DPR AS Bahas Kekhawatiran atas Pelanggaran Privasi "TikTok"
Friday, 29 May 2020 23:46 WIB | GLOBAL |Global

Empat belas anggota Partai Demokrat dari Komisi Energi dan Perdagangan di DPR AS meminta agar regulator Komisi Perdagangan Federal (FTC) menyelidiki aplikasi video populer TikTok terkait pelanggaran privasi anak-anak.

Komisi Energi dan Perdagangan mengawasi unit privasi FTC. Gugatan komisi yang diajukan Kamis menyusul klaim yang diajukan oleh Pusat Demokrasi Digital, Kampanye Anak Bebas-Komersial dan pihak lainnya bahwa TikTok gagal menghapus video yang diposting oleh anak-anak di bawah usia 13 tahun, yang sebelumnya disepakati akan dilakukan dalam perjanjian 2019 dengan FTC.

FTC mendenda TikTok $ 5,7 juta pada Februari 2019 karena kurangnya langkah-langkah yang dirancang untuk memastikan privasi anak-anak. Selain menghapus video anak-anak di bawah umur, FTC juga mengharuskan perusahaan itu untuk mematuhi semua aspek Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak (COPPA) di masa depan.

Kasus 2019 menuduh TikTok lalai menerapkan pemblokiran terhadap pengumpulan data pribadi remaja dan tidak meluluskan permintaan orang tua agar data anak mereka dihapus. Setelah keputusan FTC, TikTok memperkenalkan bagian aplikasi di bawah 13 tahun yang tidak mengizinkan penyebaran informasi pribadi. Bulan lalu, fitur Family Pairing diumumkan, yang memberi orang tua cara untuk menerapkan pembatasan pada semua akun remaja, tidak hanya di bawah 13 tahun. Anggota kongres dari Partai Demokrat mengatakan kegagalan untuk mematuhi mandat FTC melanggar COPPA.

"Pengabaian terang-terangan atas keputusan persetujuan itu bisa mendorong situs web lain untuk tidak mematuhi penyelesaian yang dibuat dengan kantor Anda, sehingga melemahkan perlindungan bagi semua warga Amerika," kata surat itu kepada FTC. Menurut harian The New York Times aplikasi milik China itu telah diunduh 1,9 miliar kali di seluruh dunia, termasuk 172 juta kali di Amerika. Popularitasnya melonjak sejak pandemi virus corona dan selama perintah tinggal di rumah diberlakukan di seluruh dunia, sehingga penggunaannya mencapai rekor pertumbuhan kuartal pertama.

Pemerintah AS sebelumnya telah menyampaikan keraguannya atas kepercayaan terhadap aplikasi itu, mengutip asal-usulnya dari China. Beberapa cabang militer AS, misalnya, telah melarang personel membuat akun, dan setidaknya satu senator telah mengusulkan undang-undang untuk melarang penggunaannya bagi karyawan federal.

Surat anggota Kongres kepada FTC itu dilayangkan setelah dua anggota Partai Republik dari Komisi Energi dan Perdagangan menulis surat kepada CEO perusahaan induk TikTok, ByteDance.

Anggota Kongres Greg Walden dan Cathy McMorris Rodgers meminta perusahaan itu mengungkapkan praktik pengumpulan data untuk warga Amerika dan bagaimana data itu dibagikan kepada Partai Komunis China atau entitas negara China lainnya.

Menurut harian The Hill, TikTok sebelumnya menyatakan telah menyimpan data pengguna Amerika di Singapura dan membantah bahwa berbagi informasi dengan pemerintah China.

Sumber: VOA news

RELATED NEWS

AS Secara Resmi Memberitahu PBB Keluar dari WHO
Wednesday, 8 July 2020 17:03 WIB

Gedung Putih secara resmi telah memberi tahu Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Amerika keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), meskipun jumlah kasus Covid-19 melonjak di AS. Presiden Donald Trump membekukan dana AS untuk WHO pada April dan sebulan kemudian, mengumu...

Kasus Covid-19 Meningkat, Melbourne Kembali Berlakukan 'Lockdown'
Wednesday, 8 July 2020 10:58 WIB

Kota Melbourne di bagian selatan Australia akan dikenai lagi lockdown selama enam pekan karena meningkatnya kasus baru Covid-19. Perdana Menteri negara bagian Victoria Daniel Andrews, Selasa (7/7) mengumumkan bahwa warga tidak akan diperbolehkan meninggalkan rumah kecuali untuk bekerja, ke sekolah,...

Presiden Meksiko Siap Bertemu Presiden Trump di Washington
Tuesday, 7 July 2020 23:32 WIB

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dalam lawatan resmi pertamanya ke Washington hari Rabu (8/7), sambil menunggu hasil tes virus coronanya. Lopez Obrador mengatakan, ia akan mengumumkan hasil tesnya hari Selasa (7/7), dan akan menjalani ...

TikTok akan Meninggalkan Hong Kong setelah Pengesahan UU Keamanan Baru-baru ini
Tuesday, 7 July 2020 17:11 WIB

TikTok mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka akan menghentikan operasi di Hong Kong, bergabung dengan perusahaan media sosial lainnya dengan hati-hati melihat konsekuensi dari undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan minggu lalu. Kepergian aplikasi video pendek yang direncanakan dari Ho...

Diplomat AS di Hong Kong: UU Keamanan Baru Adalah Tragedi
Tuesday, 7 July 2020 10:48 WIB

Diplomat tertinggi AS di Hong Kong mengatakan, Senin (6/7), penerapan undang-undang keamanan baru di wilayah semi otonomi China itu merupakan sebuah tragedi. Undang-undang itu, menurutnya, mengikis kebebasan fundamental pusat finansial Asia itu dan menciptakan iklim penindasan dan sensor diri. œH...

ANOTHER NEWS
Emas Perpanjang Kenaikan Ke 9-Tahun Tertinggi seiring Pedagang Melihat Batasan Pada Stimulus Bank Sentral
Wednesday, 8 July 2020 21:36 WIB Emas berjangka naik pada hari Rabu, menuju penyelesaian tertinggi sejak September 2011 sehari sebelumnya dan didukung oleh prospek jangka panjang dari pemerintah dan stimulus bank sentral untuk mendukung ekonomi yang dirugikan oleh pandemi...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.