Pemimpin Hong Kong Tuduh AS Gunakan 'Standar Ganda' Terkait Protes
Wednesday, 3 June 2020 09:15 WIB | GLOBAL |Global

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, mengatakan protes dengan kekerasan di Amerika Serikat merupakan contoh pemerintah negara asing yang menerapkan standar ganda bila berkenaan dengan pendekatan China dalam menumpas protes-protes anti-Beijing selama setahun ini.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pekan lalu mengumumkan AS tidak lagi menganggap Hong Kong otonom dari pemerintahan otokratis China, setelah parlemen Hong Kong menyetujui legislasi yang akan mencegah dan menghukum tindakan œpemisahan diri, subversi atau aktivitas terorisme yang mengancam keamanan nasional, dan memungkinkan badan-badan keamanan China beroperasi secara terbuka di Hong Kong.

Lam mengatakan kepada wartawan hari Selasa (2/6) bahwa AS dan pemerintah negara-negara lain yang telah mengkritik China œsangat khawatir akan keamanan nasional mereka sendiri, tetapi mengenai keamanan nasional Hong Kong, mereka melihat hal-hal buruknya saja.

Ia meminta perhatian wartawan terhadap reaksi di AS terkait demonstrasi prodemokrasi di Hong Kong tahun lalu, dan membandingkannya dengan bagaimana pemerintah setempat di AS menangani kerusuhan yang dipicu oleh kematian seorang lelaki kulit hitam dalam tahanan polisi di Minneapolis pekan lalu.

Dengan 1.300 bisnis Amerika yang beroperasi di pusat keuangan ini, Lam memperingatkan AS akan œmerusak kepentingan mereka sendiri apabila pemerintahan Trump membekukan status istimewa Hong Kong yang membuat kota itu menjadi mitra dagang utama AS.

Pemerintah Hong Kong Rabu mengumumkan bahwa Lam akan memimpin delegasi pejabat senior Hong Kong ke Beijing pada hari Rabu untuk menyampaikan pandangannya kepada para pejabat China mengenai undang-undang keamanan nasional yang direncanakan berlaku di Hong Kong.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Walikota Seoul Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh diri
Friday, 10 July 2020 23:43 WIB

Polisi Korea Selatan mengatakan Walikota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas Jumat pagi, seorang yang diduga bunuh diri. Tubuh pria 64 tahun ini ditemukan di dekat pintu masuk di gunung Bugaksan di Seoul persis tengah malam, beberapa jam setelah ia dilaporkan hilang pada Kamis. Sehari sebelumnya, ...

Korea Utara Tidak Tertarik pada KTT Trump-Kim Lainnya
Friday, 10 July 2020 17:50 WIB

Korea Utara mengatakan kecil kemungkinan ada konferensi tingkat tinggi (KTT) lainnya dengan Amerika setelah Presiden AS Donald Trump minggu ini mengatakan terbuka untuk bertemu lagi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Kantor berita milik pemerintah Korea Utara, KCNA, Jumat (10/7), melaporkan K...

WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Friday, 10 July 2020 10:45 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan mantan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf untuk memimpin panel independen guna mengevaluasi tanggapan badan tersebut terhadap pandemi COVID-19. Berbicara kepada negara-negara anggota dari ...

Australia Akhiri Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong
Thursday, 9 July 2020 23:31 WIB

Australia mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan di kota tersebut oleh China. Dalam mengumumkan langkah tersebut pada Kamis ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Canberra akan memperpanjang visa sement...

Kasus Covid-19 di AS Meningkat, Meski Kurva Kematian Mendatar
Thursday, 9 July 2020 17:09 WIB

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat tajam di Amerika. Namun, jumlah orang yang meninggal tetap. Meskipun terdengar seperti kabar baik, para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Jumlah kasus baru telah menunjukkan peningkatan yang stabil sejak pertengahan Juni. Rata-rata kasus se...

ANOTHER NEWS
Saham Dow Berakhir Lebih Tinggi, Nasdaq Kembali Catat Rekor Penutupan
Saturday, 11 July 2020 03:29 WIB Saham AS berakhir lebih tinggi dalam perdagangan tipis Jumat ini, mendapat dorongan dari berita positif tentang pengobatan virus corona. Saham Dow Jones Industrial Average naik sekitar 369 poin, atau 1,4%, berakhir di dekat level 26.075, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.