Korsel Laporkan Kematian Pertama Terkait Virus Korona
Friday, 21 February 2020 10:07 WIB | GLOBAL |Global

Korea Selatan mengukuhkan kematian pertama akibat virus korona di wilayahnya, lapor media setempat, Kamis (20/2), sementara jumlah mereka yang tertular virus tersebut di negara itu meningkat tiga kali lipat dalam dua hari.

Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan mengatakan, melalui sebuah pernyataan, penyebab pasti kematian itu masih diselidiki. Laporan itu muncul sementara negara tersebut kesulitan menangani wabah korona dan dampak ekonominya.

Korea Selatan melaporkan 53 kasus baru virus korona, Kamis (20/2), sehingga menjadikan jumlah total kasus itu di negara tersebut menjadi 104.

Pihak berwenang Korea Selatan memperingatkan, wabah itu memasuki tahap baru dan kini menyebar secara lokal, bahkan di antara mereka yang tidak memiliki hubungan dengan China, di mana virus itu berasal.

Kebanyakan kasus baru virus korona dilaporkan terjadi di Daegu, kota terbesar keempat di negara itu.

Banyak di antara mereka memiliki hubungan dengan sebuah kelompok agama yang disebut "Shincheonji Church of Jesus the Temple of the Tabernacle of the Testimony" atau biasa disingkat SCJ, yang didirikan pada 1984 oleh Lee Man-hee, yang dianggap para pengikutnya sebagai penyelamat.

Walikota Deagu memperingatkan warga kota itu untuk tidak keluar rumah untuk mencegah perluasan wabah.

Sumber : VOA

RELATED NEWS

Inggris dalam Status Darurat untuk Pertama Kali Sejak PD II
Monday, 30 March 2020 17:03 WIB

Inggris dalam keadaan darurat untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II Langkah itu berarti pemerintah Inggris mendirikan apa yang disebutnya pusat-pusat koordinasi strategis di seluruh Inggris untuk mendistribusikan pasokan kepada masyarakat untuk membantu mengatasi wabah virus corona. Ada lebi...

Pakar Kesehatan: Virus Corona Bisa Bunuh 100 Ribu Orang di Amerika
Monday, 30 March 2020 11:32 WIB

Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika, Dr. Anthony Fauci, hari Minggu (29/3) memperkirakan sekitar 100.000 atau lebih warga Amerika dapat meninggal akibat pandemi virus corona, lima puluh kali lebih besar dari jumlah korban meninggal saat ini. Fauci mengatakan pada stasiun televisi CNN, Ameri...

Rusia Mengusulkan Kuota Ekspor Gandum sebagai Respons terhadap Coronavirus
Friday, 27 March 2020 23:38 WIB

Kementerian Pertanian Rusia telah mengusulkan untuk membatasi ekspor biji-bijian selama tiga bulan, katanya pada hari Jumat, mendorong kekhawatiran di kalangan pedagang bahwa langkah-langkah oleh eksportir gandum terbesar di dunia dapat diperpanjang. Di sesama eksportir Laut Hitam Ukraina, kementer...

Angka Kematian Lewati Angka 4.000, Spanyol Berjuang Keras Atasi Corona
Friday, 27 March 2020 18:35 WIB

Spanyol tertatih-tatih di bawah gempuran virus corona, dengan kematian melebihi yang terjadi di China. Sistem kesehatan runtuh dan panti-panti warga usia lanjut menjadi kuburan terbuka. Rumah-rumah sakit kehabisan persediaan yang sangat diperlukan dan sekitar sepertiga staf medis telah terkontamina...

WHO: Kasus dan Kematian Akibat Corona di Eropa Terus Meningkat
Friday, 27 March 2020 10:42 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis (26/3) melaporkan lebih dari 220 ribu kasus baru virus corona dan 11.987 kematian di Eropa, tiga kali lipat dibandingkan jumlah sepekan yang lalu. Berbicara di Kopenhagen, Direktur Kawasan Eropa WHO Dr. Hans Kluge mengatakan angka-angka baru itu mengindikasik...

ANOTHER NEWS
Inggris dalam Status Darurat untuk Pertama Kali Sejak PD II
Monday, 30 March 2020 17:03 WIB Inggris dalam keadaan darurat untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II Langkah itu berarti pemerintah Inggris mendirikan apa yang disebutnya pusat-pusat koordinasi strategis di seluruh Inggris untuk mendistribusikan pasokan kepada masyarakat...

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.