Trump: AS 'Hampir Sampai' pada Kesepakatan Damai di Afghanistan
Wednesday, 26 February 2020 11:54 WIB | GLOBAL |Global

Presiden Amerika Donald Trump mengatakan pemerintahannya bergerak lebih dekat ke kesepakatan damai dengan Taliban di Afghanistan, dan mengatakan gencatan senjata untuk pengurangan kekerasan selama seminggu di seluruh negeri dengan kelompok pemberontak itu dipatuhi œsejauh ini, begitu baik.

Trump berbicara kepada para wartawan di India pada akhir perjalanan dua harinya hari Selasa, dan mengatakan prakarsanya untuk perdamaian Afghanistan telah mendapat dukungan luas dan “ dalam kata-katanya “ œsemua pihak senang dengan hal itu, termasuk New Delhi.

œKami hampir mencapai perjanjian. Kita lihat sajalah apa yang terjadi. Dua hari ini kita tidak menyaksikan kekerasan, atau saya kira sedikit sekali kekerasan , dan kita akan melihat apa yang terjadi, kata Trump tentang gencatan senjata sementara dan kemungkinan perjanjian damai yang akan dicapai dengan Taliban.

Pengurangan bentrokan selama tujuh hari yang disepakati bersama mulai berlaku Sabtu lalu. Sesuai kesepakatan itu pasukan Afghanistan yang didukung oleh Amerika dan pemberontak berkomitmen untuk tidak melancarkan operasi ofensif.

Gencatan senjata itu akan mencapai puncaknya pada 29 Februari dengan penandatanganan perjanjian Amerika-Taliban di Qatar. Jika ditandatangani, perjanjian itu akan mengakhiri perang terpanjang Amerika, yang kini memasuki tahun ke-19, dan akan memungkinkan penarikan bertahap sekitar 13.000 tentara Amerika dari negara itu.

Sumber: VOA news

RELATED NEWS

Presiden China Janjikan Bantuan untuk Afrika Selatan Melawan Wabah Corona
Thursday, 9 April 2020 23:55 WIB

Presiden China Xi Jinping menawarkan dukungan dan sumber daya ke negara-negara Afrika, terutama Afrika Selatan, dalam perjuangan mereka melawan epidemi COVID-19. Media pemerintah China melaporkan, dalam percakapan telepon, Rabu (8/4), dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Xi menuturkan ba...

Meksiko Kehilangan Hampir 350 Ribu Pekerjaan di Tengah Wabah Corona
Thursday, 9 April 2020 16:45 WIB

Menteri Tenaga Kerja Meksiko Luisa Maria Alcalde mengatakan negaranya kehilangan 346.748 pekerjaan sejak pertengahan Maret selama negara itu berupaya mencegah dan mengendalikan wabah virus corona. Alcalde mengatakan, Rabu (8/4), kerugian terbesar terjadi di Quintana Roo, daerah pantai yang bergantu...

Pembangunan Kembali Notre Dame Paris terhenti karena Pandemi
Thursday, 9 April 2020 11:10 WIB

Setahun setelah kebakaran yang mengejutkan dunia dan menghancurkan atap katedral kuno Notre Dame di Paris, Prancis menandai ulang tahun pertama di tengah pandemi coronavirus. Pekerja yang menghilangkan kontaminasi timbal sebelum rekonstruksi dikirim pulang sebagai bagian dari upaya untuk menahan pen...

Trump Ancam Pangkas Dana AS untuk WHO
Wednesday, 8 April 2020 23:49 WIB

Amerika Serikat "akan menahan dengan sangat kuat dana yang diberikannya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata Presiden Donald Trump hari Selasa (7/4), menyebut entitas kemanusiaan PBB itu gagal dalam menghadapi serangan gencar pandemi COVID-19. "Mereka keliru. Mereka tidak menanggapinya,...

Italia Umumkan Paket Bantuan Ekonomi Tambahan
Wednesday, 8 April 2020 16:53 WIB

PM Italia Giuseppe Conte mengumumkan paket bantuan ekonomi tambahan senilai 434 miliar dolar bagi perusahaan-perusahaan Italia dari berbagai skala yang mengalami kesulitan setelah merebaknya krisis virus corona yang menghantam keras Italia. Pada konferensi pers dengan kabinetnya di Roma, Selasa (7/...

ANOTHER NEWS
Dolar menuju kerugian pada langkah stimulus Fed; kekhawatiran virus corona mereda
Friday, 10 April 2020 08:28 WIB Dolar memulai perdagangan hari Jumat dengan sedikit goyah dan berada di jalur untuk kerugian mingguan karena program pinjaman baru besar-besaran Federal Reserve AS untuk perusahaan-perusahaan kecil dan tanda-tanda perlambatan infeksi coronavirus...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.