China menegur Pompeo atas Komentar 'Virus Wuhan'
Thursday, 26 March 2020 23:41 WIB | GLOBAL |Global

Kementerian Luar Negeri China pada Kamis, mengecam keras komentar yang dibuat oleh Sekretaris Negara AS Mike Pompeo di mana ia menyebut COVID-19 sebagai virus "Wuhan" dan mengklaim China telah melakukan "kampanye disinformasi" tentang epidemi tersebut.

Pompeo membuat komentar kepada wartawan pada Rabu di sela-sela konferensi video dengan negara-negara kekuatan ekonomi Kelompok Tujuh. Pompeo mengatakan negara-negara bersatu dalam menentang œdisinformasi coronavirus China.

Berbicara dalam jumpa pers reguler di Beijing, pada Kamis, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang mengatakan Pompeo bersikeras menggunakan istilah "virus Wuhan" untuk menstigmatisasi Tiongkok dan mendiskreditkan upaya Tiongkok dalam upaya mengalihkan perhatian dan mengalihkan tanggung jawab. Shuang berkata Pompeo "memiliki motif yang sangat menyeramkan."

Pompeo dan anggota pemerintahan lainnya, termasuk Presiden AS Donald Trump sendiri sering menyebut virus corona baru sebagai virus "Wuhan" atau "Cina". Organisasi Kesehatan Dunia dan badan internasional lainnya telah secara resmi menamakan virus itu "Penyakit Coronavirus / COVID-19."

Penggunaan istilah tersebut menjadi masalah selama telekonferensi G7 pada hari Rabu ketika AS bersikeras menggunakan istilah "virus Wuhan" dalam pernyataan bersama yang akan dikeluarkan setelah pertemuan. Negara anggota lainnya keberatan dengan penggunaan istilah ini, yang menghasilkan pernyataan terpisah yang dikeluarkan.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Legislatif Hong Kong Mengesahkan UU Lagu Kebangsaan yang Kontroversial
Thursday, 4 June 2020 23:26 WIB

Legislatif Hong Kong, pada Kamis mengeluarkan undang-undang kontroversial untuk melarang ejekan lagu kebangsaan Cina di tengah meluasnya oposisi. Langkah itu diambil pada peringatan 31 tahun penumpasan gerakan pro-demokrasi Tiananmen, dengan para aktivis menentang larangan polisi untuk mengadakan p...

Dokter Pantau Konsumsi Obat Malaria Trump
Thursday, 4 June 2020 18:52 WIB

Tim dokter kepresidenan melaporkan, Rabu (3/6), tim medis Gedung Putih terus mengawasi ritme jantung Presiden Donald Trump termasuk setidaknya satu hasil elektrokardiogram (EKG), untuk memantau kemungkinan efek samping obat malaria yang diminum Trump selama dua minggu untuk mencegah virus corona. "...

Brazil Catat Rekor Baru Kematian Dalam Satu Hari Karena Virus Corona
Thursday, 4 June 2020 10:17 WIB

Brazil mengumumkan telah mencatat rekor kematian dalam satu hari akibat virus corona, Selasa (2/6). Kementerian kesehatan menyatakan telah mengukuhkan tambahan 1.262 kematian akibat COVID-19, membuat total kematian menjadi 31.199, dengan jumlah kasus terkonfirmasi sekarang mencapai 555.383, jumlah ...

Penduduk Asli Australia Menunjukkan Solidaritas Dengan Para Pemrotes AS
Wednesday, 3 June 2020 23:40 WIB

Ketika protes terjadi di Amerika Serikat, keluarga pribumi yang memiliki pengalaman buruk dengan penegak hukum mengatakan kebrutalan polisi adalah masalah serius di Australia. Penduduk asli Aborigin mencapai 3 persen dari total populasi, tetapi hampir sepertiga dari populasi penjara adalah penduduk ...

Kemarahan Global Meningkat atas Kematian George Floyd
Wednesday, 3 June 2020 18:31 WIB

Kemarahan meningkat di seluruh dunia pada kematian George Floyd, laki-laki Amerika keturunan Afrika yang meninggal minggu lalu setelah ditangkap oleh polisi di jalan kota di Minneapolis, Minnesota. Diplomat senior Uni Eropa, Josep Borrell di Brussels mengatakan kematian Floyd disebabkan oleh penyal...

ANOTHER NEWS
Legislatif Hong Kong Mengesahkan UU Lagu Kebangsaan yang Kontroversial
Thursday, 4 June 2020 23:26 WIB Legislatif Hong Kong, pada Kamis mengeluarkan undang-undang kontroversial untuk melarang ejekan lagu kebangsaan Cina di tengah meluasnya oposisi. Langkah itu diambil pada peringatan 31 tahun penumpasan gerakan pro-demokrasi Tiananmen, dengan para...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.