Pemimpin Hong Kong Mengatakan Hukum Keamanan yang Kontroversial tidak Perlu dikhawatirkan
Tuesday, 26 May 2020 17:35 WIB | GLOBAL |Global

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan kebebasan dasar kota itu tidak akan dilanggar oleh undang-undang keamanan baru untuk kota semi-otonom yang diusulkan oleh Beijing.

Usulan undang-undang itu, yang diresmikan pekan lalu selama sidang kongres nasional China, akan mencegah dan menghukum tindakan "pemisahan diri, subversi atau kegiatan terorisme" yang mengancam keamanan nasional. Undang-undang itu juga akan mengizinkan organ-organ keamanan nasional Tiongkok untuk mendirikan agen di Hong Kong.

Undang-undang ini secara luas dikutuk oleh kelompok bisnis dan negara-negara Barat sebagai lonceng kematian untuk status Hong Kong di bawah konsep "satu negara, dua sistem" yang didirikan setelah Inggris menyerahkan kendali pusat keuangan ke Cina pada tahun 1997, terutama karena undang-undang yang diusulkan memotong Legislatif Hong Kong.

Tetapi Lam mengatakan kepada wartawan Selasa bahwa sejak penyerahan itu, "setiap kali orang khawatir tentang kebebasan berbicara Hong Kong dan kebebasan berekspresi dan protes, berkali-kali Hong Kong telah membuktikan bahwa kami menjunjung tinggi dan menjaga nilai-nilai itu."

Pusat keuangan global diliputi oleh protes anti-pemerintah yang masif dan sering kali kekerasan selama paruh terakhir tahun 2019, pada awalnya dipicu oleh RUU ekstradisi yang kontroversial yang akhirnya berkembang menjadi tuntutan untuk demokrasi yang lebih besar. Banyak warga Hong Kong khawatir otonomi mereka terus-menerus dikikis oleh pemerintah pusat di daratan yang semakin campur tangan dalam urusannya.

Protes terhenti setelah wabah koronavirus yang dimulai di daratan Cina akhir tahun lalu menyebar ke Hong Kong tetapi secara sporadis kembali dalam beberapa hari terakhir saat wabah mereda.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Presiden Meksiko Siap Bertemu Presiden Trump di Washington
Tuesday, 7 July 2020 23:32 WIB

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dalam lawatan resmi pertamanya ke Washington hari Rabu (8/7), sambil menunggu hasil tes virus coronanya. Lopez Obrador mengatakan, ia akan mengumumkan hasil tesnya hari Selasa (7/7), dan akan menjalani ...

TikTok akan Meninggalkan Hong Kong setelah Pengesahan UU Keamanan Baru-baru ini
Tuesday, 7 July 2020 17:11 WIB

TikTok mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka akan menghentikan operasi di Hong Kong, bergabung dengan perusahaan media sosial lainnya dengan hati-hati melihat konsekuensi dari undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan minggu lalu. Kepergian aplikasi video pendek yang direncanakan dari Ho...

Diplomat AS di Hong Kong: UU Keamanan Baru Adalah Tragedi
Tuesday, 7 July 2020 10:48 WIB

Diplomat tertinggi AS di Hong Kong mengatakan, Senin (6/7), penerapan undang-undang keamanan baru di wilayah semi otonomi China itu merupakan sebuah tragedi. Undang-undang itu, menurutnya, mengikis kebebasan fundamental pusat finansial Asia itu dan menciptakan iklim penindasan dan sensor diri. œH...

Profesor Hukum China Pengkritik Presiden Xi Jinping Ditahan di Beijing
Monday, 6 July 2020 23:38 WIB

Seorang profesor hukum China yang telah menulis esai-esai kritis mengenai pemerintahan Presiden Xi Jinping dilaporkan telah ditahan di Beijing. Rekan-rekan Xu Zhangrun mengatakan penulis dan akademisi itu dibawa dari rumahnya Senin pagi (6/7) oleh lebih dari 12 polisi. The New York Times, mengutip ...

Wilayah di Spanyol Kembali Terapkan Lockdown
Monday, 6 July 2020 17:00 WIB

Salah Satu wliayah di Spanyol barat laut kembali memberlakukan karantina wilayah sepekan penuh karena pihak berwenang mengkhawatirkan wabah baru Covid-19, meskipun pemerintah federal telah mengakhiri karantina wilayah nasional. Para pejabat di La Marina di kawasan Galicia memberlakukan karantina te...

ANOTHER NEWS
Saham AS Berakhir Lebih Rendah Karena Kasus Virus Corona Meningkat
Wednesday, 8 July 2020 03:19 WIB Saham AS melemah pada hari Selasa karena investor mengambil keuntungan sehari pasca S&P 500 mencatat kenaikan terpanjangnya tahun ini dan karena kasus baru virus corona AS kembali naik. Sebagian besar Amerika Serikat melaporkan puluhan ribu...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.