Korsel Alami Lonjakan Kasus Terbesar Covid-19 Dalam 7 Pekan
Thursday, 28 May 2020 11:42 WIB | GLOBAL |GlobalKorea Selatan

Para pejabat Korea Selatan, Rabu (27/5) melaporkan jumlah kasus baru virus corona yang tertinggi di negara itu dalam tujuh pekan, sementara Korea Selatan melonggarkan restriksinya.

Dalam pengarahan hariannya di Seoul, Wakil Menteri Kesehatan Korea Selatan Kim Kang-lip mengatakan 37 dari 40 kasus baru terkait dengan perebakan baru-baru ini dari kelab-kelab malam di Itaewon, distrik multikultural di Seoul. Kim mengatakan tiga lainnya tertular dari luar negeri.

Semua kecuali empat dari kasus-kasus baru ini ditemukan ada di daerah-daerah padat penduduk di Seoul, di mana para petugas berusaha keras menghentikan penularan yang terkait dengan kelab-kelab malam, tempat-tempat karaoke dan sebuah gudang perusahaan e-commerce.

Kim mengatakan pihak berwenang sedang mengawasi gudang tersebut yang dimiliki perusahaan e-commerce lokal Coupang, setelah menemukan puluhan kasus virus corona yang terkait dengan pekerja di sana. Kim mengatakan mereka menduga perusahaan itu tidak menerapkan regulasi dasar terkait Covid-19 di tempat kerja, dan mereka sedang memeriksa 3.600 pegawai perusahaan itu.

Korea Selatan telah melaporkan 268 kematian dan 11.265 kasus, setelah berusaha menanggulangi perebakan wabah itu sebelumnya.

Lonjakan itu terjadi sementara dua juta pelajar kembali ke sekolah hari Rabu (27/5).

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Australia Akhiri Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong
Thursday, 9 July 2020 23:31 WIB

Australia mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan di kota tersebut oleh China. Dalam mengumumkan langkah tersebut pada Kamis ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Canberra akan memperpanjang visa sement...

Kasus Covid-19 di AS Meningkat, Meski Kurva Kematian Mendatar
Thursday, 9 July 2020 17:09 WIB

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat tajam di Amerika. Namun, jumlah orang yang meninggal tetap. Meskipun terdengar seperti kabar baik, para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Jumlah kasus baru telah menunjukkan peningkatan yang stabil sejak pertengahan Juni. Rata-rata kasus se...

Facebook Hapus Akun Palsu Terkait Presiden Brazil
Thursday, 9 July 2020 10:50 WIB

Raksasa media sosial Facebook, Rabu (8/7), mengatakan telah menghapus puluhan akun yang terkait dengan pendukung atau karyawan Presiden Brazil Jair Bolsonaro sebagai bagian dari penyelidikan terhadap penyebaran berita palsu lewat internet. Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan siber perusah...

PM Inggris Bertanggung Jawab Atas Respons Terhadap Covid-19
Wednesday, 8 July 2020 23:27 WIB

PM Inggris Boris Johnson, Pada Rabu (8/7) menyatakan ia memikul tanggung jawab penuh atas tanggapan negaranya terhadap pandemi Covid-19, dua hari setelah ia muncul menyalahkan para petugas di panti-panti perawatan kesehatan atas kematian penghuni di sana. Boris Johnson berbicara di parlemen menangg...

AS Secara Resmi Memberitahu PBB Keluar dari WHO
Wednesday, 8 July 2020 17:03 WIB

Gedung Putih secara resmi telah memberi tahu Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Amerika keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), meskipun jumlah kasus Covid-19 melonjak di AS. Presiden Donald Trump membekukan dana AS untuk WHO pada April dan sebulan kemudian, mengumu...

ANOTHER NEWS
Saham Dow dan S&P 500 berakhir turun, Nasdaq mencapai rekor tertinggi
Friday, 10 July 2020 03:18 WIB Saham S&P 500 dan Dow turun pada hari Kamis karena investor khawatir terkait putaran bisnis lain yang ditutup untuk menahan lonjakan kasus virus corona dan mulai mengalihkan fokus mereka ke pendapatan, meskipun Indeks Nasdaq mencatat rekor...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.