Pengunjuk rasa di Kosovo Menentang Calon Presiden untuk Perdana Menteri
Friday, 29 May 2020 17:54 WIB | GLOBAL |Global

Para pemrotes yang mendukung Gerakan Penentuan Nasib Sendiri yang berkuasa di Kosovo, atau Vetevendosje !, turun ke jalan Pristina, ibukota, Kamis untuk menentang calon Presiden Hashim Thaci untuk menjadi perdana menteri baru negara itu setelah Mahkamah Konstitusi mengukuhkan keputusannya untuk pencalonan tersebut.

Sebuah poster bertuliskan "Kami ingin pemilihan umum," dan sebuah spanduk bertuliskan, "Di sisi keadilan, bukan presiden."

Arlind Manxhuka, juru bicara Vetevendosje !, mengatakan pertemuan damai beberapa ribu pendukung itu dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan partai untuk mengorganisir protes sambil menghormati pembatasan pandemi coronavirus.

"Mempertimbangkan banyaknya permintaan yang kami terima dari para aktivis dan warga negara untuk mengorganisir protes terhadap perkembangan politik terbaru di negara kami [Kosovo], kami merasa berkewajiban untuk menunjukkan cara di mana sebuah protes akhirnya dapat diadakan dalam kondisi baru ini. Pandemi COVID-19, katanya.

Thaci mencalonkan Avdullah Hoti, dari Liga Demokratik Kosovo tengah-kanan, atau LDK, untuk menggantikan Perdana Menteri Albin Kurti, yang kehilangan suara tidak percaya pada Maret. Pemungutan suara itu didorong oleh LDK, yang saat itu merupakan mitra junior dalam mengatur koalisi dengan Vetevendosje!

Gerakan itu berpendapat pencalonan Hoti untuk membentuk pemerintahan baru tidak konstitusional, dengan mengatakan bahwa itu adalah satu-satunya partai yang berhak melakukannya karena ia memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan parlemen Oktober di Kosovo. Lebih lanjut dikatakan bahwa jika tidak dapat membentuk pemerintahan, negara harus mengadakan pemilihan baru.

LDK mengatakan memiliki setidaknya 61 suara di parlemen 120 kursi, yang diperlukan untuk konfirmasi.

Mahkamah Konstitusi Kosovo telah menangguhkan keputusan nominasi hingga 29 Mei.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

AS Secara Resmi Memberitahu PBB Keluar dari WHO
Wednesday, 8 July 2020 17:03 WIB

Gedung Putih secara resmi telah memberi tahu Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Amerika keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), meskipun jumlah kasus Covid-19 melonjak di AS. Presiden Donald Trump membekukan dana AS untuk WHO pada April dan sebulan kemudian, mengumu...

Kasus Covid-19 Meningkat, Melbourne Kembali Berlakukan 'Lockdown'
Wednesday, 8 July 2020 10:58 WIB

Kota Melbourne di bagian selatan Australia akan dikenai lagi lockdown selama enam pekan karena meningkatnya kasus baru Covid-19. Perdana Menteri negara bagian Victoria Daniel Andrews, Selasa (7/7) mengumumkan bahwa warga tidak akan diperbolehkan meninggalkan rumah kecuali untuk bekerja, ke sekolah,...

Presiden Meksiko Siap Bertemu Presiden Trump di Washington
Tuesday, 7 July 2020 23:32 WIB

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dalam lawatan resmi pertamanya ke Washington hari Rabu (8/7), sambil menunggu hasil tes virus coronanya. Lopez Obrador mengatakan, ia akan mengumumkan hasil tesnya hari Selasa (7/7), dan akan menjalani ...

TikTok akan Meninggalkan Hong Kong setelah Pengesahan UU Keamanan Baru-baru ini
Tuesday, 7 July 2020 17:11 WIB

TikTok mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka akan menghentikan operasi di Hong Kong, bergabung dengan perusahaan media sosial lainnya dengan hati-hati melihat konsekuensi dari undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan minggu lalu. Kepergian aplikasi video pendek yang direncanakan dari Ho...

Diplomat AS di Hong Kong: UU Keamanan Baru Adalah Tragedi
Tuesday, 7 July 2020 10:48 WIB

Diplomat tertinggi AS di Hong Kong mengatakan, Senin (6/7), penerapan undang-undang keamanan baru di wilayah semi otonomi China itu merupakan sebuah tragedi. Undang-undang itu, menurutnya, mengikis kebebasan fundamental pusat finansial Asia itu dan menciptakan iklim penindasan dan sensor diri. œH...

ANOTHER NEWS
Dolar Tergelincir seiring Sentimen Risiko yang Membingungkan
Wednesday, 8 July 2020 19:31 WIB Dolar melemah terhadap para pesaingnya pada hari Rabu karena investor menimbang harapan untuk pemulihan ekonomi yang cepat terhadap kekhawatiran tentang kebangkitan pandemi, terutama di Amerika Serikat. Permintaan mata uang A.S. terbukti sangat...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.