AS keberatan dengan Usulan Hukum China untuk Membatasi Oposisi Hong Kong
Friday, 22 May 2020 17:48 WIB | GLOBAL |Global

Amerika Serikat memperingatkan Cina pada hari Kamis terhadap setiap langkah untuk melemahkan otonomi Hong Kong menyusul laporan bahwa parlemen China akan mengusulkan undang-undang keamanan nasional untuk wilayah tersebut dalam menanggapi protes pro-demokrasi yang sering berubah menjadi kekerasan.

"Jika itu terjadi, kami akan menangani masalah itu dengan sangat kuat," kata Presiden AS Donald Trump, Kamis ketika ia meninggalkan Gedung Putih untuk melakukan perjalanan ke Michigan.

Presiden telah mengkritik China selama beberapa bulan, menyalahkannya atas penyebaran coronavirus di luar Wuhan, tempat asalnya.

"Setiap upaya untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang tidak mencerminkan kehendak rakyat Hong Kong akan sangat mengganggu stabilitas dan akan mendapat kecaman keras dari Amerika Serikat dan masyarakat internasional," kata Morgan Ortagus, juru bicara Departemen Luar Negeri.

œSeperti yang telah dinyatakan oleh Sekretaris, kami menunda pengajuan Laporan Undang-Undang Kebijakan Hong Kong tahunan kami kepada Kongres untuk memungkinkan kami mempertanggungjawabkan tindakan tambahan apa pun yang mungkin akan dipertimbangkan oleh Beijing dalam persiapan menjelang dan selama Kongres Rakyat Nasional yang akan semakin melemahkan otonomi tingkat tinggi Hong Kong. "

Pasal 23 Undang-Undang Dasar mengatakan pemerintah Hong Kong akan memberlakukan undang-undang sendiri untuk melarang tindakan pengkhianatan, pemisahan diri, penghasutan atau subversi terhadap pemerintah pusat. Upaya untuk mengimplementasikan artikel gagal pada tahun 2003 dalam menghadapi demonstrasi besar.

Juru bicara Kongres Rakyat Nasional Zhang Yesui mengumumkan rencana itu pada Kamis sebagai konferensi politik tingkat tinggi tahunan di China yang ditunda oleh pandemi virus corona selama dua bulan yang sedang berlangsung di Beijing.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Kolombia Tangkap Tersangka Serangan Bom di Akademi Kepolisian
Saturday, 4 July 2020 01:40 WIB

Kolombia menangkap delapan pemberontak sayap kiri yang dituduh menewaskan sedikitnya 22 orang dalam serangan bom terhadap sebuah akademi kepolisian. Laskar Pembebasan Nasional (ELN) mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil pada Januari 2019 di ibu kota, Bogota. Kelompok pemberontak itu men...

Senat AS Setujui RUU yang Menarget Entitas terkait UU Keamanan Hong Kong
Friday, 3 July 2020 17:34 WIB

Senat Amerika hari Kamis (2/7) menyetujui RUU yang akan menghukum individu atau perusahaan yang melakukan bisnis dengan pejabat China yang bertanggung jawab dalam penerapan undang-undang keamanan baru di Hong Kong. Senat yang dipimpin Partai Republik dengan suara bulat meloloskan Rancangan Undang-U...

Pemerintahan Trump Mengumumkan Rencana Perayaan Besar-Besaran Hari Kemerdekaan di Ibu Kota
Friday, 3 July 2020 13:38 WIB

Pemerintahan Presiden Donald Trump terus melanjutkan rencana untuk mengadakan perayaan hari kemerdekaan tradisional 4 Juli di Washington DC, lengkap dengan pertunjukan kembang api besar-besaran, meskipun pandemi Covid-19 sedang terjadi. Rencana perayaan œSalute to America atau Penghormatan bag...

Pemilih Rusia Muluskan Jalan bagi Putin Berkuasa Hingga 2036
Thursday, 2 July 2020 23:21 WIB

Para pemilih di Rusia telah menyetujui suatu paket reformasi konstitusi yang mencakup pembukaan kemungkinan bagi Presiden Vladimir Putin untuk dapat tetap menjadi presiden hingga 2036. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Kamis (2/7) mengatakan hasil tersebut merupakan suatu œkemenangan. Para t...

Perusahan AS dan Jerman Klaim Pengembangan Vaksin Covid-19 Menjanjikan
Thursday, 2 July 2020 17:43 WIB

Sejumlah ilmuwan Amerika dan Jerman mengatakan tes dari kandidat vaksin Covid-19 menunjukkan hasil menggembirakan. Pfizer dari AS dan BioNTech dari Jerman telah bergabung dalam Proyek Lightspeed dan sasarannya adalah menciptakan vaksin anti-Covid-19. Keduanya mengumumkan Rabu (1/7), œdata positi...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Akhiri Pekan Ini dengan Catatan Kuat (Review)
Saturday, 4 July 2020 03:45 WIB Saham Hong Kong berakhir dengan lebih tinggi pada hari Jumat, memperpanjang kenaikan hampir tiga persen hari sebelumnya, karena pasar global didorong oleh pembacaan yang lebih baik dari perkiraan pada penciptaan lapangan kerja AS. Indeks Hang Seng...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.