Polisi Australia Sita Bukti Terkait Sumber Terbesar Penularan Corona
Friday, 10 April 2020 16:55 WIB | GLOBAL |Global

Polisi di Australia mengambil barang-barang dari sebuah kapal pesiar yang tiba di Sydney bulan lalu, yang mengangkut ratusan penumpang yang tertular virus corona.

Para penyidik yang mengenakan APD dari kepala sampai kaki, menaiki kapal Ruby Princess, Rabu larut malam (8/4) di Port Kembla dan menyita œkotak hitam kapal itu, yang memuat rekaman digital pergerakannya. Perangkat ini mirip seperti kotak hitam di jet-jet penumpang. Pihak berwenang juga menginterogasi seluruh 1.040 awak yang tetap berada di kapal itu yang berlabuh sejak 19 Maret lalu.

Sekitar 15 dari ratusan penumpang yang terjangkit yang keluar dari kapal tersebut tanpa menjalani pemeriksaan kesehatan telah meninggal, menjadikan kapal ini sebagai sumber terbesar dari total 6.000 kasus dan 51 kematian akibat COVID-19 di Australia. Sekitar 200 awak kapal telah menunjukkan gejala-gejala terjangkit virus itu, dengan 18 di antaranya dinyatakan positif mengidapnya. Kapal tersebut diperkirakan tetap berada di Port Kembla selama 10 hari lagi sementara para awak menjalani perawatan.

Menteri Kesehatan Greg Hunt mengumumkan 96 kasus baru virus corona pada hari Kamis (9/4), jumlah pasien baru terrendah dalam periode tiga pekan ini.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Pemimpin Hong Kong Tuduh AS Gunakan 'Standar Ganda' Terkait Protes
Wednesday, 3 June 2020 09:15 WIB

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, mengatakan protes dengan kekerasan di Amerika Serikat merupakan contoh pemerintah negara asing yang menerapkan standar ganda bila berkenaan dengan pendekatan China dalam menumpas protes-protes anti-Beijing selama setahun ini. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo...

Korea Selatan Membuka Kembali Pengaduan WTO Atas Pembatasan Ekspor Jepang
Tuesday, 2 June 2020 23:35 WIB

Korea Selatan mengatakan akan membuka kembali keluhan terhadap Jepang di Organisasi Perdagangan Dunia atas kontrol ketat Tokyo atas ekspor bahan-bahan utama yang digunakan di sektor teknologi Korea Selatan. Seoul awalnya mengajukan keluhan September lalu setelah Tokyo mengeluarkan Korea Selatan dar...

WHO Tetapkan Amerika Latin Sebagai Pusat Baru Wabah Covid-19
Tuesday, 2 June 2020 18:59 WIB

Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/WHO), Senin (1/6), menyatakan Amerika Latin adalah pusat baru pandemi virus corona, karena angka kematian harian di kawasan itu kini melebihi angka di Amerika Serikat atau Eropa. WHO, Senin (1/6), mengatakan terdapat hampir 938 ribu kasus terk...

Protes Solidaritas Ras AS Merebak di Kota-Kota di Seluruh Dunia
Tuesday, 2 June 2020 10:23 WIB

Protes telah merebak di kota-kota di seluruh dunia dalam solidaritas dengan demonstrasi Black Lives Matter di Amerika Serikat. Protes menyusul kematian George Floyd di Minnesota, seorang pria kulit hitam berusia 46 tahun, pekan lalu dalam tahanan polisi. Di pusat London, demonstrasi berubah menjad...

Unjuk Rasa di AS Terus Berlanjut Meski Jam Malam dan Keadaan Darurat
Monday, 1 June 2020 17:06 WIB

Para demonstran terus menyuarakan kemarahan mereka atas kematian George Floyd hingga memasuki malam keenam di kota-kota di seluruh AS pada Minggu (31/5). Situasi itu meningkatkan kemungkinan terjadinya konfrontasi lagi dengan polisi yang berusaha menegakkan jam malam. Los Angeles, Chicago, Miami, D...

ANOTHER NEWS
Saham Berjangka Naik Seiring Optimisme Wall Street Tumbuh Di saat Pembukaan Kembali Ekonomi
Wednesday, 3 June 2020 17:09 WIB Saham berjangka A.S. naik pada awal perdagangan pada hari Rabu karena pasar terus rally terhadap optimisme atas ekonomi yang tumbuh setelah penutupan oleh virus corona. Dow futures menyiratkan kenaikan pembukaan sekitar 180 poin.  S&P 500...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.