Kasus Coronavirus Pertama Afghanistan Dikonfirmasi
Monday, 24 February 2020 23:36 WIB | GLOBAL |Global

Para pejabat di Afghanistan, Senin, mengatakan seorang pasien yang baru-baru ini mengunjungi negara tetangganya Iran telah dites positif terkena virus korona dan sedang diisolasi di sebuah rumah sakit di provinsi perbatasan barat Herat.

Pernyataan itu muncul ketika wabah penyakit itu, yang dikenal sebagai COVID-19, telah menewaskan sedikitnya 12 orang di Iran dan menginfeksi puluhan lainnya sejak Rabu lalu ketika negara itu melaporkan kasus pertamanya.

Menteri kesehatan masyarakat Afghanistan, Ferozuddin Feroz, mengatakan kepada wartawan di Kabul bahwa keadaan darurat telah dinyatakan di Herat dalam upaya untuk mengekang penyebaran virus corona. "Saya meminta orang untuk mencoba tinggal di rumah dan membatasi gerakan mereka," katanya.

Pemerintah Afghanistan pada hari Sabtu menangguhkan semua perjalanan udara dan darat ke dan dari Iran, beberapa jam setelah pihak berwenang di provinsi perbatasan mendeteksi tiga kasus yang diduga coronavirus. Ini juga menghentikan impor produk unggas Iran, terutama ayam dan telur.

Feroz mengatakan satu dari tiga kasus telah dikonfirmasi. Ketiga warga Afghanistan telah kembali dari kota suci Iran Qom, pusat wabah.

Para kritikus khawatir wabah koronavirus dapat menimbulkan tantangan serius bagi pihak berwenang di Afghanistan, di mana perang dan korupsi selama bertahun-tahun telah mengubah sistem layanan kesehatan yang sudah buruk, di mana banyak warga Afghanistan membatasi atau tidak memiliki akses, menjadi salah satu yang terburuk di dunia.

Negara yang dilanda kekacauan ini tidak memiliki fasilitas dan protokol karantina, tenaga perawatan kesehatan yang terlatih, dan pasokan medis.

Kematian Iran adalah jumlah terbesar yang dilaporkan terkait kematian akibat virus korona di luar China, di mana penyakit ini pertama kali terdeteksi pada akhir Desember.

Teheran mengumumkan pada Sabtu penutupan sekolah, universitas, dan pusat kebudayaan selama seminggu di 14 provinsi Iran dalam upaya untuk mengekang virus corona. Pakistan juga sementara waktu menutup perbatasannya dengan Iran.

Sumber: VOA

RELATED NEWS

Kematian Akibat Corona di AS Diperkirakan Melonjak Beberapa Pekan Lagi
Thursday, 2 April 2020 00:22 WIB

AS harus bersiap-siap mengalami 100 ribu hingga 240 ribu kematian akibat virus corona selama dua bulan mendatang bahkan jika warga Amerika terus menjaga jarak mereka satu sama lain. Jumlah kematian mencapai puncaknya dalam dua atau tiga pekan mendatang, sebut satgas virus corona Gedung Putih. œN...

China Tak Punya Rekam Jejak Pasien Corona yang Sembuh dan Kembali Positif
Wednesday, 1 April 2020 16:36 WIB

Setelah pengetesan negatif dua kali berturut-turut, seorang pasien virus corona di Wuhan, yang pernah menjadi pusat wabah itu, baru-baru ini diperbolehkan pulang dari salah satu unit rumah sakit keliling corona. Belum sempat merasakan kebebasannya, ia kemudian mendapat telepon dari otoritas kesehat...

Iran Peroleh Bantuan Medis Lewat Mekanisme Hindari Sanksi AS
Wednesday, 1 April 2020 00:01 WIB

Jerman, Inggris dan Perancis telah memfasilitasi ekspor barang-barang kebutuhan medis ke Iran. Ini merupakan ekspor pertama yang menggunakan suatu mekanisme yang dirancang untuk menghindari sanksi-sanksi AS, sebut Jerman, Selasa (31/3). Sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Jerman, Selasa ...

Pengadilan Singapura Tolak Batalkan UU Kriminalisasi Seks Kaum Gay
Tuesday, 31 March 2020 16:24 WIB

Komunitas LGBTQ + Asia mengalami kemunduran, Senin (30/3), setelah Pengadilan Tinggi Singapura menolak beberapa tuntutan pembatalan sebuah hukum kolonial yang mengkriminalisasi seks kelompok gay. Meskipun sejumlah jajak pendapat menunjukkan sebagian besar warga Singapura tidak menerima homoseksuali...

Pangeran Charles Keluar dari Swa-isolasi dalam Kondisi Sehat
Tuesday, 31 March 2020 00:25 WIB

Pewaris takhta Inggris Pangeran Charles yang telah dinyatakan positif tertular virus corona, keluar dari pengisolasian diri selama tujuh hari dan dalam kondisi kesehatan yang baik, kata juru bicaranya hari Senin (30/3). Pekan lalu, kantornya, Clarence House, mengungkapkan bahwa pangeran berusia 71 ...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong sedikit lebih rendah saat break
Thursday, 2 April 2020 11:20 WIB Saham Hong Kong sedikit lebih rendah pada sesi break Kamis ini setelah penurunan tajam di Wall Street di tengah kekhawatiran virus, meskipun investor berhasil mengurangi sebagian besar kerugian pasar sebelumnya. Indeks Hang Seng turun 0,09 persen,...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.