Unjuk Rasa di AS Terus Berlanjut Meski Jam Malam dan Keadaan Darurat
Monday, 1 June 2020 17:06 WIB | GLOBAL |AmerikaGlobal

Para demonstran terus menyuarakan kemarahan mereka atas kematian George Floyd hingga memasuki malam keenam di kota-kota di seluruh AS pada Minggu (31/5). Situasi itu meningkatkan kemungkinan terjadinya konfrontasi lagi dengan polisi yang berusaha menegakkan jam malam.

Los Angeles, Chicago, Miami, Detroit dan Philadelphia termasuk di antara kota-kota besar yang telah memberlakukan perintah melarang warga turun ke jalan pada malam hari. Gubernur Texas dan Virginia telah memberlakukan keadaan darurat di negara bagian mereka.

Kebakaran, vandalisme, penjarahan dan kekerasan -- kebanyakan menarget polisi -- telah pecah dalam lima malam belakangan. Para peserta aksi, berkulit hitam dan putih, menunjukkan kemarahan mereka atas apa yang dikatakannya perlakuan buruk polisi terhadap laki-laki dan perempuan berkulit hitam, serta terhadap rasisme sistemik di AS.

Mobil-mobil polisi dan gedung-gedung pemerintah dibakar. Jendela toko-toko dipecahkan. Monumen-monumen di taman-taman dicorat-coret dan dirusak.

Polisi dan tentara Garda Nasional berpakaian anti huru-hara berjaga-jaga menghadapi para demonstran yang pada umumnya damai. Jumlah demonstran terus bertambah pada Sabtu (30/5). Namun ketika malam tiba dan jam malam tidak dipatuhi, sebagian protes berubah menjadi kekerasan, memicu polisi untuk merespons dengan cairan merica, gas air mata dan peluru karet.

Demonstrasi dimulai di Minneapolis di mana George Floyd, seorang laki-laki berkulit hitam berusia 46 tahun, meninggal setelah diborgol, bertelungkup dan ditindih tengkuk lehernya dengan lutut seorang polisi selama lebih dari 8 menit.

Video yang tersebar luas memperlihatkan Floyd “ yang kata polisi diduga hendak menggunakan uang palsu $20 untuk belanja -- berulang kali mengatakan dia tidak bisa bernapas, sementara orang-orang di jalan itu meminta polisi untuk melepaskannya.

Polisi yang terlibat didakwa dengan pasal pembunuhan tingkat tiga dan pembunuhan tak berencana tingkat dua empat hari kemudian. Dia dan tiga polisi lain yang berada di tempat kejadian tapi tidak melakukan apa-apa, dipecat pada Selasa (26/5) lalu.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Walikota Seoul Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh diri
Friday, 10 July 2020 23:43 WIB

Polisi Korea Selatan mengatakan Walikota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas Jumat pagi, seorang yang diduga bunuh diri. Tubuh pria 64 tahun ini ditemukan di dekat pintu masuk di gunung Bugaksan di Seoul persis tengah malam, beberapa jam setelah ia dilaporkan hilang pada Kamis. Sehari sebelumnya, ...

Korea Utara Tidak Tertarik pada KTT Trump-Kim Lainnya
Friday, 10 July 2020 17:50 WIB

Korea Utara mengatakan kecil kemungkinan ada konferensi tingkat tinggi (KTT) lainnya dengan Amerika setelah Presiden AS Donald Trump minggu ini mengatakan terbuka untuk bertemu lagi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Kantor berita milik pemerintah Korea Utara, KCNA, Jumat (10/7), melaporkan K...

WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Friday, 10 July 2020 10:45 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan mantan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf untuk memimpin panel independen guna mengevaluasi tanggapan badan tersebut terhadap pandemi COVID-19. Berbicara kepada negara-negara anggota dari ...

Australia Akhiri Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong
Thursday, 9 July 2020 23:31 WIB

Australia mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan di kota tersebut oleh China. Dalam mengumumkan langkah tersebut pada Kamis ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Canberra akan memperpanjang visa sement...

Kasus Covid-19 di AS Meningkat, Meski Kurva Kematian Mendatar
Thursday, 9 July 2020 17:09 WIB

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat tajam di Amerika. Namun, jumlah orang yang meninggal tetap. Meskipun terdengar seperti kabar baik, para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Jumlah kasus baru telah menunjukkan peningkatan yang stabil sejak pertengahan Juni. Rata-rata kasus se...

ANOTHER NEWS
Saham Dow Berakhir Lebih Tinggi, Nasdaq Kembali Catat Rekor Penutupan
Saturday, 11 July 2020 03:29 WIB Saham AS berakhir lebih tinggi dalam perdagangan tipis Jumat ini, mendapat dorongan dari berita positif tentang pengobatan virus corona. Saham Dow Jones Industrial Average naik sekitar 369 poin, atau 1,4%, berakhir di dekat level 26.075, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.