Penderita Baru Virus Korona di Hubei Naik Lagi
Friday, 21 February 2020 18:19 WIB | GLOBAL |Global

Jumlah penderita baru virus korona di Provinsi Hubei kembali naik, Jumat (21/2), setelah turun selama dua hari berturut-turut.

Komisi kesehatan di Hubei melaporkan ada 411 kasus infeksi virus korona baru, naik dari 349 pada Kamis (20/2). Juga dilaporkan kematian 115 pasien akibat virus korona itu.

Direktur-Jenderal Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Kamis (21/2), mengatakan, secara keseluruhan angka-angka dari China menunjukkan penurunan jumlah kasus infeksi baru. Namun ia juga memperingatkan kembali agar tidak mengendurkan upaya-upaya untuk memerangi penularan virus itu.

Tedros mengatakan WHO sedang mengadakan dua percobaan klinis untuk mengobati penyakit yang disebabkan virus itu dan memperkirakan hasil awal diharapkan dalam waktu tiga minggu.

Sementara itu Korea Selatan melaporkan adanya 52 penderita baru, sehingga jumlah pasien di negara itu menjadi 152.

Kota nomor empat terbesar Daegu tampak seperti kota mati karena seluruh penduduknya diperintahkan tinggal di dalam rumah. Langkah itu diambil setelah dilaporkan 35 kasus baru di kota itu dan kawasan pinggirannya pada Kamis.

Seorang perempuan yang kemudian dites positif diperkirakan telah menularkan virus itu kepada orang lain dalam sebuah acara gereja.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Pakar Kesehatan: Virus Corona Bisa Bunuh 100 Ribu Orang di Amerika
Monday, 30 March 2020 11:32 WIB

Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika, Dr. Anthony Fauci, hari Minggu (29/3) memperkirakan sekitar 100.000 atau lebih warga Amerika dapat meninggal akibat pandemi virus corona, lima puluh kali lebih besar dari jumlah korban meninggal saat ini. Fauci mengatakan pada stasiun televisi CNN, Ameri...

Rusia Mengusulkan Kuota Ekspor Gandum sebagai Respons terhadap Coronavirus
Friday, 27 March 2020 23:38 WIB

Kementerian Pertanian Rusia telah mengusulkan untuk membatasi ekspor biji-bijian selama tiga bulan, katanya pada hari Jumat, mendorong kekhawatiran di kalangan pedagang bahwa langkah-langkah oleh eksportir gandum terbesar di dunia dapat diperpanjang. Di sesama eksportir Laut Hitam Ukraina, kementer...

Angka Kematian Lewati Angka 4.000, Spanyol Berjuang Keras Atasi Corona
Friday, 27 March 2020 18:35 WIB

Spanyol tertatih-tatih di bawah gempuran virus corona, dengan kematian melebihi yang terjadi di China. Sistem kesehatan runtuh dan panti-panti warga usia lanjut menjadi kuburan terbuka. Rumah-rumah sakit kehabisan persediaan yang sangat diperlukan dan sekitar sepertiga staf medis telah terkontamina...

WHO: Kasus dan Kematian Akibat Corona di Eropa Terus Meningkat
Friday, 27 March 2020 10:42 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis (26/3) melaporkan lebih dari 220 ribu kasus baru virus corona dan 11.987 kematian di Eropa, tiga kali lipat dibandingkan jumlah sepekan yang lalu. Berbicara di Kopenhagen, Direktur Kawasan Eropa WHO Dr. Hans Kluge mengatakan angka-angka baru itu mengindikasik...

China menegur Pompeo atas Komentar 'Virus Wuhan'
Thursday, 26 March 2020 23:41 WIB

Kementerian Luar Negeri China pada Kamis, mengecam keras komentar yang dibuat oleh Sekretaris Negara AS Mike Pompeo di mana ia menyebut COVID-19 sebagai virus "Wuhan" dan mengklaim China telah melakukan "kampanye disinformasi" tentang epidemi tersebut. Pompeo membuat komentar kepada wartawan pada R...

ANOTHER NEWS
Indeks Berjangka AS ke Wilayah Negatif karena Investor Bersiap untuk Pekan luktuasi Lain
Monday, 30 March 2020 16:37 WIB Saham berjangka AS memangkas gain untuk jatuh kembali ke wilayah negatif pada Senin pagi di perdagangan yang berayun setelah kenaikan tajam minggu lalu, bahkan ketika jumlah kasus virus korona di AS terus meningkat pada tingkat yang...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.