Dokter Pantau Konsumsi Obat Malaria Trump
Thursday, 4 June 2020 18:52 WIB | GLOBAL |Global

Tim dokter kepresidenan melaporkan, Rabu (3/6), tim medis Gedung Putih terus mengawasi ritme jantung Presiden Donald Trump termasuk setidaknya satu hasil elektrokardiogram (EKG), untuk memantau kemungkinan efek samping obat malaria yang diminum Trump selama dua minggu untuk mencegah virus corona.

"Presiden menyelesaikan regimen pengobatan itu dengan aman dan tanpa efek samping," tulis Dr. Sean Conley dalam laporan terbaru tentang fisik Trump dan obat hidroksiklorokuin (HCQ).

Secara keseluruhan, kata Conley, terjadi sedikit perubahan dalam ukuran kesehatan dasar Trump dibandingkan 16 bulan lalu. Pada sisi negatif, berat badan Trump naik satu pon. Namun sisi positif, kadar kolesterolnya terus turun. "Data menunjukkan Presiden tetap sehat," Conley menyimpulkan.

Trump meminum hidroksiklorokuin selama dua minggu setelah dua staf Gedung Putih dinyatakan positif Covid-19.

Conley mengatakan itu dilakukan dengan berkonsultasi dengan "tim medis dan memantau ketat EKG." Ritme jantung abnormal adalah salah satu efek samping berbahaya yang diketahui dari hasil penelitian tentang obat tersebut.

Penelitian besar pertama dan berkualitas tinggi menunjukkan obat itu terbukti tidak ampuh mencegah Covid-19 dalam uji klinis pada orang yang memiliki kontak dekat dengan pasien Covid-19.

Hasil yang diterbitkan Rabu (3/6) oleh New England Journal of Medicine menunjukkan,hidroksiklorokuin tidak lebih baik dari pil plasebo dalam mencegah penyakit akibat virus corona. Namun obat itu tampaknya tidak menyebabkan efek samping yang serius, sekitar 40 percent umumnya masalah perut ringan.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

AS Secara Resmi Memberitahu PBB Keluar dari WHO
Wednesday, 8 July 2020 17:03 WIB

Gedung Putih secara resmi telah memberi tahu Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Amerika keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), meskipun jumlah kasus Covid-19 melonjak di AS. Presiden Donald Trump membekukan dana AS untuk WHO pada April dan sebulan kemudian, mengumu...

Kasus Covid-19 Meningkat, Melbourne Kembali Berlakukan 'Lockdown'
Wednesday, 8 July 2020 10:58 WIB

Kota Melbourne di bagian selatan Australia akan dikenai lagi lockdown selama enam pekan karena meningkatnya kasus baru Covid-19. Perdana Menteri negara bagian Victoria Daniel Andrews, Selasa (7/7) mengumumkan bahwa warga tidak akan diperbolehkan meninggalkan rumah kecuali untuk bekerja, ke sekolah,...

Presiden Meksiko Siap Bertemu Presiden Trump di Washington
Tuesday, 7 July 2020 23:32 WIB

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dalam lawatan resmi pertamanya ke Washington hari Rabu (8/7), sambil menunggu hasil tes virus coronanya. Lopez Obrador mengatakan, ia akan mengumumkan hasil tesnya hari Selasa (7/7), dan akan menjalani ...

TikTok akan Meninggalkan Hong Kong setelah Pengesahan UU Keamanan Baru-baru ini
Tuesday, 7 July 2020 17:11 WIB

TikTok mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka akan menghentikan operasi di Hong Kong, bergabung dengan perusahaan media sosial lainnya dengan hati-hati melihat konsekuensi dari undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan minggu lalu. Kepergian aplikasi video pendek yang direncanakan dari Ho...

Diplomat AS di Hong Kong: UU Keamanan Baru Adalah Tragedi
Tuesday, 7 July 2020 10:48 WIB

Diplomat tertinggi AS di Hong Kong mengatakan, Senin (6/7), penerapan undang-undang keamanan baru di wilayah semi otonomi China itu merupakan sebuah tragedi. Undang-undang itu, menurutnya, mengikis kebebasan fundamental pusat finansial Asia itu dan menciptakan iklim penindasan dan sensor diri. œH...

ANOTHER NEWS
AS Secara Resmi Memberitahu PBB Keluar dari WHO
Wednesday, 8 July 2020 17:03 WIB Gedung Putih secara resmi telah memberi tahu Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Amerika keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), meskipun jumlah kasus Covid-19 melonjak di AS. Presiden Donald Trump membekukan dana...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.