Kajian Keamanan Obat Malaria untuk Virus Corona Ditarik
Friday, 5 June 2020 17:46 WIB | GLOBAL |Global

Beberapa penulis penelitian besar yang mengangkat masalah keamanan obat malaria untuk pasien virus corona telah menarik laporan itu. Mereka mengatakan pengulas independen tidak bisa memverifikasi informasi yang banyak dipertanyakan ilmuwan lain.

Penarikan kajian itu, Kamis (4/6), dalam jurnal Lancet itu melibatkan laporan pada 22 Mei tentang hidroksiklorokuin dan klorokuin, obat yang telah lama digunakan untuk mencegah atau mengobati malaria, tetapi keamanan dan keampuhannya untuk Covid-19 tidak diketahui.

Pimpinan kajian itu juga menarik kembali laporan sebelumnya yang menggunakan database perusahaan yang sama tentang obat tekanan darah yang terbit pada New England Journal of Medicine. Kajian sebelumnya menunjukkan, obat tekanan darah yang banyak digunakan, aman bagi pasien virus corona, kesimpulan yang juga dicapai beberapa penelitian lain dan organisasi dokter jantung.

Meskipun laporan Lancet itu bukan tes yang teliti, kajian itu berdampak besar karena ukurannya, dilaporkan melibatkan lebih dari 96 ribu pasien dan 671 rumah sakit di enam benua.

Kesimpulan bahwa obat-obat itu terkait risiko kematian yang lebih tinggi dan masalah jantung pada pasien Covid-19 di rumah sakit, menyebabkan Organisasi Kesehatan Dunia untuk sementara menghentikan penggunaan g hidroksiklorokuin ddalam penelitian yang sedang dilakukan, dan pejabat-pejabat Perancis berhenti mengizinkan penggunaannya di rumah-rumah sakit di sana. Awal pekan ini, WHO mengatakan, para pakar yang mengkaji informasi keamanan memutuskan, penelitiannya bisa dilanjutkan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Presiden Meksiko Siap Bertemu Presiden Trump di Washington
Tuesday, 7 July 2020 23:32 WIB

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dalam lawatan resmi pertamanya ke Washington hari Rabu (8/7), sambil menunggu hasil tes virus coronanya. Lopez Obrador mengatakan, ia akan mengumumkan hasil tesnya hari Selasa (7/7), dan akan menjalani ...

TikTok akan Meninggalkan Hong Kong setelah Pengesahan UU Keamanan Baru-baru ini
Tuesday, 7 July 2020 17:11 WIB

TikTok mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka akan menghentikan operasi di Hong Kong, bergabung dengan perusahaan media sosial lainnya dengan hati-hati melihat konsekuensi dari undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan minggu lalu. Kepergian aplikasi video pendek yang direncanakan dari Ho...

Diplomat AS di Hong Kong: UU Keamanan Baru Adalah Tragedi
Tuesday, 7 July 2020 10:48 WIB

Diplomat tertinggi AS di Hong Kong mengatakan, Senin (6/7), penerapan undang-undang keamanan baru di wilayah semi otonomi China itu merupakan sebuah tragedi. Undang-undang itu, menurutnya, mengikis kebebasan fundamental pusat finansial Asia itu dan menciptakan iklim penindasan dan sensor diri. œH...

Profesor Hukum China Pengkritik Presiden Xi Jinping Ditahan di Beijing
Monday, 6 July 2020 23:38 WIB

Seorang profesor hukum China yang telah menulis esai-esai kritis mengenai pemerintahan Presiden Xi Jinping dilaporkan telah ditahan di Beijing. Rekan-rekan Xu Zhangrun mengatakan penulis dan akademisi itu dibawa dari rumahnya Senin pagi (6/7) oleh lebih dari 12 polisi. The New York Times, mengutip ...

Wilayah di Spanyol Kembali Terapkan Lockdown
Monday, 6 July 2020 17:00 WIB

Salah Satu wliayah di Spanyol barat laut kembali memberlakukan karantina wilayah sepekan penuh karena pihak berwenang mengkhawatirkan wabah baru Covid-19, meskipun pemerintah federal telah mengakhiri karantina wilayah nasional. Para pejabat di La Marina di kawasan Galicia memberlakukan karantina te...

ANOTHER NEWS
Saham AS Berakhir Lebih Rendah Karena Kasus Virus Corona Meningkat
Wednesday, 8 July 2020 03:19 WIB Saham AS melemah pada hari Selasa karena investor mengambil keuntungan sehari pasca S&P 500 mencatat kenaikan terpanjangnya tahun ini dan karena kasus baru virus corona AS kembali naik. Sebagian besar Amerika Serikat melaporkan puluhan ribu...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.