Pakar Kesehatan: Virus Corona Bisa Bunuh 100 Ribu Orang di Amerika
Monday, 30 March 2020 11:32 WIB | GLOBAL |Global

Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika, Dr. Anthony Fauci, hari Minggu (29/3) memperkirakan sekitar 100.000 atau lebih warga Amerika dapat meninggal akibat pandemi virus corona, lima puluh kali lebih besar dari jumlah korban meninggal saat ini.

Fauci mengatakan pada stasiun televisi CNN, Amerika bisa menghadapi œjutaan kasus Covid-19, perebakan pandemi yang sangat cepat di negara ini, di mana para pejabat kini telah secara resmi menyatakan adanya 124.000 orang yang terjangkit dan 2.100 orang meninggal dunia, meskipun kedua angka itu terus meningkat dari hari ke hari.

Direktur Institut Penyakit Menular dan Alergi Amerika Dr. Anthony Fauci dan Direktur Pusat Keamanan Kesehatan di John Hopkins University Dr. Thomas Inglesby, keduanya menentang pernyataan Presiden Trump bahwa saran untuk tinggal di rumah dan menjaga jarak dengan orang lain untuk mencegah perebakan virus corona dapat dilonggarkan. Trump minggu lalu mengatakan bisnis di Amerika dapat œmulai bersiap menyambut Paskah, 12 April mendatang.

Fauci mengatakan ia hanya akan mendukung pelonggaran perlindungan anti-virus corona di daerah-daerah yang terkena dampak lebih ringan jika ada peningkatan alat pengujian untuk memantau daerah-daerah itu. Tetapi ditegaskannya, œuntuk saat ini masih dipertanyakan apakah alat pengujiannya akan cukup.

Rekomendasi otorita kesehatan Amerika sebelumnya untuk melakukan œsocial distancing guna memperlambat perebakan virus sedianya berakhir hari Senin (30/3), tetapi Inglesby mengatakan dalam program œFox News Sunday, œsaya kira kita belum membuat banyak kemajuan berarti dalam hal pembatasan ini agar dapat melihat dampak yang cukup besar. œKita masih harus mempertahankan social distancing, ujarnya.

Peningkatan jumlah korban virus corona di Amerika sudah sampai di titik yang mengkhawatirkan di mana terjadi 1.000 kematian pertama dalam lebih dari satu bulan, dan 1.000 kematian kedua dalam dua hari terakhir.

Sumber: VOA news

RELATED NEWS

Legislatif Hong Kong Mengesahkan UU Lagu Kebangsaan yang Kontroversial
Thursday, 4 June 2020 23:26 WIB

Legislatif Hong Kong, pada Kamis mengeluarkan undang-undang kontroversial untuk melarang ejekan lagu kebangsaan Cina di tengah meluasnya oposisi. Langkah itu diambil pada peringatan 31 tahun penumpasan gerakan pro-demokrasi Tiananmen, dengan para aktivis menentang larangan polisi untuk mengadakan p...

Dokter Pantau Konsumsi Obat Malaria Trump
Thursday, 4 June 2020 18:52 WIB

Tim dokter kepresidenan melaporkan, Rabu (3/6), tim medis Gedung Putih terus mengawasi ritme jantung Presiden Donald Trump termasuk setidaknya satu hasil elektrokardiogram (EKG), untuk memantau kemungkinan efek samping obat malaria yang diminum Trump selama dua minggu untuk mencegah virus corona. "...

Brazil Catat Rekor Baru Kematian Dalam Satu Hari Karena Virus Corona
Thursday, 4 June 2020 10:17 WIB

Brazil mengumumkan telah mencatat rekor kematian dalam satu hari akibat virus corona, Selasa (2/6). Kementerian kesehatan menyatakan telah mengukuhkan tambahan 1.262 kematian akibat COVID-19, membuat total kematian menjadi 31.199, dengan jumlah kasus terkonfirmasi sekarang mencapai 555.383, jumlah ...

Penduduk Asli Australia Menunjukkan Solidaritas Dengan Para Pemrotes AS
Wednesday, 3 June 2020 23:40 WIB

Ketika protes terjadi di Amerika Serikat, keluarga pribumi yang memiliki pengalaman buruk dengan penegak hukum mengatakan kebrutalan polisi adalah masalah serius di Australia. Penduduk asli Aborigin mencapai 3 persen dari total populasi, tetapi hampir sepertiga dari populasi penjara adalah penduduk ...

Kemarahan Global Meningkat atas Kematian George Floyd
Wednesday, 3 June 2020 18:31 WIB

Kemarahan meningkat di seluruh dunia pada kematian George Floyd, laki-laki Amerika keturunan Afrika yang meninggal minggu lalu setelah ditangkap oleh polisi di jalan kota di Minneapolis, Minnesota. Diplomat senior Uni Eropa, Josep Borrell di Brussels mengatakan kematian Floyd disebabkan oleh penyal...

ANOTHER NEWS
Emas catat kenaikan pertama dalam 4 sesi pada pelemahan dolar dan saham
Friday, 5 June 2020 01:29 WIB Emas berjangka naik pada Kamis ini, dengan harga membukukan kenaikan pertama nya dalam empat sesi terkait pelemahan di pasar saham serta dolar AS, karena investor mengkaji tindakan kebijakan oleh Bank Sentral Eropa. Emas untuk pengiriman Agustus...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.