Trump Ancam Pangkas Dana AS untuk WHO
Wednesday, 8 April 2020 23:49 WIB | GLOBAL |Global

Amerika Serikat "akan menahan dengan sangat kuat dana yang diberikannya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Presiden Donald Trump hari Selasa (7/4), menyebut entitas kemanusiaan PBB itu gagal dalam menghadapi serangan gencar pandemi COVID-19.

"Mereka keliru. Mereka tidak menanggapinya, kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, secara tidak langsung menyatakan WHO mungkin melakukan demikian karena bersikap segan terhadap China, di mana virus corona pertama kali dilaporkan.

Trump mengatakan WHO tampak terlalu fokus pada China. "Kita harus menyelidiki itu, lanjutnya.

AS adalah kontributor terbesar WHO.

Ketika ditanya seorang reporter apakah bijak mengurangi dana bagi organisasi itu di tengah-tengah pandemi ini, presiden membantah ia mengatakan akan melakukan itu, dan mengubah pernyataannya menjadi "Kami akan meninjaunya.

WHO tidak langsung mengomentari pernyataan Trump.

Beberapa jam sebelumnya, juru bicara PBB Stephane Dujarric menolak kritik umum terhadap WHO, dengan mengatakan organisasi tersebut telah melakukan pekerjaan luar biasa mengenai COVID, termasuk menyediakan pedoman global, membantu pemerintah dalam melakukan pelatihan dan mengirim jutaan unit peralatan utnuk membantu negara-negara menanggapi wabah.

Sementara itu Presiden Trump mengingkari laporan mengenai peringatan dini di kalangan internal pemerintahannya bahwa virus corona dapat merugikan ekonomi AS hingga triliunan dolar dan mematikan dalam jumlah besar.

Penasihat perdagangan Trump, Peter Navarro, mengeluarkan peringatan awal pada 29 Januari, sewaktu telah ada kasus COVID-19 terkonfirmasi di lebih dari 12 negara, dengan mengirim memo ke Dewan Keamanan Nasional (NSC).

"Saya tidak melihatnya, kata Trump mengenai memo Navarro, seraya menyebutnya sebagai "rekomendasi. Itu perasaan yang dia miliki.

Peringatan tertulis Navarro berikutnya kepada NSC pada 23 Februari menyebutkan "pandemi COVID-19 yang berkembang sepenuhnya dapat menjangkiti hingga 100 juta warga Amerika dan mematikan antara 1 juta dan 2 juta orang, sebut berbagai sumber di Gedung Putih.

"Saya penggembira bagi negara ini. Saya tidak ingin menciptakan kekacauan dan kejutan, kata Trump, mengindikasikan bahwa seandainyapun ia tahu prediksi mengerikan tersebut ketika itu, ia tidak akan mengungkapkannya kepada umum.

Source : VOA

RELATED NEWS

Pemimpin Hong Kong Mengatakan Hukum Keamanan yang Kontroversial tidak Perlu dikhawatirkan
Tuesday, 26 May 2020 17:35 WIB

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan kebebasan dasar kota itu tidak akan dilanggar oleh undang-undang keamanan baru untuk kota semi-otonom yang diusulkan oleh Beijing. Usulan undang-undang itu, yang diresmikan pekan lalu selama sidang kongres nasional China, akan mencegah dan menghukum tindakan...

Sekolah, Kantor Dibuka, New South Wales Bersiap Hadapi Kekacauan
Tuesday, 26 May 2020 11:23 WIB

Negara bagian terpadat di Australia pada Senin (25/5) mengerahkan ratusan staf pengendali keramaian untuk menegakkan aturan pembatasan sosial di transportasi umum. Lonjakan penumpang diperkirakan akan terjadi sementara sekolah-sekolah dan perkantoran dibuka kembali dan jumlah kasus virus corona berk...

AS Peringati 'Memorial Day', Korban Covid-19 Dekati 100 Ribu
Monday, 25 May 2020 18:51 WIB

Senin ini (25/5) adalah "Memorial Day" (Hari Pahlawan) di AS, hari untuk menghormati ratusan ribu tentara AS yang mengorbankan jiwa bagi negara. Bendera dikibarkan setengah tiang di berbagai penjuru negeri pada hari Senin untuk memperingati para tentara itu. Atas perintah presiden Donald Trump, ben...

Menlu China Memperingatkan Pihak Asing yang Memberi Gangguan Pada Hong Kong
Monday, 25 May 2020 14:02 WIB

Menteri Luar Negeri China Wang Yi memperingatkan Barat dan para pemain lainnya bahwa "tidak ada campur tangan eksternal akan ditoleransi" karena Beijing mempertimbangkan undang-undang keamanan baru di dalam semi-otonom Hong Kong. "Campur tangan asing yang melanggar hukum berlebihan dalam urusan Hon...

Keluarga mantan tangan kanan pangeran Saudi yang melarikan diri ke Kanada kini 'menjadi target'
Monday, 25 May 2020 12:03 WIB

Seorang pejabat senior keamanan Saudi yang selama bertahun-tahun merupakan perantara utama MI6 Inggris dan agen mata-mata Barat lainnya di Arab Saudi, kini dipersekusi bersama keluarganya, ujar mantan pejabat intelijen negara Barat. Dr Saad al-Jabri, yang membantu menggagalkan rencana bom al-Qaeda ...

ANOTHER NEWS
Emas Turun, Kehilangan Kilaunya seiring Reli Saham Terkait Pelonggaran Pembatasan, Harapan Vaksin
Tuesday, 26 May 2020 19:20 WIB Emas berjangka kehilangan kekuatannya pada hari Selasa karena ekuitas global menguat dalam menanggapi pelonggaran penutupan bisnis saat pandemi surut dan mendorong laporan kemajuan menuju vaksin COVID-19, menumpulkan daya tarik surga logam...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.