hassakeh, ke timur.

Sumber: BBC Indonesia

RELATED NEWS

Kerusuhan Merebak di India Jelang Penayangan Film Kontroversial
Thursday, 25 January 2018 11:25 WIB

Kerusuhan merebak di berbagai Kota India, sehari menjelang penayangan perdana film kontroversial yang menceritakan legenda seorang Ratu Hindu. Para pengunjuk rasa yang marah membakar mobil dan merusak gedung-gedung bioskop. Massa membakar bus di sebuah daerah pinggiran Delhi dan di Uttar Pradesh, p...

Direktur CIA: Program Rudal Nuklir Korea Utara untuk Intimidasi
Wednesday, 24 January 2018 17:58 WIB

Direktur CIA Mike Pompeo hari Selasa (23/1) mengatakan, program misil nuklir Korea Utara dirancang tidak sekedar untuk membela diri, tetapi juga mengintimidasi. œSebut saja itu pemaksaan, kata Pompeo di sebuah acara yang diselenggarakan oleh kelompok peneliti konservatif the American Enterpris...

Penembakan di Sekolah Kentucky, Dua Tewas, Lainnya Cedera
Wednesday, 24 January 2018 04:46 WIB

Dua orang tewas dan 12 lainnya luka-luka dalam sebuah penembakan pada hari Selasa di sebuah sekolah menengah atas di negara Bagian tenggara AS, Kentucky, menurut Gubernur Matt Bevin. Bevin mengatakan bahwa terduga penembak adalah seorang anak laki-laki berusia 15 tahun yang ditangkap di sekolah ter...

Taliban Kuasai Markas di Afghanistan Utara
Wednesday, 29 July 2015 02:45 WIB

Milisi Taliban menguasai sebuah markas di daerah Afghanistan utara, kata sejumlah pejabat. Mereka menguasai daerah Kohistanat di Provinsi Sar-e-pul setelah terjadi perang sengit semalam. Hal ini terjadi dua hari setelah Taliban menguasai sebuah markas polisi di Provinsi Badakhshan, menangkap dan k...

Kantor Charlie Hebdo diserang, 11 orang tewas
Wednesday, 7 January 2015 20:42 WIB

Sedikitnya dua orang bersenjata menyerang kantor majalah satir Prancis, Charlie Hebdo, menewaskan setidaknya 11 orang dan melukai 10 orang, kata pihak berwenang Prancis. Para saksi mata mengatakan terjadi tembakan terus menerus ketika para penyerang mengeluarkan tembakan dengan senapan Kalashni...

ANOTHER NEWS
Saham HK turun terkait lemahnya data China, kekhawatiran perdagangan (Review)
Tuesday, 11 December 2018 04:38 WIB Saham Hong Kong turun pada Senin menyusul lemahnya data ekonomi China, sementara investor juga mengkhawatirkan prospek pembicaraan perdagangan China-AS. Indeks Hang Seng merosot 1,19%, atau 311,38 poin, menjadi 25.752,38. Indeks Shanghai...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.