Diplomat AS Mundur Dari Dewan Penasihat Myanmar
Thursday, 25 January 2018 18:32 WIB | POLITICS |Global

Mantan diplomat Amerika, Bill Richardson, mengundurkan diri, Rabu (24/1), dari sebuah dewan penasihat internasional yang memberi masukan untuk Myanmar mengenai krisis Rohingya, dan menuduh panel itu tidak berkomitmen membuat perubahan di negara Asia Tenggara itu.

"Tampaknya dewan itu lebih berperan sebagai pemandu sorak untuk kebijakan pemerintah, ketimbang mengusulkan perubahan kebijakan yang sangat dibutuhkan untuk menjamin perdamaian, stabilitas dan pembangunan di Negara Bagian Rakhine," kata Richardson dalam sebuah pernyataan.

Richardson, mantan Duta Besar AS untuk PBB danMenteri Energi dalam pemerintahan Bill Clinton, berhenti ketika dewan tersebut melakukan kunjungan pertama ke negara bagian Rakhine bagian barat, di mana hampir 700.000 Muslim Rohingya telah melarikan diri dari sebuahpenumpasan militer terhadap pemberontak Rohingya dalam lima bulan terakhir.

Richardson mengatakan bahwa pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi,lemah dalam "kepemimpinan moral." Dia melontarkan tuduhan itu dua hari setelah bertemu Suu Kyi dan anggota dewan lainnya. Richardson mengatakan dia dan Suu Kyi berdebat, pada saat dia menyebutkan kasus dua wartawan Reuters yang diadili atas tuduhan melanggar undang-undang untuk melindungi rahasia negara.

Suu Kyi meminta dewan tidak mencampuri masalah itu, menurut Richardson, yang menambahkan perdebatan tersebut berlanjut pada makan malam hari itu.

Kedua wartawan tersebut ditangkap oleh polisi pada 12 Desember 2017, di Yangon karena diduga memiliki dokumen rahasia yang berkaitan dengan situasi keamanan Rakhine.

Saksi Rohingya dan aktivis hak asasi manusia menuduh angkatan bersenjata melakukan pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran dalam sebuah kampanye yangoleh PBB dan Amerika Serikat dianggap adalah pembersihan etnis.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Amerika Terbitkan Daftar Politisi dan Oligarki Rusia Tapi Tidak Ada Sanksi Baru
Wednesday, 31 January 2018 01:01 WIB

Departemen Keuangan Amerika telah mengeluarkan daftar politisi dan tokoh bisnis Rusia yang dekat dengan pemerintahan Presiden Vladimir Putin, berikut hubungan mereka dengan para pemimpin puncak serta kekayaan bersih mereka. Daftar itu diamanatkan oleh Kongres. Daftar lebih dari 200 orang itu tidak ...

Trump Tuding Palestina Tidak Hormati AS
Saturday, 27 January 2018 04:25 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meragukan pembicaraan perdamaian antara Israel dan Palestina akan bisa dimulai kembali. Ia menyampaikan pernyataannya itu dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Reporter VOA Henry Ridgwell melaporkan dar...

AS Minta Turki Menahan Diri di Suriah
Tuesday, 23 January 2018 20:06 WIB

Amerika mengungkapkan keprihatinannya atas serangan Turki di Suriah utara dan pejabat menyerukan agar Turki menahan diri karenakhawatir konflik bisa menyebar. Pada taklimat Gedung Putih, Senin (22/1), juru bicara Sarah Huckabee Sanders, mengatakan AS memahami keprihatinan Turki dengan keamanan dan ...

PM Jepang: Semua Opsi Harus Dipertimbangkan dalam Melawan Korut
Monday, 6 November 2017 20:35 WIB

Perdana Menteri Jepang, yang berdiri disamping Presiden Amerika, meminjam kata-kata Donald Trump hari Senin (6/11) dengan menyetujui bahwa œsemua opsi akan dipertimbangkan untuk menghadapi pengembangan senjata Korea Utara. Abe, pada jumpa pers dengan Trump di istana Akasaka di Tokyo, mengataka...

Kontestan Capres AS, Scott Walker, Hentikan Kampanye
Wednesday, 23 September 2015 03:37 WIB

Kontestan calon presiden dari partai Republik Scott Walker menjadi kecewa dalam persaingan kontestan partai Republik, dan menurutnya kampanye pada umumnya œtelah terombang-ambing menjadi kecaman-kecaman pribadi. Kontestan calon presiden dari partai Republik Scott Walker telah menghentikan ...

ANOTHER NEWS
Saham HK turun terkait lemahnya data China, kekhawatiran perdagangan (Review)
Tuesday, 11 December 2018 04:38 WIB Saham Hong Kong turun pada Senin menyusul lemahnya data ekonomi China, sementara investor juga mengkhawatirkan prospek pembicaraan perdagangan China-AS. Indeks Hang Seng merosot 1,19%, atau 311,38 poin, menjadi 25.752,38. Indeks Shanghai...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.