Trump Tuding Palestina Tidak Hormati AS
Saturday, 27 January 2018 04:25 WIB | POLITICS |Global

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meragukan pembicaraan perdamaian antara Israel dan Palestina akan bisa dimulai kembali. Ia menyampaikan pernyataannya itu dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Reporter VOA Henry Ridgwell melaporkan dari London, Presiden Trump dijadwalkan akan menyampaikan pidato yang ditunggu-tunggu pada sesi penutupan konferensi itu, Jumat (26/1).

Beberapa jam setelah helikopter kepresidenan Amerika Serikat Marine One mendarat, Donald Trump menggelar strategi diplomasinya blak-blakan yang menjadi ciri khasnya. Ia meragukan pembicaraan perdamaian Timur Tengah akan dimulai kembali dan mengancam akan memangkas dana bantuan untuk Palestina.

œDana itu tersedia, dan dana itu tidak akan sampai ke Palestina kecuali mereka bersedia merundingkan perdamaian. Karena, saya bisa katakan, Israel ingin berdamai, dan Palestina seharusnya juga demikian. Jika tidak, kami akan terpaksa lepas tangan.

Sebelumnya, Presiden Trump membantah apa yang menurutnya gosip palsu bahwa ia berselisih pendapat dengan PM Inggris Theresa May. Trump malah menjanjikan akan mendongkrak perdagangan setelah Inggris keluar dari Uni Eropa.

Ada kekhawatiran bahwa diplomasi Donald Trump yang mendahulukan Amerika akan mengguncang sistem global yang menyokong KTT Davos.

Sumber: voaindonesia

RELATED NEWS

Amerika Terbitkan Daftar Politisi dan Oligarki Rusia Tapi Tidak Ada Sanksi Baru
Wednesday, 31 January 2018 01:01 WIB

Departemen Keuangan Amerika telah mengeluarkan daftar politisi dan tokoh bisnis Rusia yang dekat dengan pemerintahan Presiden Vladimir Putin, berikut hubungan mereka dengan para pemimpin puncak serta kekayaan bersih mereka. Daftar itu diamanatkan oleh Kongres. Daftar lebih dari 200 orang itu tidak ...

Diplomat AS Mundur Dari Dewan Penasihat Myanmar
Thursday, 25 January 2018 18:32 WIB

Mantan diplomat Amerika, Bill Richardson, mengundurkan diri, Rabu (24/1), dari sebuah dewan penasihat internasional yang memberi masukan untuk Myanmar mengenai krisis Rohingya, dan menuduh panel itu tidak berkomitmen membuat perubahan di negara Asia Tenggara itu. "Tampaknya dewan itu lebih berperan...

AS Minta Turki Menahan Diri di Suriah
Tuesday, 23 January 2018 20:06 WIB

Amerika mengungkapkan keprihatinannya atas serangan Turki di Suriah utara dan pejabat menyerukan agar Turki menahan diri karenakhawatir konflik bisa menyebar. Pada taklimat Gedung Putih, Senin (22/1), juru bicara Sarah Huckabee Sanders, mengatakan AS memahami keprihatinan Turki dengan keamanan dan ...

PM Jepang: Semua Opsi Harus Dipertimbangkan dalam Melawan Korut
Monday, 6 November 2017 20:35 WIB

Perdana Menteri Jepang, yang berdiri disamping Presiden Amerika, meminjam kata-kata Donald Trump hari Senin (6/11) dengan menyetujui bahwa œsemua opsi akan dipertimbangkan untuk menghadapi pengembangan senjata Korea Utara. Abe, pada jumpa pers dengan Trump di istana Akasaka di Tokyo, mengataka...

Kontestan Capres AS, Scott Walker, Hentikan Kampanye
Wednesday, 23 September 2015 03:37 WIB

Kontestan calon presiden dari partai Republik Scott Walker menjadi kecewa dalam persaingan kontestan partai Republik, dan menurutnya kampanye pada umumnya œtelah terombang-ambing menjadi kecaman-kecaman pribadi. Kontestan calon presiden dari partai Republik Scott Walker telah menghentikan ...

ANOTHER NEWS
Saham HK turun terkait lemahnya data China, kekhawatiran perdagangan (Review)
Tuesday, 11 December 2018 04:38 WIB Saham Hong Kong turun pada Senin menyusul lemahnya data ekonomi China, sementara investor juga mengkhawatirkan prospek pembicaraan perdagangan China-AS. Indeks Hang Seng merosot 1,19%, atau 311,38 poin, menjadi 25.752,38. Indeks Shanghai...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.