PM Jepang Deklarasikan Keadaan Darurat Satu Bulan di Tokyo
Tuesday, 7 April 2020 00:02 WIB | GLOBAL |Global

PM Jepang Shinzo Abe menyatakan ia akan mendeklarasikan keadaan darurat selama 30 hari di beberapa bagian negaranya sebagai respons atas meningkatnya jumlah kasus virus corona terkonfirmasi.

Abe mengumumkan niatnya itu hari Senin dalam pidato yang ditayangkan di TV setelah bertemu dengan satu gugus tugas khusus yang dibentuk untuk menghadapi wabah. Abe mengatakan ia akan resmi menyatakan deklarasi itu hari Selasa (7/4) bagi Tokyo dan enam prefektur lainnya, termasuk kota pelabuhan utama, Osaka.

Deklarasi ini akan memberi pemerintah setempat kewenangan hukum untuk meminta warganya tetap tinggal di rumah serta meminta sekolah dan bisnis untuk tutup. Konstitusi Jepang, yang sangat mendukung kebebasan sipil, tidak memberi pemerintah kewenangan untuk memberlakukan karantina wajib.

Abe juga mengumumkan legislasi stimulus 990 miliar dolar untuk menangani penurunan ekonomi akibat pandemi, termasuk 55 miliar dolar pembayaran langsung untuk rumah tangga dan bisnis kecil.

Abe sebelumnya enggan menetapkan keadaan darurat, tetapi tampaknya telah disarankan melakukan langkah itu setelah Tokyo melaporkan 143 kasus baru hari Minggu, jumlah terbanyak kasus terkonfirmasi dalam satu hari, yang membuat jumlah total kasus di ibukota Jepang melampaui angka 1.000.

Secara nasional, ada 3.500 kasus virus corona terkonfirmasi, termasuk lebih dari 70 kematian.

Source : VOA

RELATED NEWS

DPR AS Bahas Kekhawatiran atas Pelanggaran Privasi "TikTok"
Friday, 29 May 2020 23:46 WIB

Empat belas anggota Partai Demokrat dari Komisi Energi dan Perdagangan di DPR AS meminta agar regulator Komisi Perdagangan Federal (FTC) menyelidiki aplikasi video populer TikTok terkait pelanggaran privasi anak-anak. Komisi Energi dan Perdagangan mengawasi unit privasi FTC. Gugatan komisi yang dia...

Pengunjuk rasa di Kosovo Menentang Calon Presiden untuk Perdana Menteri
Friday, 29 May 2020 17:54 WIB

Para pemrotes yang mendukung Gerakan Penentuan Nasib Sendiri yang berkuasa di Kosovo, atau Vetevendosje !, turun ke jalan Pristina, ibukota, Kamis untuk menentang calon Presiden Hashim Thaci untuk menjadi perdana menteri baru negara itu setelah Mahkamah Konstitusi mengukuhkan keputusannya untuk penc...

Trump dan Macron Sepakat Gelar Pertemuan Tatap Muka G7 di Gedung Putih
Friday, 29 May 2020 10:38 WIB

Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron sepakat bahwa pertemuan Kelompok G7 harus diadakan secara langsung dan dalam waktu dekat. Kedua pemimpin negara itu sepakat setelah berdiskusi melalui panggilan telepon pada Kamis (28/5). Trump pada...

Garda Pantai AS Sita Sejumlah Besar Kokain di Dekat Puerto Rico
Thursday, 28 May 2020 23:09 WIB

Garda Pantai AS menyatakan para awak dari dua kapalnya menemukan 1.100 pound atau hampir 500 kg kokain di wilayah di lepas pantai Puerto Rico. Pihak berwenang, Rabu (27/5) mengumumkan, seorang awak helikopter pertama kali melihat bal-bal kokain masing-masing seberat 100 pound di dekat ladang puing-...

Rugby Dimulai Kembali di Australia Setelah Minggu Lockdown COVID-19
Thursday, 28 May 2020 17:52 WIB

Kompetisi olahraga besar pertama di Australia akan dimulai kembali pada Kamis setelah minggu-minggu lockdown COVID-19. National Rugby League (NRL) telah mengadopsi langkah-langkah biosekuriti yang ketat dan telah mengembangkan aplikasi pemeriksaan kesehatan untuk pemain. Musim Liga Rugbi Nasional A...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong akhiri minggu ini dengan lebih banyak kerugian (Review)
Saturday, 30 May 2020 03:29 WIB Saham Hong Kong berakhir dengan lebih banyak kerugian pada Jumat seiring  para pedagang dengan gugup menunggu konferensi pers Donald Trump, di mana ia akan menetapkan tanggapan AS terhadap rencana China untuk memberlakukan undang-undang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.