Pihak Berwenang AS Tangkap 5 Orang Terkait Kelompok Neo-Nazi
Friday, 28 February 2020 12:52 WIB | GLOBAL |GlobalAmerika

Pihak berwenang Amerika Serikat (AS), Rabu (26/2)< menangkap lima tokoh yang terkait dengan kelompok Divisi Atomwaffen. Mereka dituduh berkonspirasi untuk mengintimidasi wartawan dan melecehkan gereja serta seorang pejabat kabinet yang pandangannya tidak mereka setujui.

John Denton dari Montgomery, Texas, yang merupakan mantan pemimpin kelompok itu, didakwa karena melakukan serangkaian ancaman bom palsu di negara bagian Virginia. Salah satunya adalah ancaman tahun lalu yang diyakini menarget mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen.

Otorita berwenang menilai kelompok Atomwaffen berusaha menghasut terjadinya perang antar-ras di Amerika, dengan seringkali menarget wartawan yang laporan-laporannya mengungkap kegiatan kelompok itu.

Seorang jaksa penuntut federal di bagian barat Washington, Brian Moran, mengatakan empat tersangka yang ditangkap œtelah berusaha menyebarluaskan ketakutan dan teror dengan mengirim ancaman pada mereka yang mengkritisi kegiatan mereka.

Keempat tersangka “ yang semuanya berusia 20 tahunan “ diidentifikasi sebagai Cameron Brandon Shea dari Redmond-Washington, Kaleb Cole dari Montgomery-Texas, Taylor Ashley Parker-Dipepe dari Spring Hill-Florida, dan Johnny Roman Garza dari Queen Creek-Arizona.

Departemen Kehakiman menuduh keempatnya berkonspirasi lewat sebuah kelompok percakapan di dunia maya untuk mengidentifikasi wartawan dan lainnya yang ingin diintimidasi, terutama wartawan Yahudi dan kulit berwarna lainnya.

Sumber: VOA news

RELATED NEWS

Pangeran Charles Keluar dari Swa-isolasi dalam Kondisi Sehat
Tuesday, 31 March 2020 00:25 WIB

Pewaris takhta Inggris Pangeran Charles yang telah dinyatakan positif tertular virus corona, keluar dari pengisolasian diri selama tujuh hari dan dalam kondisi kesehatan yang baik, kata juru bicaranya hari Senin (30/3). Pekan lalu, kantornya, Clarence House, mengungkapkan bahwa pangeran berusia 71 ...

Inggris dalam Status Darurat untuk Pertama Kali Sejak PD II
Monday, 30 March 2020 17:03 WIB

Inggris dalam keadaan darurat untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II Langkah itu berarti pemerintah Inggris mendirikan apa yang disebutnya pusat-pusat koordinasi strategis di seluruh Inggris untuk mendistribusikan pasokan kepada masyarakat untuk membantu mengatasi wabah virus corona. Ada lebi...

Pakar Kesehatan: Virus Corona Bisa Bunuh 100 Ribu Orang di Amerika
Monday, 30 March 2020 11:32 WIB

Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika, Dr. Anthony Fauci, hari Minggu (29/3) memperkirakan sekitar 100.000 atau lebih warga Amerika dapat meninggal akibat pandemi virus corona, lima puluh kali lebih besar dari jumlah korban meninggal saat ini. Fauci mengatakan pada stasiun televisi CNN, Ameri...

Rusia Mengusulkan Kuota Ekspor Gandum sebagai Respons terhadap Coronavirus
Friday, 27 March 2020 23:38 WIB

Kementerian Pertanian Rusia telah mengusulkan untuk membatasi ekspor biji-bijian selama tiga bulan, katanya pada hari Jumat, mendorong kekhawatiran di kalangan pedagang bahwa langkah-langkah oleh eksportir gandum terbesar di dunia dapat diperpanjang. Di sesama eksportir Laut Hitam Ukraina, kementer...

Angka Kematian Lewati Angka 4.000, Spanyol Berjuang Keras Atasi Corona
Friday, 27 March 2020 18:35 WIB

Spanyol tertatih-tatih di bawah gempuran virus corona, dengan kematian melebihi yang terjadi di China. Sistem kesehatan runtuh dan panti-panti warga usia lanjut menjadi kuburan terbuka. Rumah-rumah sakit kehabisan persediaan yang sangat diperlukan dan sekitar sepertiga staf medis telah terkontamina...

ANOTHER NEWS
Emas Berjangka Berakhir Lebih Rendah untuk Sesi Kedua
Tuesday, 31 March 2020 01:23 WIB Emas berjangka turun pada hari Senin untuk sesi kedua, tertekan karena indeks saham acuan AS naik dan dolar menguat. "Emas telah menjadi jawaban bagi sebagian besar yang memerlukan uang tunai," kata George Gero, direktur pelaksana di RBC Wealth...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.