Pengadilan Tertinggi Jerman Dukung Larangan Berjilbab untuk Pengacara Magang
Thursday, 27 February 2020 23:40 WIB | GLOBAL |Global

Pengadilan tertinggi Jerman mendukung larangan yang diberlakukan terhadap seorang pengacara yang sedang magang untuk mengenakan jilbabnya sewaktu melakukan pekerjaan resmi tertentu.

Dalam keputusan 7 banding 1, Mahkamah Konstitusi Federal mengatakan, sementara larangan itu menghalangi kebebasan beragama perempuan itu, larangan itu juga dapat dibenarkan untuk menjunjung tinggi undang-undang yang menuntut œsikap netral pengacara magang berkenaan dengan masalah ideologi dan agama.

Di bawah undang-undang negara bagian Hesse, perempuan diperbolehkan mengenakan jilbab saat duduk di ruang pengadilan sebagai pengamat, namun tidak dapat melakukan prosedur hukum dari kursi hakim, memimpin jalannya sidang atau mengumpulkan bukti.

Memiliki pendapat yang berbeda, seorang hakim yang tidak sepakat dengan keputusan itu mengatakan, larangan tersebut bisa dianggap œintervensi serius terhadap kebebasan beragama perempuan tersebut dan pelatihan yang sedang dijalaninya sebagai seorang pengacara karena ia tidak memiliki alternatif lain dalam mengejar kariernya selain harus melalui sistim pelatihan yang dimandatkan pemerintah.

Tidak ada larangan berjilbab bagi pegawai negeri di seluruh Jerman, namun masing-masing negara bagian memiliki peraturan yang berbeda.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Pangeran Charles Keluar dari Swa-isolasi dalam Kondisi Sehat
Tuesday, 31 March 2020 00:25 WIB

Pewaris takhta Inggris Pangeran Charles yang telah dinyatakan positif tertular virus corona, keluar dari pengisolasian diri selama tujuh hari dan dalam kondisi kesehatan yang baik, kata juru bicaranya hari Senin (30/3). Pekan lalu, kantornya, Clarence House, mengungkapkan bahwa pangeran berusia 71 ...

Inggris dalam Status Darurat untuk Pertama Kali Sejak PD II
Monday, 30 March 2020 17:03 WIB

Inggris dalam keadaan darurat untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II Langkah itu berarti pemerintah Inggris mendirikan apa yang disebutnya pusat-pusat koordinasi strategis di seluruh Inggris untuk mendistribusikan pasokan kepada masyarakat untuk membantu mengatasi wabah virus corona. Ada lebi...

Pakar Kesehatan: Virus Corona Bisa Bunuh 100 Ribu Orang di Amerika
Monday, 30 March 2020 11:32 WIB

Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika, Dr. Anthony Fauci, hari Minggu (29/3) memperkirakan sekitar 100.000 atau lebih warga Amerika dapat meninggal akibat pandemi virus corona, lima puluh kali lebih besar dari jumlah korban meninggal saat ini. Fauci mengatakan pada stasiun televisi CNN, Ameri...

Rusia Mengusulkan Kuota Ekspor Gandum sebagai Respons terhadap Coronavirus
Friday, 27 March 2020 23:38 WIB

Kementerian Pertanian Rusia telah mengusulkan untuk membatasi ekspor biji-bijian selama tiga bulan, katanya pada hari Jumat, mendorong kekhawatiran di kalangan pedagang bahwa langkah-langkah oleh eksportir gandum terbesar di dunia dapat diperpanjang. Di sesama eksportir Laut Hitam Ukraina, kementer...

Angka Kematian Lewati Angka 4.000, Spanyol Berjuang Keras Atasi Corona
Friday, 27 March 2020 18:35 WIB

Spanyol tertatih-tatih di bawah gempuran virus corona, dengan kematian melebihi yang terjadi di China. Sistem kesehatan runtuh dan panti-panti warga usia lanjut menjadi kuburan terbuka. Rumah-rumah sakit kehabisan persediaan yang sangat diperlukan dan sekitar sepertiga staf medis telah terkontamina...

ANOTHER NEWS
Harga minyak AS berakhir di atas $ 20, tetapi catat finish terendah sejak 2002
Tuesday, 31 March 2020 02:11 WIB Minyak berjangka turun pada hari Senin, berakhir di atas angka kunci $ 20, tetapi kekhawatiran atas penurunan permintaan energi mendorong harga ke penutupan terendah sejak 2002. "Minyak kemungkinan memiliki sedikit harapan untuk rally tanpa...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.