Rusia Mengusulkan Kuota Ekspor Gandum sebagai Respons terhadap Coronavirus
Friday, 27 March 2020 23:38 WIB | GLOBAL |Global

Kementerian Pertanian Rusia telah mengusulkan untuk membatasi ekspor biji-bijian selama tiga bulan, katanya pada hari Jumat, mendorong kekhawatiran di kalangan pedagang bahwa langkah-langkah oleh eksportir gandum terbesar di dunia dapat diperpanjang.

Di sesama eksportir Laut Hitam Ukraina, kementerian ekonomi pada hari Jumat mengatakan sedang memantau ekspor gandum setiap hari dan akan mengambil tindakan jika diperlukan. Pembuat roti dan pabrik di negara itu sebelumnya meminta ekspor biji-bijian dibatasi untuk mencegah lonjakan harga roti jika penyebaran virus corona dipercepat.

Usulan untuk membatasi ekspor biji-bijian menjadi 7 juta ton untuk bulan April-Juni merupakan tanggapan terhadap permintaan pemerintah Rusia minggu ini untuk mempertimbangkan apakah ekspor makanan apa pun harus dibatasi karena pandemi coronavirus.

Kementerian mengatakan bahwa tindakan itu, jika disetujui, akan mencakup jenis biji-bijian utama - gandum, gandum, gandum dan jagung - untuk membantu memastikan stabilitas di pasar makanan domestik.

Ukuran batas tidak memiliki banyak gigitan, kata para pedagang, karena 7 juta ton lebih atau kurang dari ekspektasi umum untuk volume ekspor Rusia hingga akhir musim 2019/20 pada 30 Juni.

Tetapi langkah tersebut telah meningkatkan harapan bahwa langkah-langkah selanjutnya mungkin mengikuti, mengingat sejarah Rusia membatasi ekspor biji-bijian di masa-masa sulit, seperti ketika kelemahan rubel menyebabkan lonjakan harga domestik atau prospek panen baru mengecewakan.

"Itu adalah gerakan simbolis, tetapi yang mengkhawatirkan," kata seorang pedagang Eropa.

"Apakah ini langkah pertama dalam langkah untuk mengurangi ekspor untuk menjaga persediaan pangan Rusia sendiri di tengah coronavirus? Ini adalah kekhawatirannya."

Gandum berjangka di Paris memperpanjang kenaikan dan naik 1,8% pada hari Jumat setelah berita proposal kuota.

Rusia mengekspor 25,2 juta ton gandum, gandum, jelai dan jagung pada periode Juli-Desember tahun lalu. Dari awal tahun ini hingga 26 Maret, ekspor gandum, gandum, gandum dan jagung Rusia berjumlah 7,2 juta ton, tambah kementerian itu.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Peraturan Pengadilan Terhadap Rencana Sydney Diprotes Karena kekhawatiran Virus
Friday, 5 June 2020 23:41 WIB

Pengadilan Australia berpihak pada polisi dalam putusan pada Jumat bahwa protes Black Lives Matter yang direncanakan untuk Sydney menimbulkan terlalu banyak risiko untuk penyebaran virus corona dan tidak dapat ditahan. Ribuan orang diperkirakan akan melakukan aksi unjuk rasa di kota terbesar Austra...

Kajian Keamanan Obat Malaria untuk Virus Corona Ditarik
Friday, 5 June 2020 17:46 WIB

Beberapa penulis penelitian besar yang mengangkat masalah keamanan obat malaria untuk pasien virus corona telah menarik laporan itu. Mereka mengatakan pengulas independen tidak bisa memverifikasi informasi yang banyak dipertanyakan ilmuwan lain. Penarikan kajian itu, Kamis (4/6), dalam jurnal Lance...

Chili Catat Kematian Terbesar Dalam Sehari Akibat COVID-19
Friday, 5 June 2020 09:40 WIB

Pihak berwenang menyatakan Chili, yang melaporkan kasus virus corona terbanyak di Amerika Selatan, mengukuhkan 87 kematian akibat virus itu dalam satu hari saja pada hari Rabu (3/6). Itu adalah lonjakan tertinggi dalam satu hari sejak wabah mulai merebak lebih dari dua bulan silam. Lonjakan kasus v...

Legislatif Hong Kong Mengesahkan UU Lagu Kebangsaan yang Kontroversial
Thursday, 4 June 2020 23:26 WIB

Legislatif Hong Kong, pada Kamis mengeluarkan undang-undang kontroversial untuk melarang ejekan lagu kebangsaan Cina di tengah meluasnya oposisi. Langkah itu diambil pada peringatan 31 tahun penumpasan gerakan pro-demokrasi Tiananmen, dengan para aktivis menentang larangan polisi untuk mengadakan p...

Dokter Pantau Konsumsi Obat Malaria Trump
Thursday, 4 June 2020 18:52 WIB

Tim dokter kepresidenan melaporkan, Rabu (3/6), tim medis Gedung Putih terus mengawasi ritme jantung Presiden Donald Trump termasuk setidaknya satu hasil elektrokardiogram (EKG), untuk memantau kemungkinan efek samping obat malaria yang diminum Trump selama dua minggu untuk mencegah virus corona. "...

ANOTHER NEWS
Minyak naik lebih dari 5% ke level tertinggi 3 bulan jelang pertemuan OPEC+
Saturday, 6 June 2020 01:55 WIB Harga minyak menguat pada hari Jumat pasca penurunan tak terduga dalam tingkat pengangguran AS bulan Mei dan keputusan OPEC untuk meneruskan diskusi pada Sabtu terkait apakah akan memperpanjang rekor penurunan produksi. Minyak mentah berjangka...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.