Korea Selatan Membuka Kembali Pengaduan WTO Atas Pembatasan Ekspor Jepang
Tuesday, 2 June 2020 23:35 WIB | GLOBAL |Global

Korea Selatan mengatakan akan membuka kembali keluhan terhadap Jepang di Organisasi Perdagangan Dunia atas kontrol ketat Tokyo atas ekspor bahan-bahan utama yang digunakan di sektor teknologi Korea Selatan.

Seoul awalnya mengajukan keluhan September lalu setelah Tokyo mengeluarkan Korea Selatan dari daftar mitra dagang tepercaya, sebuah langkah yang mengakhiri proses jalur cepat dan memperlambat ekspor tiga bahan kimia penting yang digunakan dalam pembuatan chip komputer dan tampilan. Jepang mengutip kekhawatiran keamanan yang tidak ditentukan sebagai alasan untuk mengekang ekspor.

Korea Selatan menghentikan tindakan atas pengaduan itu pada bulan November sebagai bagian dari isyarat niat baik yang ditujukan untuk menyelesaikan masalah tersebut melalui negosiasi langsung. Namun Na Seung-sik, seorang pejabat di kementerian perdagangan Korsel, mengatakan kepada wartawan Selasa bahwa pembicaraan itu sia-sia karena kurangnya keinginan Tokyo untuk menyelesaikan perselisihan tersebut. Dia juga mengatakan tidak ada masalah terkait keamanan terkait dengan materi selama 11 bulan terakhir.

Seoul yakin Jepang mengambil tindakan setelah keputusan 2018 oleh pengadilan tinggi Korea Selatan memerintahkan perusahaan-perusahaan Jepang untuk memberikan kompensasi finansial kepada orang tua Korea Selatan yang menjadi pekerja paksa selama pendudukan kolonial Jepang tahun 1910-1945 di semenanjung Korea. Tokyo mengatakan masalah itu diselesaikan berdasarkan perjanjian 1965 yang menormalkan hubungan bilateral.

Keluhan tersebut meminta WTO untuk membuka panel penyelesaian perselisihan, sebuah proses yang bisa memakan waktu lebih dari setahun untuk diselesaikan.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Walikota Seoul Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh diri
Friday, 10 July 2020 23:43 WIB

Polisi Korea Selatan mengatakan Walikota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas Jumat pagi, seorang yang diduga bunuh diri. Tubuh pria 64 tahun ini ditemukan di dekat pintu masuk di gunung Bugaksan di Seoul persis tengah malam, beberapa jam setelah ia dilaporkan hilang pada Kamis. Sehari sebelumnya, ...

Korea Utara Tidak Tertarik pada KTT Trump-Kim Lainnya
Friday, 10 July 2020 17:50 WIB

Korea Utara mengatakan kecil kemungkinan ada konferensi tingkat tinggi (KTT) lainnya dengan Amerika setelah Presiden AS Donald Trump minggu ini mengatakan terbuka untuk bertemu lagi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Kantor berita milik pemerintah Korea Utara, KCNA, Jumat (10/7), melaporkan K...

WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Friday, 10 July 2020 10:45 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan mantan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf untuk memimpin panel independen guna mengevaluasi tanggapan badan tersebut terhadap pandemi COVID-19. Berbicara kepada negara-negara anggota dari ...

Australia Akhiri Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong
Thursday, 9 July 2020 23:31 WIB

Australia mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan di kota tersebut oleh China. Dalam mengumumkan langkah tersebut pada Kamis ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Canberra akan memperpanjang visa sement...

Kasus Covid-19 di AS Meningkat, Meski Kurva Kematian Mendatar
Thursday, 9 July 2020 17:09 WIB

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat tajam di Amerika. Namun, jumlah orang yang meninggal tetap. Meskipun terdengar seperti kabar baik, para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Jumlah kasus baru telah menunjukkan peningkatan yang stabil sejak pertengahan Juni. Rata-rata kasus se...

ANOTHER NEWS
Saham Dow Berakhir Lebih Tinggi, Nasdaq Kembali Catat Rekor Penutupan
Saturday, 11 July 2020 03:29 WIB Saham AS berakhir lebih tinggi dalam perdagangan tipis Jumat ini, mendapat dorongan dari berita positif tentang pengobatan virus corona. Saham Dow Jones Industrial Average naik sekitar 369 poin, atau 1,4%, berakhir di dekat level 26.075, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.