Penduduk Asli Australia Menunjukkan Solidaritas Dengan Para Pemrotes AS
Wednesday, 3 June 2020 23:40 WIB | GLOBAL |Global

Ketika protes terjadi di Amerika Serikat, keluarga pribumi yang memiliki pengalaman buruk dengan penegak hukum mengatakan kebrutalan polisi adalah masalah serius di Australia. Penduduk asli Aborigin mencapai 3 persen dari total populasi, tetapi hampir sepertiga dari populasi penjara adalah penduduk asli.

David Dungay Jr meninggal di sebuah rumah sakit penjara di Sydney pada tahun 2015 setelah dipindahkan secara paksa ke sel pengamatan, tertahan oleh penjaga, dan dibius. Peristiwa itu direkam dalam video, dan narapidana itu mendengar mengatakan kepada staf bahwa ia tidak bisa bernapas sepuluh kali. Pria Aborigin Australia berusia 26 tahun itu akhirnya kehilangan kesadaran dan tidak bisa dihidupkan kembali.

Bagi keluarganya, kematian George Floyd ribuan kilometer jauhnya di negara bagian Minnesota, AS, telah membawa kembali kenangan traumatis. Mereka percaya kedua orang itu meninggal dalam keadaan yang sama, meskipun kematian David Dungay Jr tidak menarik berita utama internasional dan tidak ada tuduhan resmi dibuat.

Ibunya Leetona Dungay percaya kematian George Floyd adalah contoh lain dari rasisme yang mendalam.

30 persen dari tahanan penjara Australia adalah penduduk asli, seperti juga setengah dari mereka yang berada di tahanan pemuda. Namun, penduduk asli Australia hanya membentuk 3 persen dari populasi nasional.

Para pegiat telah lama berargumen bahwa warga Aborigin Australia menderita rasisme dan diskriminasi yang meluas.

Minggu ini, seorang perwira polisi Australia difilmkan tersandung seorang bocah Aborigin, yang kemudian dijepit ke tanah. Penonton mengklaim pasukan yang tidak perlu digunakan, tetapi asisten komisaris polisi Mick Willing mengatakan itu bukan tindakan brutal.

Empat negara bagian Australia memiliki pengadilan adat. Mereka mematuhi hukum Australia, tetapi mengizinkan para tetua Aborigin untuk mengambil bagian dalam proses tersebut untuk membantu menciptakan forum yang lebih peka secara budaya untuk menghukum para pelanggar adat.

Para peneliti mengatakan bahwa orang Aborigin telah tinggal di Australia selama setidaknya 65.000 tahun, dan percaya bahwa ini ada sebelum pemukiman manusia di Eropa dan Amerika. Tanah mereka dijajah oleh Inggris pada tahun 1788.

Meskipun memiliki sejarah yang kaya dan budaya yang abadi, orang Aborigin menderita tingkat kemiskinan, kesehatan yang buruk dan penjara yang tinggi.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

AS Secara Resmi Memberitahu PBB Keluar dari WHO
Wednesday, 8 July 2020 17:03 WIB

Gedung Putih secara resmi telah memberi tahu Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Amerika keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), meskipun jumlah kasus Covid-19 melonjak di AS. Presiden Donald Trump membekukan dana AS untuk WHO pada April dan sebulan kemudian, mengumu...

Kasus Covid-19 Meningkat, Melbourne Kembali Berlakukan 'Lockdown'
Wednesday, 8 July 2020 10:58 WIB

Kota Melbourne di bagian selatan Australia akan dikenai lagi lockdown selama enam pekan karena meningkatnya kasus baru Covid-19. Perdana Menteri negara bagian Victoria Daniel Andrews, Selasa (7/7) mengumumkan bahwa warga tidak akan diperbolehkan meninggalkan rumah kecuali untuk bekerja, ke sekolah,...

Presiden Meksiko Siap Bertemu Presiden Trump di Washington
Tuesday, 7 July 2020 23:32 WIB

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dalam lawatan resmi pertamanya ke Washington hari Rabu (8/7), sambil menunggu hasil tes virus coronanya. Lopez Obrador mengatakan, ia akan mengumumkan hasil tesnya hari Selasa (7/7), dan akan menjalani ...

TikTok akan Meninggalkan Hong Kong setelah Pengesahan UU Keamanan Baru-baru ini
Tuesday, 7 July 2020 17:11 WIB

TikTok mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka akan menghentikan operasi di Hong Kong, bergabung dengan perusahaan media sosial lainnya dengan hati-hati melihat konsekuensi dari undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan minggu lalu. Kepergian aplikasi video pendek yang direncanakan dari Ho...

Diplomat AS di Hong Kong: UU Keamanan Baru Adalah Tragedi
Tuesday, 7 July 2020 10:48 WIB

Diplomat tertinggi AS di Hong Kong mengatakan, Senin (6/7), penerapan undang-undang keamanan baru di wilayah semi otonomi China itu merupakan sebuah tragedi. Undang-undang itu, menurutnya, mengikis kebebasan fundamental pusat finansial Asia itu dan menciptakan iklim penindasan dan sensor diri. œH...

ANOTHER NEWS
Emas Perpanjang Kenaikan Ke 9-Tahun Tertinggi seiring Pedagang Melihat Batasan Pada Stimulus Bank Sentral
Wednesday, 8 July 2020 21:36 WIB Emas berjangka naik pada hari Rabu, menuju penyelesaian tertinggi sejak September 2011 sehari sebelumnya dan didukung oleh prospek jangka panjang dari pemerintah dan stimulus bank sentral untuk mendukung ekonomi yang dirugikan oleh pandemi...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.