Tokyo Siap Izinkan Lebih Banyak Bisnis Beroperasi Kembali
Monday, 1 June 2020 08:31 WIB | GLOBAL |Global

Para pejabat Tokyo Jumat (29/5) mengumumkan bahwa mulai Senin (1/6), mereka akan mengizinkan bisnis-bisnis lain, termasuk teater, bioskop, pusat kebugaran dan bisnis ritel untuk buka kembali setelah status darurat karena wabah virus corona berakhir pekan ini.

Sebelumnya pekan ini, PM Shinzo Abe menyatakan berakhirnya status darurat tujuh pekan, seraya mengatakan bahwa penularan Covid-19 telah surut cukup banyak untuk memungkinkan dimulainya kembali aktivitas sosial dan ekonomi di bawah situasi normal baru, yang mewajibkan untuk menjaga jarak fisik serta penerapan langkah-langkah pencegahan penyakit lainnya.

Pada keterangan pers, Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan kota itu sekarang siap melangkah ke Tahap 2 dari rencana tiga fase, untuk secara bertahap membuka kembali bisnis di kota itu. Tetapi sementara Tokyo melaporkan 22 kasus baru virus corona hari Jumat (29/5), ia mengemukakan kekhawatiran mengenai risiko yang tetap ada dan kemungkinan gelombang ke-dua wabah.

Meskipun Koike mengatakan penularan tidak meningkat cepat dan rumah-rumah sakit Tokyo memiliki cukup banyak tempat, ia mendesak warga agar tetap waspada dan mengambil langkah pencegahan yang memadai karena mereka sekarang harus hidup bersama œdengan corona. Ia mengatakan belum ada vaksin yang tersedia maupun pengobatan yang andal. œSatu-satunya langkah yang dapat kita ambil menghadapi penyebaran virus adalah, pada akhirnya, kemauan kuat dan tindakan kita, jelasnya.

Di kota Kitakyushu, Jepang Selatan, 43 kasus baru dilaporkan pekan ini setelah tiga pekan tanpa ada penambahan, mendorong kota itu kembali menutup sebagian bisnis.

Koike mengatakan perpustakaan, museum dan sekolah, yang dianggap paling rendah risikonya, dibuka kembali di Tokyo pekan ini. Berdasarkan Tahap 2, teater, bioskop, pusat-pusat kebugaran, tempat-tempat les privat dan toko ritel dapat mulai beroperasi kembali, dan sebagian pertemuan juga dapat dilangsungkan.

Kelab-kelab malam, tempat-tempat karaoke dan pertunjukan musik, yang dianggap lebih rentan terhadap penularan, akan menjadi yang terakhir dibuka dan pedoman keselamatan di tempat-tempat itu masih disusun.

Meskipun langkah-langkah darurat hanya melibatkan permintaan untuk social distancing dan penutupan sebagian bisnis, Jepang sejauh ini mencatat sekitar 16.700 kasus dan 870 kematian, jauh lebih rendah dibandingkan dengan banyak negara lainnya.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Walikota Seoul Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh diri
Friday, 10 July 2020 23:43 WIB

Polisi Korea Selatan mengatakan Walikota Seoul Park Won-soon ditemukan tewas Jumat pagi, seorang yang diduga bunuh diri. Tubuh pria 64 tahun ini ditemukan di dekat pintu masuk di gunung Bugaksan di Seoul persis tengah malam, beberapa jam setelah ia dilaporkan hilang pada Kamis. Sehari sebelumnya, ...

Korea Utara Tidak Tertarik pada KTT Trump-Kim Lainnya
Friday, 10 July 2020 17:50 WIB

Korea Utara mengatakan kecil kemungkinan ada konferensi tingkat tinggi (KTT) lainnya dengan Amerika setelah Presiden AS Donald Trump minggu ini mengatakan terbuka untuk bertemu lagi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Kantor berita milik pemerintah Korea Utara, KCNA, Jumat (10/7), melaporkan K...

WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Friday, 10 July 2020 10:45 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dan mantan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf untuk memimpin panel independen guna mengevaluasi tanggapan badan tersebut terhadap pandemi COVID-19. Berbicara kepada negara-negara anggota dari ...

Australia Akhiri Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong
Thursday, 9 July 2020 23:31 WIB

Australia mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan di kota tersebut oleh China. Dalam mengumumkan langkah tersebut pada Kamis ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Canberra akan memperpanjang visa sement...

Kasus Covid-19 di AS Meningkat, Meski Kurva Kematian Mendatar
Thursday, 9 July 2020 17:09 WIB

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat tajam di Amerika. Namun, jumlah orang yang meninggal tetap. Meskipun terdengar seperti kabar baik, para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Jumlah kasus baru telah menunjukkan peningkatan yang stabil sejak pertengahan Juni. Rata-rata kasus se...

ANOTHER NEWS
Saham Dow Berakhir Lebih Tinggi, Nasdaq Kembali Catat Rekor Penutupan
Saturday, 11 July 2020 03:29 WIB Saham AS berakhir lebih tinggi dalam perdagangan tipis Jumat ini, mendapat dorongan dari berita positif tentang pengobatan virus corona. Saham Dow Jones Industrial Average naik sekitar 369 poin, atau 1,4%, berakhir di dekat level 26.075, menurut...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.