Estonia dan Lithuania Laporkan Kasus Pertama Coronavirus
Friday, 28 February 2020 23:31 WIB | GLOBAL |Global

Dua negara Baltik telah melaporkan kasus pertama coronavirus mereka, masing-masing dengan gejala ringan.

Lithuania mengkonfirmasi kasus pertamanya pada hari Jumat, terdeteksi pada seorang wanita yang kembali ke rumah setelah menghadiri konferensi dengan rekan-rekannya di kota Verona di Italia utara.

Wanita 39 tahun itu memiliki gejala ringan dan telah diisolasi di rumah sakit di kota utara Siauliai setelah kepulangannya Senin, Menteri Kesehatan Lithuania Aurelijus Veryga mengatakan pada konferensi pers larut malam, menambahkan bahwa penumpang duduk di samping wanita di pesawat. dan di baris yang berdekatan akan menjalani tes untuk virus.

Pada hari Kamis, Estonia melaporkan kasus virus korona pertamanya, sehari setelah seorang pria kembali ke county dari perjalanan bisnis di tanah kelahirannya, Iran.

Menteri Urusan Sosial Estonia Tanel Kiik mengatakan kepada penyiar publik ERR bahwa pria itu saat ini dirawat di rumah sakit.

"Orang itu, seorang penduduk tetap Estonia yang bukan warga negara, tiba di Estonia pada Rabu malam," kata Kiik.

Menurut media setempat, pria itu menghubungi otoritas kesehatan Estonia sendiri pada saat kedatangannya di Tallinn dengan bus dari ibukota Latvia, Riga, tempat ia terbang dari Istanbul.

Italia dan Iran adalah di antara negara-negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbesar di luar Asia.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Inggris dalam Status Darurat untuk Pertama Kali Sejak PD II
Monday, 30 March 2020 17:03 WIB

Inggris dalam keadaan darurat untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II Langkah itu berarti pemerintah Inggris mendirikan apa yang disebutnya pusat-pusat koordinasi strategis di seluruh Inggris untuk mendistribusikan pasokan kepada masyarakat untuk membantu mengatasi wabah virus corona. Ada lebi...

Pakar Kesehatan: Virus Corona Bisa Bunuh 100 Ribu Orang di Amerika
Monday, 30 March 2020 11:32 WIB

Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika, Dr. Anthony Fauci, hari Minggu (29/3) memperkirakan sekitar 100.000 atau lebih warga Amerika dapat meninggal akibat pandemi virus corona, lima puluh kali lebih besar dari jumlah korban meninggal saat ini. Fauci mengatakan pada stasiun televisi CNN, Ameri...

Rusia Mengusulkan Kuota Ekspor Gandum sebagai Respons terhadap Coronavirus
Friday, 27 March 2020 23:38 WIB

Kementerian Pertanian Rusia telah mengusulkan untuk membatasi ekspor biji-bijian selama tiga bulan, katanya pada hari Jumat, mendorong kekhawatiran di kalangan pedagang bahwa langkah-langkah oleh eksportir gandum terbesar di dunia dapat diperpanjang. Di sesama eksportir Laut Hitam Ukraina, kementer...

Angka Kematian Lewati Angka 4.000, Spanyol Berjuang Keras Atasi Corona
Friday, 27 March 2020 18:35 WIB

Spanyol tertatih-tatih di bawah gempuran virus corona, dengan kematian melebihi yang terjadi di China. Sistem kesehatan runtuh dan panti-panti warga usia lanjut menjadi kuburan terbuka. Rumah-rumah sakit kehabisan persediaan yang sangat diperlukan dan sekitar sepertiga staf medis telah terkontamina...

WHO: Kasus dan Kematian Akibat Corona di Eropa Terus Meningkat
Friday, 27 March 2020 10:42 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis (26/3) melaporkan lebih dari 220 ribu kasus baru virus corona dan 11.987 kematian di Eropa, tiga kali lipat dibandingkan jumlah sepekan yang lalu. Berbicara di Kopenhagen, Direktur Kawasan Eropa WHO Dr. Hans Kluge mengatakan angka-angka baru itu mengindikasik...

ANOTHER NEWS
Inggris dalam Status Darurat untuk Pertama Kali Sejak PD II
Monday, 30 March 2020 17:03 WIB Inggris dalam keadaan darurat untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II Langkah itu berarti pemerintah Inggris mendirikan apa yang disebutnya pusat-pusat koordinasi strategis di seluruh Inggris untuk mendistribusikan pasokan kepada masyarakat...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.