Pertemuan untuk Selamatkan Kesepakatan Nuklir Iran Berlangsung di Wina
Thursday, 27 February 2020 19:05 WIB | GLOBAL |Global

Para anggota yang masih berkomitmen terhadap kesepakatan nuklir Iran dijadwalkan akan bertemu untuk pertama kalinya, Rabu (02/26) di Wina sejak Jerman, Perancis dan Inggris mulai memperdebatkan prosedur mengenai pemberlakuan kembali sanksi-sanksi PBB terhadap Iran.

Pembicaraan itu dilangsungkan ketika para peserta kesepakatan berupaya menyelamatkan perjanjian bersejarah pada tahun 2015, yang goyah sejak presiden Amerika Donald Trump menarik diri secara sepihak pada tahun 2018 dan memberlakukan sanksi yang melumpuhkan Iran.

Pertemuan itu akan dihadiri oleh diplomat senior dari Iran, Inggris, Perancis, Jerman, China, Rusia dan Uni Eropa.

Mereka berjanji untuk menjunjung tinggi kesepakatan yang menuntut Iran mengurangi program pengembangan senjata nuklirnya dengan imbalan pelonggaran sanksi-sanksi, meski tanpa dukungan Amerika.

Sejak Amerika mundur dari kesepakatan itu, Iran telah meningkatkan program pengembangan senjata nuklirnya sebagai wujud pembangkangan terhadap usaha Washington yang mengupayakan tekanan maksimum.

Iran telah melanggar batas penimbunan air berat dan uranium yang diperbolehkan, jumlah dan tipe sentrifugal yang dapat dioperasikan untuk memperkaya uranium dan kemurnian uranium.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Pakar Kesehatan: Virus Corona Bisa Bunuh 100 Ribu Orang di Amerika
Monday, 30 March 2020 11:32 WIB

Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika, Dr. Anthony Fauci, hari Minggu (29/3) memperkirakan sekitar 100.000 atau lebih warga Amerika dapat meninggal akibat pandemi virus corona, lima puluh kali lebih besar dari jumlah korban meninggal saat ini. Fauci mengatakan pada stasiun televisi CNN, Ameri...

Rusia Mengusulkan Kuota Ekspor Gandum sebagai Respons terhadap Coronavirus
Friday, 27 March 2020 23:38 WIB

Kementerian Pertanian Rusia telah mengusulkan untuk membatasi ekspor biji-bijian selama tiga bulan, katanya pada hari Jumat, mendorong kekhawatiran di kalangan pedagang bahwa langkah-langkah oleh eksportir gandum terbesar di dunia dapat diperpanjang. Di sesama eksportir Laut Hitam Ukraina, kementer...

Angka Kematian Lewati Angka 4.000, Spanyol Berjuang Keras Atasi Corona
Friday, 27 March 2020 18:35 WIB

Spanyol tertatih-tatih di bawah gempuran virus corona, dengan kematian melebihi yang terjadi di China. Sistem kesehatan runtuh dan panti-panti warga usia lanjut menjadi kuburan terbuka. Rumah-rumah sakit kehabisan persediaan yang sangat diperlukan dan sekitar sepertiga staf medis telah terkontamina...

WHO: Kasus dan Kematian Akibat Corona di Eropa Terus Meningkat
Friday, 27 March 2020 10:42 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis (26/3) melaporkan lebih dari 220 ribu kasus baru virus corona dan 11.987 kematian di Eropa, tiga kali lipat dibandingkan jumlah sepekan yang lalu. Berbicara di Kopenhagen, Direktur Kawasan Eropa WHO Dr. Hans Kluge mengatakan angka-angka baru itu mengindikasik...

China menegur Pompeo atas Komentar 'Virus Wuhan'
Thursday, 26 March 2020 23:41 WIB

Kementerian Luar Negeri China pada Kamis, mengecam keras komentar yang dibuat oleh Sekretaris Negara AS Mike Pompeo di mana ia menyebut COVID-19 sebagai virus "Wuhan" dan mengklaim China telah melakukan "kampanye disinformasi" tentang epidemi tersebut. Pompeo membuat komentar kepada wartawan pada R...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Berakhir Turun Seiring Kekhawatiran Krisis Ekonomi
Monday, 30 March 2020 15:48 WIB Saham Hong Kong berakhir dengan kerugian pada Senin karena kekhawatiran tentang kedalaman krisis ekonomi yang disebabkan oleh virus korona mengalahkan optimisme yang disebabkan oleh stimulus besar dan langkah-langkah pelonggaran moneter di seluruh...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.