New York Times Dedikasikan Halaman Depan untuk “Korban Covid-19 yang Tak Ternilai”
Wednesday, 27 May 2020 00:26 WIB | GLOBAL |AmerikaGlobalVirus

Jumlah korban meninggal akibat virus corona di Amerika diperkirakan akan melampaui angka 100.000 orang dalam beberapa hari ke depan. Untuk menandai hal itu, halaman depan edisi cetak suratkabar New York Times hari Minggu (24/5) hanya akan diisi dengan nama korban yang meninggal akibat penyakit ini dan rincian singkat tentang mereka, yang diambil dari media di seluruh Amerika.

Berita utama New York Times hari Minggu ini adalah: œHampir 100.000 Korban di Amerika, Kehilangan Yang Tak Ternilai.

Menurut Johns Hopkins University, jumlah korban meninggal akibat virus corona di Amerika hari Minggu ini mencapai lebih dari 97.000 orang.

Sementara jumlah orang di seluruh dunia yang telah tertular mencapai lebih dari 5,3 juta orang, termasuk 342.000 korban meninggal.

China, negara di mana virus corona ini bermula, Sabtu lalu (23/5) melaporkan tidak ada kasus baru di negaranya, yang pertama sejak virus ini merebak Januari lalu.

Pandemi ini telah membuat banyak negara berjuang keras menyelamatkan warga agar tidak tertular, sambil berupaya mengaktifkan kembali kegiatan ekonomi. Perebakan virus ini telah mengganggu perayaan Idul Fitri di seluruh dunia, dan juga peringatan Memorial Day atau Hari Pahlawan di Amerika di mana biasanya jutaan warga berlibur ke pantai dan taman nasional.

Amerika masih menjadi pusat perebakan virus mematikan ini dengan lebih dari 1,6 juta kasus, atau hampir sepertiga dari seluruh kasus di dunia.

Brazil menjadi negara kedua dengan jumlah kasus terbesar setelah Amerika, yaitu 347.000 orang yang tertular. Disusul Rusia dengan hampir 336.000 orang.

œAmerika Selatan telah menjadi pusat perebakan baru penyakit ini, ujar Michael Ryan, Direktur Program Darurat Badan Kesehatan Dunia WHO. œBrazil jelas menjadi negara yang paling terpapar saat ini, tambahnya.

Menteri Kesehatan Brazil Wanderson de Oliveira hari Minggu (24/5) mengumumkan akan mengundurkan diri Senin ini (25/5). De Oliveira ingin mundur bulan lalu tetapi bertahan atas permintaan menteri kesehatan sebelumnya, Luiz Mendetta, yang kemudian dipecat oleh Presiden Brazil Jair Bolsanaro. Kementerian Kesehatan berbeda pandangan dengan presiden yang menolak rekomendasi pakar-pakar kesehatan demi melindungi perekonomian negara itu.

Brazil dan Meksiko melaporkan jumlah kasus dan kematian dalam jumlah besar hampir setiap hari selama minggu ini, memicu kritik tajam bahwa presiden kedua negara itu gagal memberlakukan kebijakan lockdown yang lebih ketat.

Namun demikian Chili, Ekuador dan Peru telah memberlakukan langkah-langkah pencegahan yang agresif, sementara perebakan terus meluas dan membuat unit-unit gawat darurat di negara-negara itu kewalahan.

Sumber: VOA news

RELATED NEWS

Australia Akhiri Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong
Thursday, 9 July 2020 23:31 WIB

Australia mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan di kota tersebut oleh China. Dalam mengumumkan langkah tersebut pada Kamis ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Canberra akan memperpanjang visa sement...

Kasus Covid-19 di AS Meningkat, Meski Kurva Kematian Mendatar
Thursday, 9 July 2020 17:09 WIB

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat tajam di Amerika. Namun, jumlah orang yang meninggal tetap. Meskipun terdengar seperti kabar baik, para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Jumlah kasus baru telah menunjukkan peningkatan yang stabil sejak pertengahan Juni. Rata-rata kasus se...

Facebook Hapus Akun Palsu Terkait Presiden Brazil
Thursday, 9 July 2020 10:50 WIB

Raksasa media sosial Facebook, Rabu (8/7), mengatakan telah menghapus puluhan akun yang terkait dengan pendukung atau karyawan Presiden Brazil Jair Bolsonaro sebagai bagian dari penyelidikan terhadap penyebaran berita palsu lewat internet. Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan siber perusah...

PM Inggris Bertanggung Jawab Atas Respons Terhadap Covid-19
Wednesday, 8 July 2020 23:27 WIB

PM Inggris Boris Johnson, Pada Rabu (8/7) menyatakan ia memikul tanggung jawab penuh atas tanggapan negaranya terhadap pandemi Covid-19, dua hari setelah ia muncul menyalahkan para petugas di panti-panti perawatan kesehatan atas kematian penghuni di sana. Boris Johnson berbicara di parlemen menangg...

AS Secara Resmi Memberitahu PBB Keluar dari WHO
Wednesday, 8 July 2020 17:03 WIB

Gedung Putih secara resmi telah memberi tahu Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Amerika keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), meskipun jumlah kasus Covid-19 melonjak di AS. Presiden Donald Trump membekukan dana AS untuk WHO pada April dan sebulan kemudian, mengumu...

ANOTHER NEWS
Saham Dow dan S&P 500 berakhir turun, Nasdaq mencapai rekor tertinggi
Friday, 10 July 2020 03:18 WIB Saham S&P 500 dan Dow turun pada hari Kamis karena investor khawatir terkait putaran bisnis lain yang ditutup untuk menahan lonjakan kasus virus corona dan mulai mengalihkan fokus mereka ke pendapatan, meskipun Indeks Nasdaq mencatat rekor...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.