China Tak Punya Rekam Jejak Pasien Corona yang Sembuh dan Kembali Positif
Wednesday, 1 April 2020 16:36 WIB | GLOBAL |Global

Setelah pengetesan negatif dua kali berturut-turut, seorang pasien virus corona di Wuhan, yang pernah menjadi pusat wabah itu, baru-baru ini diperbolehkan pulang dari salah satu unit rumah sakit keliling corona.

Belum sempat merasakan kebebasannya, ia kemudian mendapat telepon dari otoritas kesehatan setempat yang mengatakan tes terakhir yang dilakukannya sebelum meninggalkan rumah sakit hasilnya positif.

"Saya harus segera kembali ke rumah sakit," kata pasien itu melalui Weibo, layanan seperti Twitter di corona. "Kompleks perumahan saya kembali dikarantina."

Karena corona memulangkan lebih banyak pasien COVID-19 yang pulih, terjadi peningkatan jumlah bekas penderita yang dites positif untuk kedua kalinya. Pejabat negara bagian untuk Pencegahan dan Pengendalian Bersama menyatakan pada Sabtu (28/3) lalu, laporan infeksi kedua terjadi di banyak daerah, termasuk di provinsi Guangdong, Sichuan, Hunan, dan Hubei.

Belum ada penjelasan yang memadai terkait sejumlah pasien dinyatakan positif setelah sebelumnya dites negatif virus corona.

Sebagian besar pakar virologi berpendapat infeksi kedua kalinya sungguh sangat jarang. Pasien yang pulih memiliki jumlah antibodi tinggi dalam darah yang mampu melawan infeksi COVID-19, melindungi tubuh agar tidak kambuh. Itulah sebabnya di banyak negara, pasien yang pulih sekarang menyumbang plasma darah untuk transfusi bagi pasien yang sakit.

Penjelasan lain untuk tes positif itu kemungkinan pengetesan yang dilakukan tidak akurat.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

DPR AS Bahas Kekhawatiran atas Pelanggaran Privasi "TikTok"
Friday, 29 May 2020 23:46 WIB

Empat belas anggota Partai Demokrat dari Komisi Energi dan Perdagangan di DPR AS meminta agar regulator Komisi Perdagangan Federal (FTC) menyelidiki aplikasi video populer TikTok terkait pelanggaran privasi anak-anak. Komisi Energi dan Perdagangan mengawasi unit privasi FTC. Gugatan komisi yang dia...

Pengunjuk rasa di Kosovo Menentang Calon Presiden untuk Perdana Menteri
Friday, 29 May 2020 17:54 WIB

Para pemrotes yang mendukung Gerakan Penentuan Nasib Sendiri yang berkuasa di Kosovo, atau Vetevendosje !, turun ke jalan Pristina, ibukota, Kamis untuk menentang calon Presiden Hashim Thaci untuk menjadi perdana menteri baru negara itu setelah Mahkamah Konstitusi mengukuhkan keputusannya untuk penc...

Trump dan Macron Sepakat Gelar Pertemuan Tatap Muka G7 di Gedung Putih
Friday, 29 May 2020 10:38 WIB

Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Perancis Emmanuel Macron sepakat bahwa pertemuan Kelompok G7 harus diadakan secara langsung dan dalam waktu dekat. Kedua pemimpin negara itu sepakat setelah berdiskusi melalui panggilan telepon pada Kamis (28/5). Trump pada...

Garda Pantai AS Sita Sejumlah Besar Kokain di Dekat Puerto Rico
Thursday, 28 May 2020 23:09 WIB

Garda Pantai AS menyatakan para awak dari dua kapalnya menemukan 1.100 pound atau hampir 500 kg kokain di wilayah di lepas pantai Puerto Rico. Pihak berwenang, Rabu (27/5) mengumumkan, seorang awak helikopter pertama kali melihat bal-bal kokain masing-masing seberat 100 pound di dekat ladang puing-...

Rugby Dimulai Kembali di Australia Setelah Minggu Lockdown COVID-19
Thursday, 28 May 2020 17:52 WIB

Kompetisi olahraga besar pertama di Australia akan dimulai kembali pada Kamis setelah minggu-minggu lockdown COVID-19. National Rugby League (NRL) telah mengadopsi langkah-langkah biosekuriti yang ketat dan telah mengembangkan aplikasi pemeriksaan kesehatan untuk pemain. Musim Liga Rugbi Nasional A...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong akhiri minggu ini dengan lebih banyak kerugian (Review)
Saturday, 30 May 2020 03:29 WIB Saham Hong Kong berakhir dengan lebih banyak kerugian pada Jumat seiring  para pedagang dengan gugup menunggu konferensi pers Donald Trump, di mana ia akan menetapkan tanggapan AS terhadap rencana China untuk memberlakukan undang-undang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.