Sekolah, Kantor Dibuka, New South Wales Bersiap Hadapi Kekacauan
Tuesday, 26 May 2020 11:23 WIB | GLOBAL |Global

Negara bagian terpadat di Australia pada Senin (25/5) mengerahkan ratusan staf pengendali keramaian untuk menegakkan aturan pembatasan sosial di transportasi umum. Lonjakan penumpang diperkirakan akan terjadi sementara sekolah-sekolah dan perkantoran dibuka kembali dan jumlah kasus virus corona berkurang.

Australia melaporkan lebih dari 7.100 infeksi Covid-19, termasuk 102 kematian, jauh di bawah angka yang dilaporkan negara-negara maju lainnya.

Dengan kurang dari 20 kasus Covid-19 baru setiap harinya, berbagai negara bagian di Australia mulai menjalankan rencana tiga tahap untuk menghapuskan sebagian besar pembatasan sosial pada Juli.

Di New South Wales, yang termasuk Kota Sydney, anak-anak kembali belajar tatap muka penuh waktu pada Senin (25/5), memungkinkan banyak orang tua kembali ke kantor-kantor.

Namun para pejabat memperingatkan warga setempat untuk menghadapi kemungkinan keterlambatan perjalanan, karena bus dan kereta beroperasi dengan kapasitas yang dikurangi untuk memenuhi persyaratan pembatasan sosial.

"Ada 1.2 juta anak melakukan perjalanan," kata Menteri Transportasi NSW Andrew Constance kepada Channel 9 Australia.

"Kita harus lebih sabar."

Perdana Menteri Scott Morrison telah mengatakan dibukanya kembali sekolah, penting bagi pemulihan ekonomi Australia.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Australia Akhiri Perjanjian Ekstradisi dengan Hong Kong
Thursday, 9 July 2020 23:31 WIB

Australia mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan nasional baru yang diberlakukan di kota tersebut oleh China. Dalam mengumumkan langkah tersebut pada Kamis ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Canberra akan memperpanjang visa sement...

Kasus Covid-19 di AS Meningkat, Meski Kurva Kematian Mendatar
Thursday, 9 July 2020 17:09 WIB

Jumlah orang yang terinfeksi virus corona meningkat tajam di Amerika. Namun, jumlah orang yang meninggal tetap. Meskipun terdengar seperti kabar baik, para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Jumlah kasus baru telah menunjukkan peningkatan yang stabil sejak pertengahan Juni. Rata-rata kasus se...

Facebook Hapus Akun Palsu Terkait Presiden Brazil
Thursday, 9 July 2020 10:50 WIB

Raksasa media sosial Facebook, Rabu (8/7), mengatakan telah menghapus puluhan akun yang terkait dengan pendukung atau karyawan Presiden Brazil Jair Bolsonaro sebagai bagian dari penyelidikan terhadap penyebaran berita palsu lewat internet. Nathaniel Gleicher, kepala kebijakan keamanan siber perusah...

PM Inggris Bertanggung Jawab Atas Respons Terhadap Covid-19
Wednesday, 8 July 2020 23:27 WIB

PM Inggris Boris Johnson, Pada Rabu (8/7) menyatakan ia memikul tanggung jawab penuh atas tanggapan negaranya terhadap pandemi Covid-19, dua hari setelah ia muncul menyalahkan para petugas di panti-panti perawatan kesehatan atas kematian penghuni di sana. Boris Johnson berbicara di parlemen menangg...

AS Secara Resmi Memberitahu PBB Keluar dari WHO
Wednesday, 8 July 2020 17:03 WIB

Gedung Putih secara resmi telah memberi tahu Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Amerika keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), meskipun jumlah kasus Covid-19 melonjak di AS. Presiden Donald Trump membekukan dana AS untuk WHO pada April dan sebulan kemudian, mengumu...

ANOTHER NEWS
Saham Dow dan S&P 500 berakhir turun, Nasdaq mencapai rekor tertinggi
Friday, 10 July 2020 03:18 WIB Saham S&P 500 dan Dow turun pada hari Kamis karena investor khawatir terkait putaran bisnis lain yang ditutup untuk menahan lonjakan kasus virus corona dan mulai mengalihkan fokus mereka ke pendapatan, meskipun Indeks Nasdaq mencatat rekor...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.