Mantan Penguasa Mesir Hosni Mubarak Tutup Usia
Wednesday, 26 February 2020 16:11 WIB | GLOBAL |Global

Pemimpin yang lama berkuasa di Mesir, Hosni Mubarak, meninggal dunia pada usia 91 tahun. Kematiannya diberitakan hari Selasa (25/2) oleh televisi pemerintah.

Mubarak berkuasa di Mesir selama hampir 30 tahun, sebelum disingkirkan dari jabatannya pada 2011, setelah protes rakyat selama 18 hari.

Dia memulai karier militernya di angkatan udara Mesir, sampai akhirnya menjadi panglima dan deputi menteri pertahanan.

Mubarak diangkat sebagai wakil Presiden Anwar Sadat pada tahun 1975 dan berada di sisinya sewaktu Sadat dibunuh pada Oktober 1981 oleh militan Islamis.

Pemimpin autokrat itu kemudian menjadi presiden dan mempertahankan kekuasaan dengan memposisikan dirinya sebagai sekutu kepercayaan Barat yang menghormati perjanjian perdamaian 1979 dengan Israel, meskipun mendapat tentangan keras di hampir seluruh kawasan Timur Tengah.

Di dalam negeri, Mubarak memerintah dengan tangan besi, memberlakukan undang-undang darurat, yang memberi pasukan keamanan kekuasaan besar untuk menindak keras pembangkang dan membatasi hak-hak dasar.

Mubarak melakukan penindakan keras sewaktu ekstremis Islamis melancarkan kampanye kekerasan pada tahun 1990-an yang menewaskan ratusan polisi Mesir, tentara dan warga sipil, serta puluhan turis asing.

Presiden otoriter itu berjuang lama untuk menekan Ikhwanul Muslimin, gerakan Islamis transnasional terbesar di dunia Arab yang bermula di Mesir. Dalam melakukan itu, ia juga meminggirkan kelompok Islamis moderat, mengasingkan para pendukung mereka. Banyak kalangan menuduh Mubarak korupsi.

Selama tiga dekade, Mubarak memimpin pada masa-masa tidak mudah untuk mencapai stabilitas dan pembangunan ekonomi.

Pada Januari 2011, protes besar-besaran terhadap pemerintahnya merebak di Kairo dan kota-kota Mesir lainnya. Pada 1 Februari, pemimpin lanjut usia itu mengumumkan ia tidak akan mencalonkan diri lagi dalam pemilu yang dijadwalkan untuk bulan September tahun itu. Ia juga menjanjikan reformasi konstitusi, tetapi rakyat Mesir menuntut perubahan yang lebih radikal tidak lama setelah gerakan Musim Semi Arab mulai melanda kawasan.

Pada 11 Februari 2011, Wakil Presiden Omar Suleiman mengumumkan Mubarak meletakkan jabatan dan dewan tertinggi militer akan memimpin negara itu. Mubarak dan keluarganya melarikan diri ke rumah peristirahatan mereka di kawasan Laut Merah.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Presiden China Janjikan Bantuan untuk Afrika Selatan Melawan Wabah Corona
Thursday, 9 April 2020 23:55 WIB

Presiden China Xi Jinping menawarkan dukungan dan sumber daya ke negara-negara Afrika, terutama Afrika Selatan, dalam perjuangan mereka melawan epidemi COVID-19. Media pemerintah China melaporkan, dalam percakapan telepon, Rabu (8/4), dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Xi menuturkan ba...

Meksiko Kehilangan Hampir 350 Ribu Pekerjaan di Tengah Wabah Corona
Thursday, 9 April 2020 16:45 WIB

Menteri Tenaga Kerja Meksiko Luisa Maria Alcalde mengatakan negaranya kehilangan 346.748 pekerjaan sejak pertengahan Maret selama negara itu berupaya mencegah dan mengendalikan wabah virus corona. Alcalde mengatakan, Rabu (8/4), kerugian terbesar terjadi di Quintana Roo, daerah pantai yang bergantu...

Pembangunan Kembali Notre Dame Paris terhenti karena Pandemi
Thursday, 9 April 2020 11:10 WIB

Setahun setelah kebakaran yang mengejutkan dunia dan menghancurkan atap katedral kuno Notre Dame di Paris, Prancis menandai ulang tahun pertama di tengah pandemi coronavirus. Pekerja yang menghilangkan kontaminasi timbal sebelum rekonstruksi dikirim pulang sebagai bagian dari upaya untuk menahan pen...

Trump Ancam Pangkas Dana AS untuk WHO
Wednesday, 8 April 2020 23:49 WIB

Amerika Serikat "akan menahan dengan sangat kuat dana yang diberikannya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Presiden Donald Trump hari Selasa (7/4), menyebut entitas kemanusiaan PBB itu gagal dalam menghadapi serangan gencar pandemi COVID-19. "Mereka keliru. Mereka tidak menanggapinya,...

Italia Umumkan Paket Bantuan Ekonomi Tambahan
Wednesday, 8 April 2020 16:53 WIB

PM Italia Giuseppe Conte mengumumkan paket bantuan ekonomi tambahan senilai 434 miliar dolar bagi perusahaan-perusahaan Italia dari berbagai skala yang mengalami kesulitan setelah merebaknya krisis virus corona yang menghantam keras Italia. Pada konferensi pers dengan kabinetnya di Roma, Selasa (7/...

ANOTHER NEWS
Dolar menuju kerugian pada langkah stimulus Fed; kekhawatiran virus corona mereda
Friday, 10 April 2020 08:28 WIB Dolar memulai perdagangan hari Jumat dengan sedikit goyah dan berada di jalur untuk kerugian mingguan karena program pinjaman baru besar-besaran Federal Reserve AS untuk perusahaan-perusahaan kecil dan tanda-tanda perlambatan infeksi coronavirus...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.