Menlu AS Pompeo Temui Pemimpin Baru Oman
Saturday, 22 February 2020 02:10 WIB | GLOBAL |Global

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Oman hari Jumat (21/2) untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin baru negara itu, Sultan Haitham bin Tariq Al Said.

Pompeo dijadwalkan akan memberikan penghormatan kepada kerabat Sultan Qaboos bin Said, Sultan Oman yang meninggal dunia pada bulan Januari.

Oman memiliki hubungan erat dengan Iran dan Arab Saudi. Pompeo bertolak dari Saudi pada Jumat pagi setelah melakukan lawatan tiga hari.

Pompeo dan Raja Saudi Salman, Kamis (20/2) di Riyadh membahas isu-isu keamanan regional yang ditimbulkan oleh Iran. Pompeo juga bertemu putera mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman.

Ketegangan di kawasan meningkat dramatis bulan lalu setelah AS membunuh seorang jenderal senior Iran.

Arab Saudi, sekutu dekat AS, mendukung upaya-upaya AS untuk menghadapi Iran, tetapi memperingatkan tentang aksi militer setelah beberapa serangan tahun lalu merusak fasilitas minyak di kerajaan itu. Arab Saudi menuduh Iran melancarkan serangan, tuduhan yang disangkal Teheran.

Risiko perang di kawasan berkurang bulan lalu setelah AS dan Iran menahan diri menyusul serangan udara AS di Irak yang menewaskan Jenderal Iran Qassem Soleimani dan Iran menanggapi dengan serangan-serangan misil terhadap pangkalan militer AS yang mencederai lebih dari 100 tentara.

Sebelum lawatannya ke Oman dan Arab Saudi, Pompeo melawat tiga hari di Afrika, bertemu para pemimpin Senegal, Angola dan Ethiopia.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Satu Juta Orang di Dunia Terinfeksi Virus Corona
Friday, 3 April 2020 23:52 WIB

Pandemi virus corona mencapai tonggak sejarah yang suram ketika total penderita yang terkonfirmasi mencapai satu juta orang. Menurut hitungan yang dilakukan Universitas Johns Hopkins lebih dari seperempat, atau 236.000 infeksi, berada di Amerika Serikat. Jumlah kematian di seluruh dunia mencapai 5...

Menlu Jerman Peringatkan NATO Bahaya Disinformasi di Tengah Krisis Covid-19
Friday, 3 April 2020 17:11 WIB

Menteri Luar Negeri Jerman hari Kamis (2/4) mengimbau seluruh anggota NATO tidak mengambil kesempatan dari wabah virus corona ini untuk menyebarkan œinformasi salah, œpropaganda dan œberita palsu. Berbicara di hadapan para menteri luar negeri melalui video telekonferensi, Heiko Maas ...

Presiden Filipina Perintahkan Tembak Mati Pelanggar 'Lockdown'
Friday, 3 April 2020 11:34 WIB

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan siapapun yang melanggar aturan lockdown yang diambil pemerintah untuk mencegah perluasan wabah virus corona bisa ditembak mati polisi. Duterte mengeluarkan peringatan tersebut dalam pidatonya yang ditayangkan televisi, Rabu (2/4), sebagai tanggapan terha...

Trump Pertimbangkan Hentikan Penerbangan Antar Pusat Penyebaran Corona
Friday, 3 April 2020 00:02 WIB

Presiden AS Donald Trump, Rabu (1/4), menolak memberlakukan perintah tinggal di rumah dalam skala nasional, namun mengatakan mungkin akan memerintahkan perusahaan-perusahaan penerbangan untuk menghentikan layanan antarpusat penyebaran virus corona. Dalam konperensi pers di Gedung Puth, Rabu (1/4), ...

PBB: Virus Corona Krisis Global Terbesar Sejak Perang Dunia II
Thursday, 2 April 2020 17:17 WIB

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengatakan pandemi virus corona adalah krisis global yang paling menyulitkan sejak Perang Dunia II. "Suatu kombinasi penyakit yang menjadi ancaman bagi semua orang di dunia dan berdampak pada resesi ekonomi yang mungkin tidak ada duanya dalam sejarah dunia ...

ANOTHER NEWS
Saham Hong Kong Menuju Akhir Pekan Dengan Penurunan (Review)
Saturday, 4 April 2020 03:25 WIB Saham Hong Kong berakhir di Jumat dengan penurunan, sejalan dengan aksi jual di seluruh Asia, setelah data menunjukkan 6,7 juta orang Amerika pekan lalu mendaftar tunjangan pengangguran saat virus korona menghancurkan ekonomi global. Indeks Hang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.